Welcome, August!

Gue tidak tahu harus nulis hal seperti apa yang mampu mendeskripsikan perasaan gue sekarang. sedih, pasti. Karena? Bakat gue kali, emang udah sedihan mulu kerjaannya. Tapi sedih gue kali ini berbeda, karena sedih yang untuk menangis pun susah. Diiringi rasa sesak di dada karena sekarang sudah larut.

Gue bingung bagaimana gue harus bersikap. Menanggung beban di A, atau condong ke B? Kalau kalian jadi gue gimana? Apakah kalian akan memilih komitmen awal kalian yang terbangun karena bujuk rayu maut, atau komitmen yang muncul karena sesuatu hal yang tidak kalian duga?

Masalahnya, di sesuatu yang tidak kalian duga tersebut kalian berperan sangat penting, begitu pula di sesuatu yang kalian pilih karena rayuan maut. Pilih mana?

Apakah kalian mungkin akan menganggap ini sebuah tantangan? Atau gimana?

Agustus… Baru kali ini gue ingin bulan ini cepat-cepat berakhir.

Agustus… Baru kali ini gue ingin tanggal 4 besok segera lewat, langsung bulan depan aja.

Agustus… Semoga gue kuat. Jauh lebih kuat dari beton yang di atasnya tertancap kawat berduri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s