Yesterday

Q1: Hal yang paling cepat berlalu?

A1 : Waktu, ketika kita nyaman di dalamnya.

Waktu memang hal yang paling menakutkan. Hal yang paling ngga bisa diganggu gugat. Hal yang paling esensial, hakiki. Ngga bisa mundur, juga ngga bisa maju begitu aja.

Jangan bermain dengan waktu! Atau… yhaaa tunggu menyesal aja.

Gue suka bermain dengan waktu. Malas-malasan kalau gue rasa gue masih punya banyak waktu, lalu ngebut ketika ternyata waktu hampih habis. Hampir selalu. Tapi gue ngga apa-p. Menurut gue, itu bukan suatu masalah berarti. Hanya sesuatu yang membuat gue “sangat repot”. Bayangkan! Setiap beberapa menit sebelum masuk kelas, gue selalu dilanda panic attack lantaran gue baru mandi 30 menit sebelum kelas masuk. Bukan, bukan karena gue bangun kesiangan. Tapi karena gue pikir waktu masih cukup panjang, jadi gue menunda.

Akhirnya… Mandi ngebut, engga sarapan, dan ngeluarin uang 4rb untuk ngojek dari gerlam ke kampus. Betapa waktu begitu membuat repot.

Waktu… Ngga bisa berbalik. Mau kita nungging-nunging, memohon untuk bisa mengulang hal yang sama, waktu ngga akan mau kembali. Ngga bisa. Yang kita bisa hanya menyesal, ketika apa yang menjadi kesempatan bagi kita terlewat, walau hanya sedetik. Yang bisa kita lakukan, akhirnya hanya mengenang. Mengenang kejadian di waktu yang tidak bisa kita ulang.

Waktu cepet banget berlalu. Rasanya baru kemarin gue menikmati masa SMA. Ikutan OSIS, diandelin sama orang yag gue taksir, bikin video buat STAMFORD…… Lalu perpisahan…. Rasanya baru kemarin gue lihat pengumuman lolos Psikologi Unpad. Open house, PMB…. Ternyata sekarang udah semester 5. Dan banyak sekali hal yang gue lewatkan, terutama di akademik gue. Karena waktu.

Andai bisa diulang….. Gue akan minta balik ke masa:

  1. Satu hari sebelum gue memutuskan untuk berhijab
  2. Di bekasi. Setiap waktunya selama gue di sana
  3. Semester 1
  4. Sebelum gue menstruasi, kelas 5 SD
  5. Setelah gue tahu gue gagal masuk Forsi
  6. Banyak lagi…..

Dan gue ingin mengulangnya. Memilih, memutuskan hal yang terbalik dengan yang gue lakukan hingga detik ini. Tapi ngga bisa, gue sadar. Dan yang gue lakukan yhaaa…..udah.

Gue hanya bisa mengalah dengan keadaan, dan meneruskan hidup gue sekarang. Sometimes…. i feel happy like nothing happened. I smile, laugh, ngobrol cantiks with others, gossiping, berinterakdi deh pokoknya selayaknya manusia normal yang butuh sosial. Terkadang juga gue memiliki rasa haus akan pencapaian, panic attack, krisis identitas kata Agen Ay, felling unhappy, merasa ingin berakhir… emosi negatif deh pokoknya.

Tapi yaudah.

Gue merindukan waktu di mana segalanya baik-baik saja.

Now I long for yesterday.

Btw, kenapa gue memilih lagu ini? Lagu ini salah satu bukti betapa waktu cepat berlalu, dan ngga bisa balik lagi. Kalo bisa, mungkin Agen E akan memutar kembali waktu saat The Beatles lagi sukses-suksesnya hingga doi bela-belain datang ke konsernya di luar negeri. Atau… doi minta dilahirkan lebih cepat? Bisa jadi.

Ini adalah lagu nostalgia yang luar biasa membawa kembali kenangan-kenangan yang kita punya. Membuat kita berpikir bahwa waktu yang panjang ternyata ngga sesingkat yang dibayangin.

Maksimalin waktu yang ada yuk! Biar tua nanti tiada kata kata menyesal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s