A Good Night for Galauers

Yeah. I still wake up, guys! WHOA! Midnight is always fun for me. My work time haha. Let’s try to flashback. A few minutes ago… I’m just happy with a film I watched. Love, Rosie.

Iya, judulnya Love, rosie.

One thing I’ve learned from the film is.. Oh, please… Saying I love you to someone that you love is not wrong. It’s not a big deal. I love you is just a three fucking words that everyone can say.

Right. So easy to say. Ngomong gampang. Kenyataannya? Kalau gue sih, entah apa namanya, gengsi ataupun apapun lah sebutannya, sudah pernah mendeklarasikan satu kalimat dalam kepala gue, untuk diri gue sendiri bahwa: I will never say that three fucking shit words ke siapapun, kecuali ke Mama dan Papa. Oke, dan ke adik gue kalau memang dibutuhkan. Kecuali lagi, ke manusia yang bersamanya gue benar-benar merasakan suatu getaran maha dahsyat jika gue bersamanya. Dan alam pun mendukung, membuktikan.

Misalnya nih, ketika gue bersama dia, berduaan. Tiba-tiba hujan, bikin merinding. Lalu dia kasih jaketnya ke gue, “Pake nih, Mel.” terus gue melting like a cheddar on the top of pizza.

Atau misal lagi, ketika gue bersamanya, alam bak menuntut gue untuk melakukan hal yang membuat bulu kuduk berdiri. Misal saat di bioskop, gue sedang berdua denganya, lampu mati, kita nonton, dan dari situ gue bisa lihat siluet mukanya dari samping dan bilang, “Oh God, I feel comfort.. I feel safe.. besides him.”

Atau.. Misal, satu lagi, oke. Saat di toko buku, di mana semua buku berbeda kumpul di satu ruangan, kita pun begitu. Beda selera, tapi kita berdua bisa saling toleran. Dia mau beli buku tentang, how to make love with enjoyable positions tonight.. Wow! Gue juga suka itu, gue tertarik. Alam mendukung gue, untuk bersama denganya mencari buku yang dia suka, eeh gue juga suka. EH, toko buku itu menyediakan banyak pilihan buku yang kita mau, dan kita sibuk memilih. Alam benar-benar memanjakan.

I love you, bagi gue bukan hanya satu kata dengan delapan huruf. Lebih dari itu, I love you adalah rentetan kata yang paling emosional. Paling menguras afeksi.

Hm… Yang bikin baper dan sedih di film ini menurut gue yaitu: betapa perasaan yang dipendam akan membuat dada begitu sesak. Benar-benar sesak, loh. Padahal kenyataannya, keduanya memiliki perasaan yang sama. Hanya mereka benar-benar menutupi perasaannya alih-alih mereka sahabatan sejak lama.

Dan yang paling gue suka, kata-kata paling menyedihkan, paling menyayat, paling BAPER, paling WAH sebenernya ini intinya, adalah ketika Rosie mengatakan,

“Choosing the person that you want to share life with is one of the most important decisions any of us makes ever. Because when it’s wrong, it turn your life to grey…. Sometimes you don’t even notice until you wake up one morning and realize years have gone by…… And sometimes you don’t see that the best thing that’s ever happened to you is sitting there, right under your nose.”

di pesta pernikahan Alex.

Saying I love you isn’t that easy, actually. Kita juga harus melihat apakah orang itu tepat. Kalau engga, hidup akan menjadi abu-abu. Itu kalau masih beruntung, gue bilang. Kalau engga, hidup kamu akan sepenuhnya hitam, dengan pilihan yang salah.

Gue setuju banget sama kata-kata Rosie. Terkadang kita lupa bahwa yang terbaik untuk kita dekat. Tapi kita selalu sibuk mencari. Defense kita begitu besar. Selalu merepressed rasa, padahal udah lama kita pendam.

Gue ngga tahu jenis remaja macam apa gue, yang kerjaannya galau melulu. Harusnya sih, gue sudah melewati masa krisis remaja. Tapi belum. Dewasa gue akan telat, mungkin.

Oke, lanjut. Dan satu lagi pesan tersirat yang gue dapat dari film ini, yang seharusnya sih membuka mata gue dalam-dalam adalah… “Manusia adalah manusia, bukan cenayang, bukan yang bisa baca pikiran. Katakanlah apa yang sedang kamu rasakan kepada orang yang kepadanya kamu ingin katakan itu, apakah itu cinta, atau amarah sekalipun, dan mungkin hidup kamu dan dia akan lebih baik.”

Andai… Rosie dan Alex sama-sama menyatakan perasaannya sejak awal. Mungkin ngga akan ada Katie, anaknya Rosie. Mereka terlalu takut untuk mengungkapkan perasaannya, alih-alih sahabat tadi.

EHM. Makanya gue pribadi, sebagai wanita sangat tidak menganjurkan perempuan dan lelaki sok bersahabat. Normally, gue rasa ngga ada satu alasan pun yang mengikat mereka sebagai sahabat, kecuali mereka kakak adik atau sepupuan. Sisanya, pasti ada benih-benih rasa, yang pasti bisa berkembang.

Masih ada yang mau bilang, that man is your bestfriend, ladies? 

Kalau gue sih, akan menarik kata-kata malam itu, buat seorang lelaki yang gue bilang dia gue anggap sebagai sahabat. No, you’re not. You’re just my friend. Teman yang gue butuhkan untuk melakukan beberapa hal.

Terkesan kejam sih, tapi emang gitu 😦

Iya oke, gue ngaku galau nonton film itu. Gimana bisa pesan dari film itu begitu nemplok di kepala gue. Tapi gue, seperti yang gue katakan di atas, gue bukan tipe se-agresif itu sampai bilang suka duluan. Pernah sekali, dan ngga akan lagi.

Awrwrwrrwrkkkkk.

Kalau tiba saatnya, waktu untuk gue mengungkapkan sesuatu tanpa ditolak, benar-benar ada jaminan bahwa gue ngga akan ditolak, nah… itu saat dimana gue akan bilang.

Kalau gue ditolak, ngapain? Bikin malu!

Oiya. Satu lagi, tonton deh “Love, Rosie”. Bagus filmnya. Menantang untuk kamu yang sudah ancang-ancang bilang, “Engga! 2016 gue ngga boleh baper!”


Image source: Here.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s