Perasaan Perempuan: Lelaki, Yakin Ngerti?

gambar danbo si boneka lucu

Source: Here.

Setelah berusaha mati-matian “mencoba untuk memahami lelaki” lewat postingan gue yang berjudul “Perasaan Lelaki: Perempuan, Siapa Bisa Nebak?”, kali ini gue akan membahas lebih mengenai perasaan perempuan.

Perempuan, seperti yang sudah-sudah gue bahas, merupakan aset bangsa, makhluk yang emosional. Emosional di sini bukan diartikan sebagai orang yang suka marah-marah, ya. Emosional di sini adalah orang yang rentan mengalami gejolak emosi. Sensitif, gampangnya. Ya… Baper (bawa perasaan) lah istilah jaman ngetrendnya.

Menjadi perempuan sesungguhnya sangat menyebalkan menurut gue. Tiap bulan selalu kedatangan tamu yang menyebalkan yang membuat moodnya naik turun bak roaler coaster. Terkadang bisa sangat tinggi (bahagia), dilanjut sedetik kemudian sangat curam (sedih). Itulah gejolak pada diri perempuan. Tidak terprediksi. Perasaan yang sangat menyiksa, apalagi kalau lo (perempuan) termasuk orang yang moody seperti gue. Menyiksa bukan? Apalagi ketika sedang unmood lalu dihadapkan pada situasi di mana kita harus nampak ceria dan bahagia bak sosok pelawak. Dipaksa bermuka dua.

Kerapkali sifat moody ini lah yang membuat kita kaum perempuan dijauhi oleh teman-teman, lelaki khususnya. Karena moodynya, perempuan menjadi bukan ia yang sesungguhnya. Itulah mengapa perempuan istimewa. Menaklukannya tidak mudah. Membuatnya tertawa tidak mudah. Membuatnya menangis? Oh, mudah sekali.

Perempuan, hatinya mudah terluka. Kenapa coba? Ya karena tadi. Perempuan itu rentan baper. Bawa perasaan. Ada nih apa ya namanya. Entah pepatah, atau kata siapa gitu, yang jelas ini hampir semua orang tau lah.

Lelaki itu 90% di otaknya logika, 10% nya perasaan. Sebaliknya wanita, 10% logika, 90% perasaan.

Satu kasus nih berdasarkan pengamatan gue secara langsung. Gue punya teman, lelaki sebut saja Jos. Tentu doi ngga sendiri. Gue akan membandingkan doi dengan teman perempuannya, sebut saja Jes. Si Jos ini baik banget. Ke semua orang doi welcome. Asik banget dah orangnya. Hampir sama semua orang di organisasi yang kami sama-sama ikuti, doi deket. Terutama sama cewek-ceweknya.

Singkatnya, Jos ini dekat dengan Jes. Sampai-sampai Jes ‘agak lebay’, ekspresif maksud gue, dalam menanggapi Jos. Jes menyukai Jos karena segala kebaikan dan kemanisannya, hingga ia mengatakannya pada Jos. Dan apa? Jos hanya menganggap Jes teman, perasaannya kepada Jes murni karena kepada siapapun ia harus baik, katanya. Ini sikapnya ke semua orang.

Karena wanita baper yaa mungkin yang dilihat dan dirasakan berbeda.

Logika Jos: Gue harus baik ke semua orang, karena kalau gue baik orang lain pun akan demikian. Semua orang sama buat gue. Mereka minta tolong, gue bisa ya gue tolongin, tanpa kecuali.

Perasaan Jos: Nothing. Tapi senang sih kalau orang baik ke kita.

Perasaan Jes: Jos baik. Dia pengertian, bisa diajak curhat karena dia pendengar yang baik banget, omaygat dia memberikan gue harapan. Kita dekat banget. Lebih lengket daripada lem alteco.

Logika Jes: Dia baik. Dia suka sama gue deh. Gue bilang deh.

Itu yang terjadi. Ngga berbeda dengan Jes, perempuan lainnya pun demikian. Kerap salah mengartikan kebaikan seorang lelaki. Lelaki ngga salah sih. Logikanya, ketika kita berlaku baik ke seseorang, seseorang itupun akan baik ke kita, kecuali dia memang ngga tahu diri, bego. Perempuan juga ngga salah (perempuan memang ngga pernah salah kan? *lirik cowok), ia punya hati yang ngga boleh diinjak oleh siapapun.

Ada contoh lagi nih. Satu lagi aja. Sebut saja perempuan itu bernama “Bunga”, lelakinya bernama “Kumbang”. Bunga dan Kumbang berada dalam satu kepanitiaan yang menuntut mereka untuk selalu bersama saat menjalani rutinitas di kepanitiaan tersebut.

Suatu hari, mereka pun termasuk teman satu divisinya pulang jam 1 pagi. Bunga resah karena ingin pulang setelah hampir 2 malam tidak pulang ke kosannya. Eeehhh, si Kumbang dengan baik hatinya bilang, “Mau pulang? Yuk Kumbang anter.” Akhirnya Bunga pulang ke kosan deh dianter Kumbang.

