Jungkir Kecerdasan

image

Sampai kapan intellegency diukur dengan nilai yang berujung interpretasi kesuksesan? Emang IPK 4 selalu berarti cerdas?
Sampai kapan orang tua di seluruh belahan dunia menganggap nilai sebagai patokan keberhasilan? Oh. Mungkin ada yang tidak.
Sampai kapan manusia akan berlomba untuk menjadi hebat dengan unggul di buah angka yang katanya harus tinggi?
Bolehkah aku meminta agar tidak usah saja ada nilai?
Karena
1. Aku tak suka belajar materi yang tidak kusuka
2. Aku banyak menemukan fenomena ketidakjujuran yang membuatku muak
Mencontek, suap kepala sekolah agar anaknya masuk sekolah favorit, korupsi petinggi-petinggi yang katanya uangnya untuk pendidikan, dan… ya banyak.
Masih ingat kasus jual beli ijazah palsu di salah satu pulau besar di Indonesia? Mungkin itu akibat sejak kecil manusia ditanamkan untuk mencapai nilai tertinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s