Endless Love

Aku begitu mengaguminya. Begitu mencintainya. Dalam. Ia, lelaki pujaan. Sosok sempurna yang mampu meluluh lantahkan jiwa yang sedemikian kokoh ini. Lelakiku. Milikku. Tiada hari yang kuhabiskan tanpa menyentuh raganya. Raga yang selalu kucium wangi khas di dalamnya. Raga yang selalu hangat. Ia pujaanku.

Yang membuatku jatuh cinta?

Semua miliknya.

Bibir manis yang tak berhenti mengecup diri ini dengan begitu hangatnya. Jemari panjang yang tak pernah lupa membelai rambut ini dan sesekali mencubit pipi yang bagaikan pipi anak bayi yang begitu menggemaskan. Sorot mata yang tajam yang menunjukkan cinta penuh kasih.

Dari mana cinta berasal?

Bagiku cinta bukanlah sesuatu yang terdefinisi. Cinta adalah perasaan abstrak yang merenggut kebahagiaan, agar kita mendapatkan kebahagiaan itu sendiri melalui cinta. Begitu tidak terhitung dan ternilai.

Betapa cinta yang memakan waktu namun tak melupakan mana yang ia pernah cintai. Akankah diri ini lupa akan kata manis yang selalu melayang kala kau mengucapkannya wahai lelakiku? Tidak. Karena aku mencintaimu seluas angkasa. Yang bahkan membayangkannya pun membuatku sesak karena ku tak tahu seberapa luasnya.


Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s