Bicara Selera

Semua orang walaupun sama-sama spesiesnya, sama-sama diciptakan oleh Tuhan untuk suatu tujuan dan itu ngga pernah sia-sia, sama-sama butuh kasih sayang (atau ini cuma gue? ngga kan? hahaha), sama-sama makan nasi (kecuali dia yang diet dan berusaha keras ngga makan nasi), daaann dengan persamaan-persamaan umum lainnya.

Dibalik itu, manusia juga diciptakan dengan beribu perbedaan loh. Boleh gue mention beberapa yang gue tau?

  1. Perbedaan sidik jari. Semua manusia beda dalam hal ini. Beberapa hari yang lalu, saat nonton berita tentang evakuasi korban AirAsia QZ8501, dijelaskan tentang data Antemortem (sidik jari, bentuk gigi, dll). Aduh gue lupa siapa yang menjelaskan, pokoknya dokter yang ahli dalam hal ini deh. Jadi kata beliau, manusia sidik jarinya hampir semua tidak ada yang sama persis. Kalau ada yang sama, kemungkinannya hanya 1:60.000. See? Kehebatan Tuhan memang.
  2. Perbedaan sifat dan kepribadian. Gue, walaupun satu gen, satu orang tua, satu keturunan sama adik gue, sifat kita beda jauh. Adik gue jauh lebih introvert dibanding gue. Tapi banyak juga sih kesamaan kita. Emosional, mageran, jorok, bego di matematika ._. wah salah nih gue membandingkannya dengan yang satu darah. Tapi gimanapun samanya kita dengan keluarga kita, pasti ada bedanya. Karena manusia diciptakan memiliki kepribadian yang unik dan dinamis (Allport).

Itu dua perbedaan yang jelas dari diri manusia. Yang akan gue bahas sebenarnya adalah mengenai “selera”. Selera atau kesukaan seseorang terhadap sesuatu, sebenarnya juga dipegaruhi oleh kepribadiannya. Itulah mengapa tiap orang berbeda. Meskipun tak jarang kita menemui kesamaan selera dengan teman dekat kita. Itu juga yang biasanya membuat kita dekat dengan teman. Karena selera kita sama.

Gue, sebagai perempuan (yang harapannya 5 tahun ke depan sudah menjadi wanita), selera gue terhadap laki-laki lumayan baik. Gue menyukai laki-laki yang ganteng (ganteng dalam definisi gue itu seperti Jo In-Sung salah satu pemeran drama korea yang baru banget tamat gue tonton. gue udah jatuh cinta sama cogan yang satu ini sejak pertama kali nonton filmnya, Frozen Flower), terus gue juga suka sama laki-laki yang selalu bisa memperlakukan wanita dengan romantiiiisss (romantis yang gue maksud adalah romantis yang seperti keromantisan, kemesraan, aah apalah itu yang Jang Jae Yeol lakukan ke Ji Hae Soo di drama yang baru gue tonton, It’s Okay That’s Love).

Duh gue masih belum sadar 100% dengan realita yang ada nih. masih kebayang drama itu. Kebayang-bayang si Jae Yeol sih ahhahaaa.

Ganteng dan romantis sih sebenernya ngga cukup. Dia, lelaki idaman gue harus bisa merawat dirinya dan penampilannya harus oke. Tapi okenya ngga kayak cowok-cowok yang ada di drama korea yang style celana dan kemejanya ketat dengan warna terang ya. Warna terang ngga papa, asal jangan ketat oh pleeaaseee.

Daann penampilan oke ngga didapet gitu aja, tapi harus ditunjang dengan 5 hal ini. Buat cowok, atau calon lelaki, simak nih:

  1. Mukanya selalu cerah karena setiap hari, selama 5 kali bahkan lebih, selalu dibasuh air wudhu,
  2. Senyumnya manis semanis gulali yang kalo kita liat seakan dunia kita (para cewek) meleleh seketika, karena bibirnya tiada henti melafal dzikir dan kalimat-kalimat indah yang ada di dalam alquran,
  3. Tatapan mata yang teduh bak anak kucing jinak yang lagi ngantuk dan berharap dielus-elus majikannya, karena ia selalu menjaga matanya dari hal-hal negatif, tapi dia ngga pernah lupa kalo dia juga butuh wanita untuk selalu berada di sampingnya,
  4. Tangan yang kekar, yang tidak pernah merasa malu mengadah untuk meminta, memohon, berdoa kepada Tuhannya,
  5. Badan yang sehat, yang selalu bugar karena dia ngga pernah lupa olahraga dengan ngelakuin gerakan-gerakan dalam shalatnya.

