Emak Disorder

Berikut saya paparkan definisi Emak Disorder menurut para ahli (nujum):

Emak Disorder adalah suatu gangguan verbal pada individu yang cenderung bersifat semi-permanen, permanen, dan/atau permanen akut (Pratami, AJ. 1901)

Emak Disorder merupakan gangguan menular yang terjadi melalui penglihatan dan pergaulan secara intens dengan penderita. Gangguan ini menyerang otak penderita hingga menyebabkan pemikiran yang absurd dan tidak adanya korelasi antara apa yang dipikirkan dengan apa yang diucapkan. Gangguan ini juga mengakibatkan perubahan tingkah laku pada penderita menjadi pribadi yang ngakakable, jogetable, dan bonengable. (Amelia, MC. 1935)

Symptom Emak Disorder telah dijelaskan dalam DSM-XIX kemudian direvisi dengan beberapa perubahan pada DSM XIX-R. Seseorang dapat dikatakan terjangkit gangguan ini ketika setidaknya mengalami satu dari empat symptom di bawah ini:

  1. Slip of the Tounge yang parah dan berkelanjutan. 3-5 kali per hari. Seperti:
    • “Gue masih punya ‘ETIS’!” ETIS yang dimaksud adalah “ETIKA”
    • “Itu kucing mati atau kucing?” maksudnya, “Itu kucing mati atau masih hidup?”
    • “Lampu kamar gue mandi.” maksudnya, “Lampu kamar mandi gue mati.
  2. Gerakan-gerakan tangan seperti berjoget, namun belum terdefiniskan secara jelas, seperti yang daat dilihat dalam video di bawah ini:http://beyondordiary.tumblr.com/post/131544945245
  3. Selera humor bertambah, ditandai dengan lamanya intensitas tertawa setiap harinya.
  4. Boneng (mulut menganga dengan bibir atas dilipat ke gusi), seperti yang dapat dilihat dalam foto di bawah ini:DSC_0381

KISAH NYATA dibalik penderita Emak Disorder:

–M, 20 tahun, mahasiswa. M menyatakan bahwa ia mulai merasa terdapat keanehan dalam dirinya beberapa bulan setelah pertemuan pertama dengan temannya yang menderita gangguan ini. Ia mengaku, pertama-tama, selera humornya bertambah, lalu muncullah perilaku imitasi’. Ia mengimitasi gerakan tangan temannya yang mengidap gangguan ini, disertai pula munculnya perilaku boneng yang berkesinambungan dengan gerakan tubuhnya. Meski sering bingung dengan apa yang ia katakan, namun ia merasa lebih happy ketika bersosialisasi dengan sesama penderita dikarenakan adanya banyak kesamaandi antara mereka.

–A, 21 tahun, mahasiswa. Sebelumnya A sama sekali tidak pernah merasa akan terjangkit gangguan ini. Namun, setelah terpapar langsung oleh subjek selama kurang lebih 2 tahun, A mulai merasa bahwa beberapa symptom muncul dalam dirinya. Seperti ketika ia bercakap-cakap dengan temannya, ia seringkali mengalami slip of the tounge. Terlebih lagi, A sering merasa tidak mampu menahan perasaan ingin berperilaku aneh, seperti mengeluarkan gerakan-gerakan yang tidak familiar dan dianggap tabu oleh orang-orang sekitar.

***

Source:

Amelia, MC. (1935). Jelajah Penderita Emak Disorder. Mars: Unknown Publisher.

Pratami, AJ. (1901). Mengenal Lebih Dekat, Emak Disorder. Bikasey: None Publisher.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s