Another Sides of Me

Apa ya yang semua orang belum tau tentang gue?

Gue yang labil dan melow? Kelihatan. Bukti: gali aja isi blog gue. The posted is full of emotion. And mostly…. mmm kebimbanganketidaksukaan, kebencian, kekeliruan, ya…..

Gue yang tremor? Jauh lebih kelihatan. Bukti: lack of memory, kalau presentasi sering banget terjadi. Alhasil gue suka bilang, “Mmm apa? Hmm….” atau parahnya lagi gue terhening seketika. Gue juga ngga bisa nyanyi di depan orang dalam sebuah pertunjukkan. Pasti nadanya kemana-mana. Ditambah lagi, my heart beat go very very fassttttt, 200 km/jam ada kali, dan seringkali membuat dada gue sesak. Ini terbukti waktu gue kemarin nyanyi di makrab RadioMU — yang keren banget, btw.- dan… latihan di H-1 acara ngga ngaruh-ngaruh amat ._.

Gue yang pengen jadi seksolog? Semua orang yang follow twitter gue di tahun 2013 (setelah lulus UN) juga tahu kalau ini gairah gue. Bukti: display name twitter gue saat itu adalah “PAKAR SEKSOLOGI” dengan CAPSLOCK.

Gue yang ekspresif? Tahu lah. Bukti: sering pakai baju cerah (sekarang intensitanya berkurang lantaran ketidaknyamanan gue mengenakan yang katanya wajib dipake wanita muslim untuk menutupi aurat. Persetan aurat. Terus… perubahan tingkah gue begitu terlihat. Dari yang ketika joy menguasai diri gue, terus tetiba sadness campur angry muncul…. Kelihatan lah, semua orang tau, ditambah gue aktif ngeblog dan share tulisan gue yang dipikir-pikir isinya curhat semua. AH! Frontal itu cara berekspresif kan ya? Itu gue. Bukti: di atas.

Ya… Gue rasa semua orang tahu tentang gue sampai se-dalam-dalamnya, karena keterbukaan gue yang sangat. Kepada siapapun, karena gue mudah menganggap orang lain dekat dengan gue. Me, a woman who needs affection, you know. Sekali gue merasa nyaman, gue akan memberikan diri gue, membuat diri gue tunduk dan buka-bukaan deh.

Tapi kayaknya kalo yang ini kalian belum tahu, deh. Nih. Tapi ini jatohnya jadi fakta tentang gue sih. Apapun lah:

  1. Gue tidak suka keramaian, sesungguhnya. Nyaman aja sih. Tapi ke tahap yang suka banget, belum. Gue merasa terintimidasi ketika gue berada d tempat yang ramai, terutama karena penampilan gue sekarang. Gue merasa out of fuckin’ date. Gue bukan Amel.
  2. Gue benci berdiskusi mengenai hal yang tidak gue minati, sepeti: when someone asked me, “menurut kamu, apa yang terjadi pada Indonesia saat ini di bawah kepemimpinan Jokowi?”. Not because I don’t love my country anymore, tapi karena mengarah ke isu politik yang oh MY to the GOD sangat tidak gue minati.
  3. Gue benci membicarakan soal agama. Entah itu isu-isu tentangnya, perayaan besar, atau bahkan keiamanan gue sendiri, gue benci membicarakannya. Bagi gue, keimanan adalah sesuatu yang sakral, yang siapapun bebas memilih tanpa diganggu gugat, pun dibahas, apalagi diintervensi seperti diceramahin, atau ditanya “Amel udah solat belum?”
  4. Gue tidak suka berdebat, meski perdebatan intelektual sekalipun. Alasan: karena gue orang yang sans dan cuek kali ya, sehingga gue ngga pernah berminat untuk memperdebatkan apapun. Bahkan kalau gue dihadapkan pada situasi rumit yang orang-orang di dalamnya pada ‘ngotot’ pun, gue lebih memilih diam. Capek.
  5. Gue benci orang yang bertele-tele dan lambat, ditambah lagi orang yang tidak memberi kepastian dengan bilang, “Insyaallah ya.” Hei, susah amat bilang iya/engga.
  6. Gue kalau marah kayak singa sange. Ngga bisa ditahan, kalau udah memuncak, pokoknya nakutin deehh. Tapi gue jarang marah. Hanya kalau sudah menumpuk berbagai rasa aja haha.
  7. Gue tidak pernah menangis, bahkan ketika gue ingin menangis sekalipun, sampai-sampai gue berpikir gue ngga punya perasaan. Jarang sih, bukan ngga pernah. Gue baru bisa menangis ketika dihadapkan pada sesuatu yang begituuu menyebalkan. Kayak pas kucing gue mati, terus pas dapet mimpi paling bangsat sedunia yang membuat gue menjadi seperti sekarang, ah terus pas gue galau ngerasa dilupain sama temen gue. Ya. Hanya pada momen-momen emosional tertentu gue bisa menangis.
  8. Gue adalah orang bermuka dua yang paling hebat. Gue bisa dengan mudah menyembunyikan perasaan yang gue rasakan, dan menunjukkan ekspresi yang berlawanan. Gue artis papan atas yang hebat. Tapi ini ngga beraku ketika gue sedang tidak mood.
  9. Gue suka memaki, di dalam hati. Ditunjukkan untuk semua orang yang ingin gue maki apapun alasannya, termasuk diri gue sendiri, tak terkecuali teman-teman dekat gue. Betapa pecundangnya.

Udah ah ngga mau terlalu banyak. Delapan poin di atas merupakan sisi lain dari gue yang kayaknya ngga semua orang tau, dan sejujurnya gue ingin semua orang tau, karena gue lelah bermuka dua. Gue sangat lelah menjalani hidup gue yang sekarang. Gue benci diri gue yang aneh.

NB: This is not Amel. This is an old Amel, sebelum semuanya berubah menjadi serba bangsat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s