Menata Hati (Opposite)

Aku tidak jatuh cinta kepada siapapun. Atau aku yang terus-terusan menekan rasa yang sesungguhnya bisa saja kuungkap demi sebuah pengakuan?

Aku tidak sedang berharap kepada siapapun untuk dimengerti. Atau aku yang mengelak perlakuan orang yang sepatutnya aku pertimbankan?

Aku tidak sedang memikirkan takdir yang menyiksa. Sudah kukubur dalam hingga kulupa bahwa aku sudah hidup selama ini, dan mendapati bahwa hidupku baik-baik saja.

Aku tidak sedang merasa sakit dan tak nyaman. Semua sudah hilang, tak ingin kurasakan lagi. Padahal rasanya tak sesakit apapun. Hanya diri yang berlebihan.

Aku tidak sedang memimpikan masa depan yang hanya membuat diri semakin berangan. Biarlah sgalanya mengalir sesuai rencana Yang menciptakanku. Katanya rencananya selalu yang terbaik. Kita buktikan saja.

Aku tidak sedang merencanakan untuk menghilangkan, untuk melupakan perasaan apapun. Biar waktu yang mematikannya.

Aku tidak sedang iri kepada siapapun karena mereka memiliki harta yang mereka banggakan dan dapat dengan mudah memamerkannya. Toh aku juga punya. Ada saatnya untuk membuktikan.

Dan semua berkebalikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s