Pilihan?

Entah hidup ini apa dengan segala pilihan di dalamnya. Jadi baik atau buruk. Jadi kaya atau miskin. Jadi cantik atau jelek. Pilihan bodoh bukan? Tentu tidak ada manusia yang ingin jadi orang yang buruk. Atau ada? Kupikir tidak.

Hidup itu bak roti tawar. Kita bebas mau apakan saja roti itu. Mau dimakan atau dibuang. Mau diberi selai coklat atau strawberry. Kita bebas menentukan pilihan.

Seperti roti tawar, hidup juga ada batasannya. Jika pada roti ada kadaluarsa, pada hidup ada peraturan. Roti tak bisa dimakan ketika sudah melewati batas tanggal kadaluarsa bukan? Begitu juga hidup. Tak boleh melewati batas peraturan.

Ada norma. Ada agama. Ada hukum. Jadi masih bisakah hidup disebut pilihan? Atau manusia hanya sebatas kura-kura yang tak dapat keluar dari tempurungnya?

Tentu tidak. Manusia memiliki kebebasan. Ia bebas lakukan sesuka hati. Mau mabuk, mau berjudi, mau berzina, mau duduk di masjid berhari-hari, mau baca alquran dan puasa. Manusia bebas.

Lalu apa maksud hidup adalah pilihan? Pilihan yang mengekang? Atau pilihan kebebasan?

Akhirnya…. Hanya manusia itu sendiri yang tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s