Me as a Leader

Gue membuka tulisan gue kali ini dengan mengetik, “Hello!” Ngga terlalu muluk kan? Sekedar menyapa yang jauh di sana, yang pengeeen banget gue telpon HE. Ok, nope ngga penting.

Seperti biasa, ketika gue bercerita, menulis sebuah curahan hati yang dahsyat yang “seringnya” makian, hujatan untuk diri sendiri atau orang lain atau organisasi yang gue tekuni, dan apapun itu yang berbau negatif nan tolol, kali ini gue ingin bercerita mengenai “ME, as a LEADER” yang artinya, “Gue sebagai pemimpin.” *yaiyalah semua orang yang bisa bahasa inggris pasti tau arti dari kata ini*

Well… Gue akan bercerita dulu mengenai kesibukan gue yang sejujurnya “ngga ada apa-apanya” dibanding dengan ketua BEM yang sampai kehadirannya ditunggu-tunggu oleh antrian orang yang ingin minta cap dan tanda tangan, atau dengan Pak Rektor yang bahkan sampai jarang bisa ditemui saking padat jadwalnya, atau artis laku yang selalu padat jadwal konser dan shootingnya, dan contoh-contoh orang sibuk  lain deh siapapun itu. Lo mungkin?

Iya. Gue ngga sesibuk itu kok. Gue masih bisa bernapas, hingga saat ini, syukurlah.

Satu tahun ke belakang, gue hanya mengikuti beberapa kepanitiaan dan organisasi yang menurut gue ngga se-greget sekarang. Di tahun pertama gue di dunia perkuliahan, gue mendapat amanah (yang lebih tepatnya gue “mencari’ amanah) menjadi staff salah satu divisi di suatu organisasi yang “ya ampun betapa dari dulu gue ingin masuk di organisasi semacam ini” Ya. Sebut saja Radio Mahasiswa Unpad.

Betapa gue banyak mendapatkan kesenangan di sini. Gue banyak belajar, gue memenuhi kebutuhan gue untuk mengembangkan diri dengan cara cuap-cuap cantik di radio, gue mendapat relasi ke banyak orang di Bandung lewat Forum Radio Kampus Bandung, WAH ini pengalaman terbaik sepanjang masa, tjoy! Gue ngga pernah menyesal masuk menjadi keluarga Radio Mahasiswa Unpad, yang hingga sekarang pun gue masih di dalamnya. RadioMU adalah organisasi pertama yang gue ikuti dan dalami di Universitas. Hingga saat ini dimana gue mendapat amanah yang lebih tinggi, di dalamnya.

Selanjutnya.. Gue yang tidak pernah puas dan selalu ingin “mengenal orang sebanyak-banyaknya” (karena gue pikir, semakin banyak gue kenal orang, cowok apalagi, semakin cepat gue punya pacar *HAH*), akhirnya memutuskan lagi untuk menjadi anggota salah satu biro di BEM Universitas. Menyenangkan bergabung di suatu organisasi yang besar, yang bukan lagi anak-anak fakultas di dalamnya, karena tadi. Gue punya misi, harus banyak relasi dan bergaul sama manusia-manusia di luar fakultas.

Gue belum berpikir untuk concern ke fakultas di tahun pertama gue.

Gue juga menjadi salah satu staff logistik di kepanitiaan Little Project Psikopad13, sebut saja LP. LP adalah project akhir dari Alur Penerimaan Mahasiswa di Fakultas gue. Memang awalnya gue ngga begitu terlibat, tapi pas hari-H, WAW gue bener-bener bangga sama angkatan gue karena bisa bikin acara yang keren banget.

