How To Be Perfect?

senyum-sedih1286561783

Source: HERE.

Ini pertanyaan, bukan saran apalagi tips membangun. Bukan ingin mendikte diri apalagi mengata-ngatai. Ini murni curahan hati seseorang yang sedang patah hati, bukan karena ditinggalkan, bukan karena disakiti, tapi karena sebuah (yang dianggap) kesalahan, ke-tidak-normalan, ke-pahit-an hidup sebagai seorang pemimpin.

Well, gue ngga pernah menyangka bahwa memimpin akan sesulit ini, dengan sifat gue yang baper dan selalu memikirkan kesejahteraan orang lain. Buat gue, ketika orang lain senang apalagi karena gue, itulah kebahagiaan tertinggi gue. Gue ngga masalah mengorbankan seluruh air mata yang gue punya (cuma itu yang bisa gue korbankan. Selain karena stoknya banyak, yhaa memang ngga ada lagi) demi kebahagiaan orang lain. Ngga masalah gue mengorbankan tubuh gue untuk dimanfaatkan sepenuhnya, asal mereka butuh, dan gue bisa kasih, itu kebahagiaan tertinggi gue.

Gue belum bisa memisahkan mana yang seharusnya dikerjakan mana yang tidak, melihat gue yang masih sepenuhnya memikirkan kepentingan orang lain di satu pihak. Dan gue lupa, pihak lain harus berkorban demi itu.

Yang paling membuat sedih adalah kenistaan pikiran gue yang selalu berpikir semua orang akan “fine” dengan segala keputusan gue, padahal engga. Mengapa orang seperti gue bisa-bisanya se-percaya-diri-itu untuk menjadi seorang leader? Bagaimana mungkin gue se-yakin-itu untuk dapat memimpin lebih dari 50 kepala?

How to be ideal but realistic, tell me God!

Kenapa sebuah kesalahan harus tertuju pada gue hanya karena gue seorang pemimpin? Kenapa segala tuntutan datang ke gue hanya karena gue seorang pemimpin? Kenapa kesempurnaan pikiran, wawasan, pengalaman, apapun, semua harus ada pada gue hanya karena gue seorang pemimpin?

Kenapa gue dituntut untuk tegas tapi harus mempertimbangkan semua kemungkinan dan keinginan orang lain hanya karena gue seorang pemimpin?

Kenapa gue harus memikirkan lebih dari 50 orang, kesehatan mereka, kesenangan mereka, keinginan mereka, hanya karena gue seorang pemimpin?

Tell me, everyone! Siapapun, tolong kasih tahu gue yang bodoh dan seperti kambing congek ini…..

Gue sudah melakukan kesalahan, dan gue benci menerima saran dan kritik karena gue tahu kritik datang karena kita salah. Dan salah merupakan hal terburuk lebih dari apapun di dunia ini, bagi gue. Gue merasa ketika ada kata, “Saranku sih, Mel….” dunia gue jadi runtuh, habis seketika. Itu kesalahan, hal terburuk bagi gue.

Segala kata yang keluar dari orang lain bagai sindiran halus buat gue, seakan-akan bilang, “Harusnya begini, Mel!” (HARUSNYA CAPSLOCK). Dan itu membuat gue sedih… Membuat gue kecewa pada diri sendiri… Membuat gue mati rasa…

Tapi di dunia yang berputar ini tak ada yang mutlak dan hakiki. Segala sesuatunya dinamis, dapat diubah, dapat diperbaiki. Dan menjadi sempurna termasuk ke dalamnya. Meski kesempurnaan tak bisa dimiliki oleh manusia, baik bisa menjadi solusi. Dan… Menjadi yang terbaik ngga akan ada selama bola dunia masih berputar. Artinya, kemungkinan akan terus ada.

Manusia bukan diciptakan untuk menyerah, untuk menjadi menjadi pengecut, apalagi untuk menjadi orang yang selalu merasa bersalah. Masih ada hari esok, Mel! Dan kesempatan akan selalu datang.

Trust me, Mel. Believe yourself.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s