Mad

I just lay down with my wet face. Thingking. Isn’t that enough?

Lima bulan berlalu sejak kecelakaan itu.

List kehilangan:

  1. Handphone (yang ternyata dia adalah segalanya buat gue)
  2. Rok pink panjang
  3. Baju panjang warna hijau tosca
  4. Rambut
  5. Bra hitam kesayangan
  6. Uang pengobatan

Ini pertama kalinya bagi gue. Mengalami kecelakaan –yang ngga parah– ini adalah pertama kalinya. Ngga parah, gue bilang. Gue ngga dioperasi. Muka gue ngga hancur. Kaki gue utuh. Tangan utuh. Penglihatan masih bagus. Semuanya normal. Kecuali kepala gue yang sedikit penyok dan pitak. Entah tumbuh lagi atau engga.

Gue baru sadar efeknya semenyedihkan ini. Gue ngga akan ngebandingin sama mereka yang bahkan sampai kehilangan nyawanya ya, karena kecelakaan. Tapi kok rasanya mendingan gue begitu sekalian ya?

Dibanding:

  1. Jadi ketua tapi ngga ada kabar, yang balesin line jarang2, hanya kalau disupport sama adik sendiri yang (mungkin) lebih beruntung.
  2. Jadi aktifis tapi ngga tahu info apa-apa.
  3. Jadi teman tapi balas chat curhatan temennya sendiri segitu lamanya

Thanks. Gue udah janji ngga akan mengeluh, tapi rasanya sesakit ini. Gue lupa kapan terakhir kali gue merasa seperti ini. Kalau pernah pun kayaknya sudah lama banget. Air mata ini keluar bukan karena sedih, lebih dari itu.

Marah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s