Gue yang mudah tergoda dengan hal-hal yang berbau “ketemu banyak orang baru”, akhirnya mencoba lagi daftar sebagai staff salah satu kepanitiaan di bawah BEM Universitas juga. Lalu akhirnya amanah itu datang, dan sangat membuat gue bahagia karena “Ya ampun asik banget! Gue dihargai dengan segala pendapat gue yang dipake, gue dibully (percayalah! bullyan itu adalah karena kamu diperhatikan dan disayang #EAK paan sih padahal mah engga huhu), gue ketemu banyak orang asik yang ya ampun kenapa sih kesenangan kita sama? (kesenangan=hedon), ketemu orang dari luar fakultas yag A6 parah! Jadi kepercayaan di malam closing sebagai pemegang alih backstage. Itu kerja susah loh :”). Dan ya. Sebut saja kepanitiaan ini, Forsi.

Gue mengikuti satu kepanitiaan lagi di Fapsi, bersamaan dengan Forsi, yaitu “Peri Psikologi”. Menyenangkan. Dapat berbagi ilmu dan kesenangan kepada anak-anak sunguh menyenangkan. Gue happy menjadi bagian dari Peri Psikologi, pun hingga sekarang.

AH! Satu organisasi lagi, baru ingat. DKM (Dewan Keamanan Masjid) Ath-Tholibin. Jadi gue bergabung di organisasi berbasis islami ini didasari oleh pemikiran gue yang, “Ah. Ikutan ah. Mungkin gue akan menjadi lebih baik.” Nyatanya? Gue ngga perrnah ikut kegiataannya apapun itu, juga…. gue kan ngga pake kerudung tuh. Dan awkward banget rasanya ketika ikutan rapat gitu.

Ya. Itu sederet kesibukan yang gue jalani di tahun pertama gue kuliah. Asa ngga sibuk ya. Hanya tiga organisasi dan dua kepanitiaan. “Hanya”.

Tahun ini…. Tahun kedua menjelang tahun ketiga. WAH. Gimana ya gue bilangnya biar kelihatan hiperbola dikit. SUPER BADAI LANGLANG BUANA MAHADEWA CETAR LUAR BIASA MANTAP!

Sebenarnya sih ngga banyak juga yang gue ikutin. Tapi kok gue berasa ingin lebay sedikit ya. Di tahun ini.. Gue sudah mulai dewasa dan merasa ingin mendapat pencapaian yang lebih. Lebih dari hanya sekedar staff. Semacam ada kebutuhan untuk aktualisasi diri gitu. Memanfaatkan pengalaman dan lamanya di kampus (udah tingkat dua, bro! hampir tiga). Gue merasa, ingin mengasah segala kemampuan gue mulai dari ngomong, mempengaruhi orang lain, mempertajam inisiatif dan berpikir kreatif. Pokonya gue ingin menjadi.. ibarat pohon, tahun awal gue masih biji, lalu gue tumbuh… dan sekarang gue ingin lebih berkembang lagi. Ngembangin batang gue, memperbayak cabang dan daun, menghasilkan buah.Ya. Seperti ituuhhhh *ala syahrini*

Gue masih tetap bergabung di BEM Universitas dan Radio Mahasiswa Unpad. Namun beberapa kepanitian yang gue ikutin, hanya satu kepanitiaan yang pernah gue ikuti sebelumnya. Sisanya seperti PMB Fapsi, jelas ini hal yang baru. Di luar zona nyaman gue. Lalu satu kepanitiaa lagi akan gue jelaskan di bawah. Sama. Di luar zona nyaman gue. Sangat tidak gue prediksikan sebelumnya.

Yah… dan akhirnya.. Gue menjadi bagian penting di dua kepanitiaan besar. I mean.. sebagai koordinator divisi. Karena gue percaya. Gue yakin seyakin-yakinnya, staff juga bagian penting. Bahkan sangat penting, bukan sekedar penting. Tapi koor lebih urgent untuk selalu avaliable dalam mengurusi beberapa hal.

Gue sebut diri gue “Leader”. Pemimpin. Dalam divisi.

