A Sampai Z Puisi Untukmu, Awal Hingga Zona Akhir

Aku tak mampu lagi membayangkan selain bayangmu..
Aku tak mampu lagi melihat selain rupamu..
Aku tak mampu lagi mendengar selain desir hembus nafasmu…
Aku tak mampu lagi merasa selain sentuhan lembutmu..

Bila rasa ini terus mengalir,
Bagaimana kuhentikan derasnya arus ini?
Bila kata ini terus terbendung,
Bagaimana kubuat kata untuk kukeluarkan?

Cinta, mungkin ini namanya..
Cinta, mungkin ini rasanya..

Detik demi detik kebersamaan kurasa..
Detak demi detak tercipta..
Dan inilah yang kusebut cinta..
Dan inilah yang kusebut juga sakit..

Entah mana yang lebih dominan..
Entah mana yang lebih dapat kunyatakan..

Firasat ini semakin matang..
Firasat yang tak kuketahui dari mana asalnya..

Getaran terus mengancam..
Gilanya diri tak mampu kuumpat..

Hari demi hari berlalu..
Hari yang menyiksa..
Hari yang menyakitkan..

Itu datang ketika aku tak mampu lagi berkata..
Ingatan itu kembali ketika ingin kulupa..
Ingatan kebersamaan..

Jingga yang kurasa tak lagi pekat seperti dulu..
Jingga yang kukecap tak lagi manis seperti dulu..
Jinggaku telah pudar..
Jinggaku telah berubah menjadi hitam..

Kunaiki kendaraan menyusuri jalan gelap ini..
Kusetir sekencang mungkin..
Ketika mataku tertutup…
Lembar demi lembar itu pun terus terbayang..
Lembar yang berisi masa waktu kita…

Masa saat itu..
Masa di mana kita jalan di kerumunan berdua..
Masa di mana kita bersentuh raga…
Masa di mana kebersamaan begitu terasa…

Namun..
Namun apa yang terjadi sekarang?
Namun apa yang terasa saat ini?

Oase cinta semakin dingin..
Oase yang semakin menghanyutkan..
Pertanda segala semakin gelap..
Pertanda waktu semakin menyayat…

Queen of your heart, tak mampu menjadi titleku..
Queen in your brain, bukanlah aku..

Rasa yang kupendam tak lagi mampu kubendung..
Rasa yang sudah ada jauh waktu lalu..
Rasa yang kataku cinta, namun sakit..
Rasa yang kataku rindu, namun menyayat..

Semua membuatku lemas dan terjatuh..
Semua rasa cinta yang terbawa semilir angin..
Semua kebersamaan yang lenyap tertelan bulan..
Semua itu yang membuatku tak mampu…

Tahukan kamu itu semua karnamu?
The reason it’s you!

Untuk itu kutulis lembut agar kau tahu seberapa dalamnya..
Untuk itu kuukir halus agar kau tahu seberapa tulusnya..
Untukmu, berani kuungkap rasa ini..

Very love you..
Wanna say “I LOVE YOU”
wanna to hug you..
Wanna to kiss your heart…

Xeniaku berhenti di ujung..
Xilophone berdetak tanda akhir..

Yang ingin kusampaikan hanya ini..
Yang ingin kuungkap cukup sampai di sini..

Zona terus melambat..
Zona waktuku akan berhenti..
Zona hidupku berakhir, dan hanya sampai di sini..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s