Like Usual

Terlalu biasa.. layaknya hari biasa. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bangun pagi, mandi, pakai baju (yang untuk beberapa tahun ke belakang juga tahun ini tidak baru), bawa amplop juga sejadah dan mukena lalu shalat ied, pulang lalu salaman yang…. no dramas, no tears…. layaknya hari biasa, lalu makan daging bersama dalam diam. Udah. Gitu aja. Nothing’s specials meskipun banyak orang yang menganggap hari ini luar biasa.

Ya… Katanya, hari ini hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Lalu… Betapa bahagia mereka memampang foto bersama keluarga, dengan caption sama, yang intinya meminta maaf. Seperti tiada sedih dalam raut wajah tiap foto yang mereka update di instagram, path. Entah aslinya. Namun gue tak melihat sedikitpun kebohongan. Ya. Sepertinya mereka benar-benar bahagia.

Gue benci setiap inci hidup gue yang penuh dengan rasa tidak bersyukur. Gue tau, betapa tidak boleh rasa ini tetap lalu membiarkannya berkembang. Gue tau. Tapi gimana? Gue mengakui kekurangan gue dan gue sadar ini mengganggu.

Betapa rasa tidak bersyukur membuat iri meradang… Komat kamit semua kebun binatang keluar untuk mencibir siapapun yang dianggap mengusik.

Hey… Sungguh.

Betapa gue merindukan sesuatu yang tidak seperti ini. Makan di meja makan sambil mengobrol santai, ketawa tawa…. Salim bukan hanya sekedar bilang, “maaf ya…” tapu lebih. Ada pelukan, ada ciuman hangat…. Tapi ngga ada. Ngga akan pernah ada mungkin.

Gue ingin sesuatu yang bisa gue pamerin ke seantero jagat raya kalau, “hey.. This is my lovely family.” tapi engga. Gue masih terlalu naif untuk mengakui bahwa mereka berarti… Meskipun menurut gue, masih menurut gue, merekalah yang membuat gue “merasa” seperti sekarang. Tapi ngga juga. Katanya ini suratan Tuhan. Persetan semua takdir.

Maafin gue, Tuhan. Gue ingin mengeluh. Gue tau caranya. Shalat, berserah, kata temen gue. Tapi gue belum tergerak untuk melakukannya.

Bahkan gue berpikir untuk melakukan rencana busuk, yang gue rasa ini bisa menenangkan gue, meski gue ngga yakin.

Harus gimana?

Udah lah gue udah mulai ngaco. Terima kasih atas segala hidup. Meski gue ngga puas, yaudah. Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s