KATARSIS (lagi)

Sampai kapan kesendirian menjadi hal yang melegakan? Lalu sebenarnya tidak. Ngga ada gitu bentuk lain selain kesendirian yang membuat hati linu karena semakin sedih ketika melihat yang lain tertawa? Iri. Mempunyai perasaan begini membuat hati miris.

Sampai kapan bungkam terasa menyenangkan? Apakah tiada bentuk lain yang tidak diam? Kenapa di saat perasaan ini muncul, tetau lingkugan serasa mendukung. Gabung grup A, lagi sibuk buka laptop sambil mengerjakan suatu hal. Gabung B, ngerumpi. Sudah. Sudah ada usaha untuk gabung, mencoba menjadi menyenangkan. Dan ngga bisa.

Sampai kapan muka kusut ini meraba dan esenangan, lalu tidak dapat? Dapat, mungkin. Namun tidak dalam waktu cepat.

Dan akhirnya. Diam ialah jawaban.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s