Datang (lagi)

Ya ampun. Apa ini takdir gue atau gimana? Lagi lagi datang, lagi lagi datang. Ngga ada mood. Murung. Sedih. Bete. Oh my!

Yang lain lagi pada asik ketawa, ada yang lagi diskusi, ada juga yang lagi nulis, liatin temennya nulis, ada juga sih yang main handphone sendiri (gue salah satunya. yaiyalah lagi nulis blog gini).

Gue memang begini ya? Apasih namanya? Sensitif? Atau apa sih? Soalnya gue merasa hidup dengan pemikiran yang dangkal begini sungguh menyiksa.

Bagaimana tidak? Gue harus menjauh dari teman-teman yang sedang ketawa tiwi karena gue ngga sanggup untuk bahkan senyum sedikit. Gue harus tarik napas dalam-dalam, lalu gue tahan, lalu gue keluarkan pelan-pelan (sesuai teknik relaksasi yang gue tau), namun tetap dada gue sakit. Menahan gejolak darah yang mulai naik ke kepala. Pusing.

Ya ampun gue harus gimana? Ini tanggung jawab gue, dan gue ngga bisa. Gue harus gimana? Gue ngga ikut prosesnya, ngga bantu apa-apa, lalu gue ini apa ketika di dalam situ gue ngga ngapa-ngapain?

Tugas gue krusial loh, gue tahu. Tahu banget.

Bye….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s