Hampir semua perempuan mendambakan lelaki seperti di atas kan? Kalo engga, yang kayak gimana coba?

Di sisi lain, seperti yang gue bilang, gue juga suka lelaki yang romantis (seperti di drama tadi gue bilang). Di drama ini aja loh ya. Romantis di drama ini, antar dua tokoh utamanya itu ngga lebay. Si lelaki tau kapan harus nanya lagi ngapain, nanya udah makan belum, nanya kenapa ke ceweknya. Teruuussss part yang sangat sangat romantis menurut gue, part yang sangat sangat gue suka, adalah ketika lelaki tiba-tiba cium ceweknya dilanjut natap mata cewek itu dengan dalam, ketika si cewek itu lagi ngomel-ngomel. AAAAH, sumpah ya cowok yang kayak gitu tuuuhhh aaaaaaaaaaaahhh. Bayangin aja betapa saltingnya lo, kalo lo lagi ngomel-ngomel terus cowok lo nyium lo tiba-tiba, sedetik doangan, terus langsung natap mata lo. Lo ngga bisa apa-apa kan? Kalo lo kayak gue sih gue yakin ngga bisa apa-apa HAHAHA. Kecuali lo ngga kayak gue, mungkin lo udah nampar si cowok, atau bahkan kalo lo lebih binal dari gue, lo bakal nyosor dengan ganasnya HAHAHA. Njir gue mulai gila.

Sejujurnya gue mikir loh ini. Gue yang blangsak gini memimpikan cowok yang punya 5 poin di atas, juga menginginkan yang romantis kayak yang gue ceritakan di paragraf setelahnya. Sepertinya tidak sinkron (kalo masih sekedar pacar atau teman cowok yang sangat dekat). Lo yang punya prinsip dan ngga sekedar cari pacar dan (mungkin) umur remajanya sudah hampir bahkan sudah habis pasti mengerti. Yah. Selera hanyalah selera.

.

.

.

.

Aaaaa…. Tapi. Kenapa ngga kita coba wujudkan?

Soal lelaki, itulah yang gue inginkan. Gue, sebagai perempuan yang sudah mengerti istilah “memantaskan diri” hanya bisa merenung dan berpikir. dan galau.

Tapi gue udah belajar untuk mengatasi galau gue. Jadi kalo gue galau, itu ngga masalah. Gue belajar ini dari uri sunbae (senior) di RadioMU. Dia, sekalipun gue ngga pernah melihat dia nangis. Dia aneh. Super aneh. Tapi, dia adalah satu-satunya orang yang gue kenal, yang paling menikmati hidupnya.

Dia menciptakan hidupnya sendiri dibalik musik-musik elektro dan kejepangan yang dia suka. Kalo dia udah duduk terus buka laptop, terus pasang headset dan nyetel lagu, setelah itulah dia ngga peduli sama dunia sekitar. Dia akan gerak-gerakin tangan dan kepalanya dengan super-hyper-over-active ngikutin lagu yang dia dengar. Itulah salah satu caranya menikmati hidup. Dia orang yang berjasa penuh dalam mengubah selera musik gue, yang tadinya galau mulu macam lagu Raisa, sekarang berubah jadi macam lagu Iggy Azalea, Nicki Minaj, yang upbeat deh pokoknya. Ngga cuma ngubah selera musik gue, dia juga ngajarin gue gimana caranya menikmatinya. Yap. Dengan menggoyang-goyangkan kepala dan badan gue secepat yang gue mampu, mengikuti musiknya.

Bener sih katanya, “Kalo lo galau, ya setelnya lagu beginian (upbeat). Lah lu galau nyetel lagu LDRnya Raisa, Afgan Jodoh Pasti Bertemu, gimana ngga tambah galau!”

Buat lagu, selera bukan hanya selera. Tapi gimana itu dapat membangkitkan semangat yang bikin kita lupa kalo dunia ngga melulu happy. Tapi kita butuh yang beginian. Jadi buat lo yang masih sering galau, coba deh ganti playlist lagu lo! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s