Bayangan

Bayangan kita saling bertautan, menepis temaram lampu bohlam yang memancarkan cahaya kuning hangat.

Bayangan kita mendekat, lalu menjauh seiring pergerakan badan yang maju mundur saat tidak nyaman terasa, namun ia tetap terlihat tenang, tiada ekspresi yang terlihat.

Bayangan kita, menuai isyarat akan jenuh yang mudah ditebak. Terlalu menunduk, seperti sedang gelisah.

Bayangan kita, bukan cermin yang tak pernah menipu. Ia terlihat tenang.

Kapan kegelisahan akan terdeteksi?

Bayangan kita, kuharap saling bergandengan, terus-terusan. Berdekatan tiada celah, walau hanya pada bayangan. Terkait satu sama lain, tiada terpisah.

Bayangan kita, kuharap bukan hanya terlihat lewat pantulan cahaya, yang berbentuk gelap, yang terlihat berbeda, sesuai sudut pandang.

Bayangan kita, kuharap bukan sebuah bayangan yang memunculkan asumsi, tapi sesuai kenyataan yang jelas terlihat dan dirasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s