Midnight, I Miss You

Larut sudah. Gelap dimana-mana. Hanya cahaya lampu yang meredup yang menemani sunyi. Aku termenung lagi, bulan….

Ingatkah masa dimana tengah malam menjadi hal yang menyenangkan?

Bisa bermimpi, bisa menghayal sesuka hati, bisa menangis kala memikirkan masa tua sambil melihat jam dinding yang berdetak tiap detiknya, bisa tersenyum malu ketika membayangkan digenggam tangannya oleh yang terkasih….

Itu semua biasa kulakukan di tengah malam.

Malam yang menyerap energi…

Malam yang kuharap tak pernah berakhir, karena tak ingin bangun di esok pagi..

Malam tempat aku berpikir, membuat masa depan yang indah…

Aku rindu tengah malamku yang hanya diisi oleh bayangan. Bukan lagi benda canggih era 20an yang memutar drama atau musik. Bukan lagi novel fiksi yang hanya bohong. Bukan hanya menggunting kertas lalu dibuat bintang-bintang kecil.

Aku rindu tengah malamku yang gelap seperti kamar sebelah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s