Kakek Tua dan Becaknya

Ketika aku pulang sekolah. Tepat di depan gerbang utama sekolah, banyak becak-becak yang mangkal di sana. Kebanyakan dari penariknya adalah kakek-kakek tua. Kulihat tubuh salah satu kakek di sana. Begitu hitam keriput dengan rambut yang hampir memutih semua. Ditambah punggung yang sudah bungkuk, sangat menunjukkan bahwa umurnya telah amat tua.

Ia sedang duduk sambil merokok saat itu. Dimatanya sangat terlihat garis-garis lelah. Tak terlihat sedikitpun keceriaan di titik-titik tua wajahnya.
Aku berfikir. Bukankah seharusnya kakek itu sedang duduk di kursi goyang, ditemani sang istri bersama meminum teh hangat di depan rumah sambil melihat anak cucunya bermain ria? Bukankah seharusnya kakek itu tenang di rumah, menghabiskan hari tuanya?

Tapi nampaknya, itu hanya untuk orang beruang. Orang yang punya pangkat dan derajat.

Mungkin sang kakek tidaklah punya pekerjaan lain selain yang ia kerjakan sekarang. Menjadi tukang becak. Mungkin kebutuhan sekarang yang semakin mahal yang mengharuskannya selalu menggenjot becaknya, keliling kompleks, lalu kembali lagi ke pangkalan, dan terus seperti itu. Atau mungkin ia sudah tidak punya harapan lagi di hari tuanya? Harapan dan kebanggaan yang dapat menjadi penopang tubuhnya disaat ia butuh, disaat ia sudah benar-benar tak mampu lagi berjalan. Mungkin.

Aku berfikir lagi. Apa dulu yang ia cita-citakan disaat ia masih bersekolah? Mungkin dulu ia ingin menjadi seorang guru, mungkin ia ingin menjadi orang sukses, atau mungkin hal lain yang jauh lebih tinggi dari sekedar menjadi tukang becak.

Namun?
Sang kakek tua pun nampaknya harus tetap terbiasa dengan becaknya. Yang mungkin telah menjadi kebanggaan dan harapan satu-satunya.

Lama kuamati, ternyata sudah ada seorang penumpang di sana. Dan untuk kesekian kalinya, kakek dan becak tuanya pun lagi-lagi menjelajah. Menapaki panasnya aspal di jalan, dengan satu harapan “Sepeser uang dari penumpang”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s