Jatuh Hati (terus-terusan)

Untuk kesekian kalinya aku jatuh hati pada malam. Malam yang berbeda, jauh dari idaman.

Untuk yang ke sekian kalinya aku terhanyut akan sunyinya malam yang menenangkan, yang siap membunuhku di akhir cerita.

Mengapa ada malam yang lain?

Ah.

Bukan pertanyaan ini yang seharusnya muncul di awal.

Apakah aku yakin jatuh hati pada malamku yang bukan malam biasanya?

Atau hanya merasakan afeksi sesaat seperti dengan malam-malam sebelumnya?

Terkadang aku benci untuk terus-terusan mencari, lalu merasakan hingga menemukan, lalu berekspektasi tinggi, yang kenyataannya membuat hancur.

Lalu apakah aku jatuh hati lagi?

Hey, wahai malam baru.  Bolehkah kau pergi saja dan berlalu tanpa meninggalkan bekas?

Bolehkah hariku cepat berlalu agar tiada lagi kutemukan dirimu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s