Bolehkah Aku Menjauh? Boleh Kok.

Aku suka iri sih sebenarnya,
waktu kamu lebih banyak
dengan orang lain di banding
bersama aku :’) – @Viccent22

Selamat malam, angin. Ini udah hari ke berapa puasa sih? Gue ngga tau haha. Selamat berpuasa ajadeh ya buat yang menjalankan! 🙂

Oke gue lagi galau (lagi). Awalnya, gue merasa fine aja. Hingga gue menyadari kalau gue melewatkan suatu hal. Melupakan, ya, mungkin lebih tepat. Ini kesalahan, suatu hal yang membuat gue berpikir, pantes ngga sih gue ngerasa ditinggalin? Nyatanya gue yang melupakan. Gue mau disebut teman dekat, nyatanya gue yang ngga ingat hari pentingnya.

Gue akui. Gue memang iri lihat mereka lebih banyak meluangkan waktu dengan yang lain, bukan dengan gue. Gue iri mereka bisa dekaaat banget dengan yang lain, tapi ngga dengan gue. Sampai banyak banget bukti kedekatan antar mereka dengan yang lain yang mereka share dan akhirnya itu bikin gue iri luar biasa.

Emang bener kata pepatah. Entah pepatah atau bukan. Kalau iri adalah tanda tak mampu. Iya bener. Gue iri. Iri karena ngga mampu dekat dengan mereka sedekat mereka dengan yang lain.

Gue merasa ada, tapi gue ngga ada. Yang ada hanya rasa tak diakui, rasa tak diinginkan, rasa terasingkan. Ya itu ketika bersama mereka. Gue ingin bersikap selayaknya ngga ada apa-apa. Dan itu (mungkin) berhasil. Tapi gue sakit. Gue juga pengen bilang, kalo gue iri loh, gue ngerasa kalian menjauh, gue ngerasa kita beda. Gue pengen bilang ke mereka. Tapi gue bisa apa? Gue siapa? Kok tau-tau ngelarang, tau-tau marah. Gue siapa buat mereka? Gue bukan siapa-siapa. Gue bukan siapa-siapa. Gue bukan siapa-siapa. Buat mereka.

Fix. Gue akan menjauh. Entah ini baik atau engga, gue ngga tau. Yang gue ingin hanya menjauh dari mereka. Biar aja mereka dekat dengan yang lain. Kalau gue ngga diundang untuk kembali dekat dengan mereka (dan yang lain) gue menyerah. Gue ingin sekalii aja, gue bisa jujur. Gue ingin berhenti berpura-pura kalau gue fine-fine aja. Inilah gue. Gue juga ingin dimengerti.

Makasih ya. Maaf aku ngga bisa bikin apa yang selama ini kita jalani jadi berharga. It’s enough. Aku menjauh.

P.S. Mungkin kalian baca. Sukses buat kita ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s