Tahun ini, gue memegang amanah besar sebagai koordinator divisi dalam dua kepanitiaan. Peri (Pengajar dari) Psikologi 2015 dan UCRAFT (Unpad Cultural Creativity and Art Festival). Di Peri Psikologi sebagai koordinator divisi support system, dan di UCRAFT sebagai koordinator acara. Sangat crucial. Sangat WAW. AWOWSOME banget! BADAI BANGET!

Gue bilang ini jabatan yang luar biasa ngga lain ngga bukan karena

  1. Ini acara pertama.
  2. Gue koordinator dalam divisi acara. Which is… gue punya tuntutan yang sangat besar untuk membuat acara ini sukses.

Ya. UCRAFT adalah tantangan terbesar gue. Otak gue harus selalu berjalan untuk membuat segala konsep yang brilliant dan WOW, menghasilkan sesuatu yang baru, membuat acara ini ngga seperti acara basi, ya gitu-gitu. Juga gue dituntut untuk membawa teman-teman di bawah naungan gue sebagai leader untuk tetap produktif dan bahagia selalu.

Ini berlaku untuk segala kepanitiaan dan organisasi yang gue ikuti.

Me.. as a leader, harus bisa menahan ego gue yang tinggi untuk selalu menampung aspirasi teman-teman di bawah naungan gue. Ketika gue jadi anak dulu, gue sangat bebas untuk menyampaikan pendapat. Sebanyak-banyaknya pendapat yang gue usung akan jadi pertimbangan. Dan gue merasakan beda yang sangat ketika gue jadi pemimpin.

  1. Gue harus mendengar dan mempertimbangkan. Gue harus mendengar semua aspirasi teman-teman di bawah naungan gue. Gue ngga boleh bilang, “Itu konsep yang jelek. Kita ngga bisa pakai itu.” Gue harus belajar untuk mengucapkan redaksi yang tepat yang dapat diterima oleh teman-teman di bawah naungan gue. Gue ngga boleh jadi otoriter yang segala kemauan gue harus jadi. Tapi gue harus mendengar dan menghayati masukan-masukan dari orang lain.
  2. Gue harus bijak dan bisa meredam. Gue orang yang blak blakan kadang, tergantung situasi dan kondisi. Gue orang yang gampang terpengaruh oleh ajakan orang lain yang sifatnya negatif seperti “gibah”. Sumpah kita di dalam panitia, inti maupun acara, ngga lepas dari kata “gibah”. Ngomongin positifnya siih.. Tapi lebih sering negatifnya. Ya gimana ya yang namanya gibah menurut gue menular begitu saja. Bayangkan ketika kita lagi gibah negatif sampai di forum ngamuk-ngamuk ngga jelas, jelek-jelekin orang, dan ngga ada yang bisa meredam? Wah panas pasti. Disitulah gue harus bijak dan bisa meredam. Gue harus bisa membuat teman-teman gue melihat sisi positif dalam suatu hal. Gue harus bisa membawa alur ke arah yang positif sepositif-positifnya.
  3. Gue harus peka dan mengerti. Bukan belajar lagi, tapi “harus”. Terkadang gue berpikir, apa yang membuat gue begitu tidak peka? Sebelum pertanyaan itu, mungkin lebih tepatnya, emang gue ngga peka? Ini masih menjadi misteri gue sih. Apa itu peka, kapan kita harus peka, itu masih pertanyaan yang gue sendiri pun masih abstrak banget pemikirannya mengenai peka itu sendiri. Ini pr gue banget.
  4. Gue tidak boleh terlihat unmoodIni susah luar biasa. Seperti yang kebanyakan orang tau dan memang kenyataannya gue sadari, gue adalah mahluk Tuhan yang ekspresif. Gue tidak bisa menyembunyikan apa yang gue rasakan. Ketika gue diam, manyun, alis terangkat, muka galak… ya itu yang sedang gue rasakan. Marah, ngga mood. Begitupun sebaliknya ketika gue senang, ya gue akan ketawa. Susah banget memanipulasi apa yang nampak, buat gue. Pun gue menyadari bahwa hal ini akan membawa mood teman-teman gue yang lain, itu sebabnya gue tidak boleh terlihat unmood. 
  5. Gue harus ekstra sabar dan tenang. Gue panikan dan susah mengambil keputusan, apalagi jika waktu yang diberikan ke gue tinggal sedikit. Gue suka memburu-buru dan terkadang tidak realistis mungkin? Gue juga ngga bisa tenang. Ngga tau sih, gue nampak seperti apa ketika gue tegang. Tapi yang gue rasakan ketika masa itu datang, deg degan luar biasa dan panas dingin ngga keruan. Kalau dihadapkan pada satu posisi genting nan membuat panik dan harus mengambil keputusan saat itu juga? Ya disitulah gue  harus tenang. Ada suatu kala.. Masa saat gue ingin membuat sesuatu untuk teman-teman gue (sebenernya ini project bersama sih), lalu gue meminta tolong beberapa orang di antaranya, dan banyak kendala. Dan disitu kesabaran gue diuji. Kalau dulu, jaman gue masih jadi staff, gue oke-oke aja kalau panik. Pasti koor gue nenangin. Kalau sekarang? Gue harus bisa memposisikan diri sebagai seorang leader.
  6. Gue tidak boleh telatBahkan harus datang h-sekian menit rapat. Untuk memberi contoh yang baik, untuk persiapan, untuk cari tempat juga. Ya. Sangat berbeda ketika gue menjadi staff. Gue yang biasanya santai pun, mendadak ngga santai ketika ingin rapat. Santai di sini maksudnya dalam hal waktu ya. Dan hal ini bukan semata-mata karena gue ingin rapat selesai cepat, tapi demi memberi kesan positif yang harapannya, teman-teman gue yang lain dapat mengikuti.
  7. Gue harus mengapresiasi dan tahu kapannya. Gue harus membuat teman-teman di bawah naungan gue merasa dirinya nyaman dan dihargai. Mengapresiasi adalah salah satu dari sekian banyak hal yang menunjukkan kalau kita meghargai seseorang, dan ini sedang gue coba terapkan.

