Selamat Pagi Mentari

Tak terasa sudah lebih dari sepertiga malam kunikmati anugrah ini. Malam yang menyisakan cerita masa lalu yang mungkin tak akan kuingat, bahkan ketika kuingin mengingatnya.
Pagi ini, saat bahkan mata ini belum terpejam, ingin kusaratkan untaian manis dari bibirku yang seksi di matamu, cinta.
Selamat pagi mentari. Selamat menikmati tidurmu yang mungkin tak akan lama kau nikmati karena hari mulai memanas.
Terima kasih wahai mentari akan senyum dan tawa yang selalu kau alirkan dari bibir yang luar biasa ingin kulumat itu. Terima kasih akan pengorbananmu yang luar biasa demi kehidupan cinta kita. Terima kasih akan cinta yang selalu kau tanam dan rawat hingga aku dapat memanennya semauku. Terima kasih akan sentuhan itu, yang hampir tak bisa berhenti membuat senyum gilaku lepas. Terima kasih atas semuanya, sayang.
Semoga matamu tak pernah tertutup saat raga ini mulai tak dapat dinikmati kelak. Semoga telingamu tetap setia mendengar kata cinta bahkan amarah dariku. Semoga bibir itu, bibir yang sangat ingin kukecup, tak pernah berhenti mencium raga ini. Semoga ragamu tetap selalu bersamaku, cinta.
Sekali lagi, selamat pagi mentari. Selamat pagi cintaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s