Blinded By Love, Cinta atau….?

Marilah kita buka dengan sebuah kasus. Kasus ini adalah kasus yang gue alami sendiri. Gue memiliki dua teman dekat pria (mereka sudah dewasa nampaknya), sebut saja namanya Benang Sari dan Kumbang. Gue dekat dengan mereka ketika kita sama-sama menjalani sesuatu hal yang menakjubkan, yaitu serangkaian pelatihan broadcasting dari komunitas yang kita masuki. Ah, selain dengan mereka berdua, ada lagi satu teman dekat gue yang lain sebut saja dia Putik. kita berempat menjadi semacam satu geng yang selalu bareng dan cerita hal-hal ngga penting.

Dekat kita memang hanya sebatas pulang bareng habis pelatihan, makan bareng sampe jam 1 malam, ngebully gue yang sangat amat membuat gue merasa ada dan gue balik ngebully mereka bertiga, dan gitu gitu aja terus hingga…. Hingga suatu saat gue menemukan bahwa benang sari dan kumpang dekat dekat dengan cewek-cewek lain yang juga teman satu komunitas kami. Entah sejak kapan. Yang gue ingat, semenjak kami selesai pelatihan dan gue sibuk di PSM ya kita sudah ngga pernah bareng lagi. Dan awalnya gue biasa aja hingga gue menemukan bahwa gue sakit ketika gue melihat update foto kebersamaan mereka dengan cewek-cewek itu terpublish. Nyata. Kami berempat, gue, Putik, Benang Sari dan Kumbang ngga pernah tuh memiliki foto kebersamaan kami yang begitu menggambarkan bahwa kami tak terpisahkan.

Gue menyadari kedekatan Benang Sari dan Kumang dengan cewek-cewek lain itu beberapa minggu setelah gue dan Benang Sari pergi berdua untuk pertama kalinya. Waktu itu Benang Sari tiba-tiba ngajak gue jalan, terus gue tanya, “Sama siapa aja, kak?” terus dia jawab, “Ngga tau nih mel, Kumbang pulang, cewek 1 ngga bisa, cewek 2 ngga bisa…”. Kemudian beberapa minggu setelah ini gue pun menyadari kalau gue hanya dijadikan opsi terakhir buat nemenin dia jalan. See? Dia mention satu-satu dari mulai kumbang hingga dua cewek lain itu dan degan diberi alasan. Gue diem aja.

Sampai suatu ketika gue benar-benar sakit ketika gue yang nyata, bahkan sangat amat nyata tapi gue hanya semacam figuran ketika gue bersama geng mereka. Bukan hanya satu dua kali perasaan ini datang dengan sebab yang jelas, tapi berkali-kali hingga gue lupa akan apa yang sudah mereka perbuat ke gue sampai gue punya perasaan aneh yang menyesakkan itu. Mungkin ini hanya persepsi gue yang dipengaruhi oleh sensitifitas perasaan gue yang begitu dalam. Tapi yang gue yakini adalah ketika gue merasa kehilangan mereka, Benang Sari dan Kumbang.

Di antara kami berempat, gue, Putik, Benang Sari dan Kumbang memang yang gue rasa paling aman ketika berada di dekatnya adalah gue dengan Benang Sari. Kami sudah cerita banya hal, walapun terkadang berujung debat yang selalu gue tanggapi dengan kata “oke” atau “ngga ngerti”. Karena gue ngga suka debat. Jadi Benang Sari ngomong apapun ya gue bodo amat. Dan mungkin ini yang membuat dia merasa bahwa gue bukan teman yang asik. Kalau gue bandingkan diri gue dengan cewek 1, cewek 1 ini lah yang jauh lebih jago dalam berdebat dengan Benang Sari. Ini juga mungkin yang membuat mereka sering dicieciein sama teman-teman komunitas kami.

Dan sekarang gue memang sedang menghindar dari Benang Sari. Karena ketika gue bareng dia, gue ngga bisa nyembunyiin perasaan bete gue yang seringkali datang ketika dia bareng sama orang lain walaupun orang lain itu bukan cewek 1 ataupun cewek 2. Ketika gue hanya bedua sama dia, ataupun bertiga sama kumbang, gue merasa menjadi cewek yang sempurna. Gue merasa mereka melibatkan gue dan menganggap gue ada. Ngga seperti ketika mereka berdua sedang bareng cewek-cewek lain itu. Apa arti dari perasaan sakit gue? Cinta atau…..?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s