Mungkin itu sederet perbedaan yang gue rasakan ketika posisi gue hanya seorang follower dibanding gue sebagai leader. 

Yang sebenarnya ingin gue tekankan disini adalah… Jadi pemimpin bukanlah perkara mudah, meski katanya, “setiap orang diciptakan untuk menjadi  pemimpin”, tetap banyak tantangan luar biasa yang dihadapi oleh seorang leader.

Ketika anak di bawah naungannya hilang ada hilang ada karena kesibukan di luar, disitu leader harus memutar otak untuk tetap mengambil keputusan yang ok antara pertahankan atau biarkan saja lepas. Kalau dipertahankan, itu tandanya ia harus menaruh kepercayaan lebih, kalau dilepas itu tandanya ia siap back up tugas sang anak. Berat. Memang berat.

Pun gue merasakan beratnya memegang bayak kepala untuk disayangi satu persatu agar mereka bertahan. Gue, sebagai leader percaya kepada teman-teman gue, bahwa mereka adalah Agen perubahan yang badhai! Gue percaya teman-teman di bawah naungan gue punya apa yang disebut “Komitmen”.

Me, as a leader… Sesimple satu kata ini aja loh sebenernya. “TRUST”.

Testimony(et):

1432046874111

Pertemuan pertama. Complete (checklist).

1432206626874

Saat rapat besar untuk yang pertama kalinya. Bangga memperkenalkan kalian, guys!

cats ss

MY MACHOS!!

IMG_0980

Leader, jangan paksakan senyummu seperti ini ya :”) SHO FREAK! wkwk… Karena leader yang baik akan tersenyum dengan tulus (tapi bukn berarti gue ngga tulus ya)! EH tapi gue kan emang Amel, bukan Tulus :”))

25757e12b98fe1f4466ee695ccffb088

Seserius ini :”) Gue tidak salah memilih.

S__5234720

Happy ya! Yippyyy!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s