Currently Mood

10:03

Tadi, gue sampai kelas pukul 08:30. Melihat orang merengut, kemudian datang seseorang ke orang merengut itu, membicarakan tugas mereka. Orang merengut menjawab dengan mata menyipit penuh kerutan di dahi, dan dengan suara yang meninggi. Orang merengut sedang stress, dengan alasannya sendiri, yang semua orang ngga akan tahu jika tidak bertanya padanya.

10:07

Lalu gue duduk di sebelahnya, awalnya gue bertanya? “Lo duduk di mana?” dengan maksud gue ingin duduk dekat colokan yang ada di dekatnya. “Lo maunya dimana?” jawabnya masih dengan raut muka sama. Membuat mood gue turun satu tingkat.

10:09

Entah. Semua sedang mengalami masa semacam apa dengan diri sendiri. Betapa terlihat tidak profesional dan kekanakan, termasuk gue. Gue sedang merasa ketidakcocokan yang sangat dengan peers gue, dengan alasan:

  1. Most of them memiliki sisi negatif yang sama seperti gue. Masalah mood yang kadang jelek. Entah gue yang tidak bisa mengerti atau apa, tapi gue merasa, bukan yang seperti mereka (dengan mood yang demikian) yang cocok dengan gue. Iya, gue egois. Gue tidak bisa membuat orang lain bahagia dengan menghiburnya ketika mereka sedang not in a good mood. Dan gue benci dengan ini. Gue cenderung terbawa mereka  ke dalam emosi yang negatif.
  2. Gue tidak suka dinasehati. Terkadang cara mereka berbicara seperti mereka sedang berbicara dengan orang dungu. Dan gue yang memang pengetahuannya tidak sebanyak mereka, merasa tidak nyaman. Ya. Gue selalu ingin menjadi dominan yang serba tahu. Apa gue harus mencari orang yang lebih dungu? Promise me.
  3. I hate for being woman who always follows. Gue benci menjadi pengikut. Gue ingin ini, lalu yang lain kekeh ngga mau, yaudah gganti haluan. Meski diseimbangi oleh diskusi yang membuat semuanya berbicara, gue benci ketika ada yang selalu ngelead tapi eksekusinya ya.. bagus. Tapi sifat yang hanya memerintah tapi aksinya sedikit juga membuat malas.
  4. Gue benci menghadapi orang yang sedang moody. Serba salah. Padahal gue juga moody, dan setiap moody gue selalu ingin dimengerti. Egois, memang. Dan memang sekarang gue semakin egois.

Gue ngga tahu ada apa dengan diri gue. Gue merasa hampa, kosong, ngga jelas hidup gue buat apa. Untuk apa gue menjalani hidup yang menyebalkan gini, gue ngga tahu. Betapa lemah hidup gue sekarang, betapa gue menipu orang lain pun diri sendiri, gue ngga tahu. Yang gue tahu, gue sedang di massa kehilangan jati diri gue sebagai manusia. Ngga punya pegangan, ngga punya tujuan jelas, ya… gue yang sekarang ya gini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s