Friday 13th

Selamat hari jumat tanggal 13!

Ada apa hari ini? Hm. Sejujurnya bukan karena hari jumat dan apalagi tanggal 13nya sih. Tepatnya, gue memang sedang tidak dalam kondisi seimbang, hari ini. Ngga seimbang terus sih, hidup gue. Makan berlebihan, tidur berlebihan, iman sangat kurang, pacar juga nga ada (SO WHATT??!!!), uang juga ngerasa kurang terus.. Ya. Gitu deh. Serba merasa tidak seimbang.

Tapi serius, bener ini mah. Gue sedang berada di mood yang jelek. Muka gue nekuk, tatapan gue ‘tidak menyenangkan’, gue banyak diem. Sedikit ketawa aja tadi waktu sama emak lagi observasi. Selebihnya, gue merasa bobrok. Kopong. Kopong banget.

Ada yang salah dengan diri gue yang bukan diri gue! Gue seperti terbatas. Ruang ekspresi gue bak ditutup rapat. Gue tidak lagi seperti gue yang gue kenal. Gue makin tertutup dengan diri gue sendiri. Malu untuk berekspresi, mengungkapkan apa yang gue rasa, makin sering bilang “kamu baik-baik saja”, makin sering memaki dalam hati. Dan gue muak.

Entah hidup apa yang gue jalani dengan keterbatasan yang menyiksa batin dan menguras energi ini. Selalu ingin memaki, tapi ngga bisa gue surakan. Selalu ingin menangis, tapi tanpa air mata. Entah hidup apa yang gue nikmati dengan kata-kaya ‘tai’ ini. Bahagia yang ‘kadang’ dipaksa, demi memenuhi kebutuhan afeksi gue dengan teman terdekat gue.

Keluhan yang ngga pernah gue suarakan, namun sangat membuat meringis dan menggigil. Perasaan takut akan judge negatif yang keluar ketika gue kembali seperti “Amel yang MENURUT GUE literally Amel, BENAR-BENAR Amel”.

Lalu kenapa banyak orang sering membicarakan sakitnya? Tapi gue terkadang ngga bisa. Ngga bisa sluas ini membuka hati gue untuk membaginya ke semua manusia yang gue mau.

Gue seperti bukan gue yang selalu mengumpat, ngga seoptimis dulu. Ngga se-sosialita dulu. Gue bahkan ngga ingin bertemu siapapun yang kepadanya memang gue ngga harus ketemu. Gue malu dengan diri gue yang ngga hina di mata orang lain, tapi sebenarny hina. Merekanya aja yang tau kulit gue doang. Dalem gue? Kayak setan.

Selamat tanggal 13, hari jumat!

Gue memutuskan, apapun yang terjadi nanti, jikalau itu memang membuat gue happy, gue akan melakukannya. Sambil menunggu rambut di kepala pitak gue gegara that fucking accident, gue akan mempersiapkan mental. Gue harus jauh lebih bahagia dari ini.

Terima kasih, apapun itu namanya, Tuhan atau apalah. Maaf selama ini mengumpat dan memaki. Gue hanya butuh lebih mengerti lagi daripada sekarang.

Satu lagi. Gue muak dengan kata-kata, “Mel, leher lu kemana-mana”, “Mel. Keliatan”, “Mel rambutnya, ih.”, “Mel, ketek.”, “Mel, ketat banget baju lo”. Thanks.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s