Terus kenapa kalo Kumbang nganter?

Kata Bunga: “Ya ampun dia baik bangeeett. Padahal aku ngga minta tapi dia nganter aku! Parah baik bangeeeettt.” Setelah itu baper.

Kata Kumbang: “Wah kasian Bunga kayaknya udah pengen pulang banget. Gue anter deh gue kan cowok, ada motor juga.” Setelah itu dia senang karena bisa membantu.

Awalnya, Bunga tidak merasakan apa-apa. Biasa saja sebagai teman. Tapi kelakuan Kumbang yang tiba-tiba ada di sebelah Bunga, beberapa kali nganter Bunga pulang, dan suka ngejailin Bunga, nah ini bahayanya! Bunga semakin baper!

Apa salahnya kelakuan Kumbang?

Dia baik ke semua orang, dia juga pernah nganter yang lain pulang, dia jail juga sama orang. Perlakuan ini ia lakukan ke semua orang. Ini dia bahayanya perasaan perempuan. Sekali mendapat perlakuan baik, afeksi dari lelaki, langsung aja klepek-klepek. Padahal mungkin bagi sang lelaki, itu bukan suatu masalah.

Lalu… Apakah lelaki mengerti kaum paling emosional satu ini a.k.a perempuan?

Gue akan memberikan data. Dari kacamata lelaki dulu, ya.

Lelaki 1

“Aku biasa aja sih ke dia, Mel. Aku juga deket sama semua orang. Ya.. Aku juga ngga ngerti kenapa dia suka sama aku. Tapi emang banyak sih yang suka sama aku.” katanya pada gue, saat lupa ntah di mana.

Seriously, waktu itu gue ingin nabok dia sampai kejengkang. PUEDE pol!

“Terus waktu dia bilang, kakak jawab apa?”

“Ya… Liat nanti aja. Jodoh pasti bertemu, Mel. Tapi kalau untuk pacaran sih aku belum siap, nanti aja.”

Lelaki 2

Lelaki ini akhirnya jadian sama perempuan yang “katanya” dulu teman, tapi ternyata si perempuan naksir sama doi, dan…. setelah doi jalani, doi siap berkomitmen. Ngomongnya sih bukan pacaran, tapi nempel mulu. Apapun itu lah yhaa….

Katanya, “Yaa, akang juga awalnya biasa aja sih, Mel. Dia baik, akang baik. Dia punya pacar, yaudah biarin. Tapi dia terbuka, Mel. Dia bilang kalau dia suka. Yaudah kenapa ngga coba?”

“Jadi.. Akang tahu perasaannya ke akang karena dia bilang? Terus gimana? Ngga masalah gitu dianya yang bilang duluan?” tanya gue kemudian, saking exitednya.

“Emang kenapa? Ya emang udah deket.”

“Terus pacaran?”

“Apa ya sebutannya…..”

Well, well…  Lelaki pertama dan kedua berbeda nasib. Tapi ada satu core yang didapat. “They both know”, mereka berdua tahu perasaan perempuannya. Iyalah jelas. Ceweknya bilang. Kalo engga?

Tapi apakah mereka mengerti?

Dari sisi si perempuan.

Perempuan 1.

“Dia baik banget, Mel. Sumpah! Dia bisa buat aku nyaman.”

“Emang kenapa?”

“Dia ceritain segalanya, Mel. Hal terbusuk dia.”

“Terus sekarang dia dimana?”

“….”

“He’s sucks.”

Apakah lelaki mengerti kalau dirinya sedang ditunggu-tunggu perempuannya ketika dia tidak mengabari perempuannya setelah sekian lama?

Perempuan 2. 

“Dia cuek habis, Mel. Dia ngga ngabarin sama sekali waktu KKN kemarin. Kita berhubungan kayak buat status doang, tapi gue ngga bahagia. Dia ngga pernah mengerti apa yang gue mau. Yaudah, gue harus mengakhiri hubungan kita, dan sekarang kita putus.”

“Terus? Sekarang masih berhubungan baik?”

“Nah. Sekarang, setelah hampir sebulan kita putus, dia jadi ngedeketin gue lagi, Mel. He’s better. Tapi bukan sekarang gue maunya. Dulu.”

Apakah kalau lelaki sudah berubah lebih baik itu tandanya ia sudah mengerti wanitanya? Merasa bersalah? Atau?

Semua hal tentang cinta memang akan selalu abstrak. Gue tidak bisa bilang, “semua salah lelaki!” atau, “perempuan patah hati pasti karena lelakinya yang brengsek!” atau, “dia banci karena ninggalin gue!”

BIG NO, because they’re just a human like us, ladies! Bedanya, dia berpikir dengan logika. Dia bertindak dengan seluruh kekuatan fisiknya, bahkan. Jadi pantas kalau dia tiba-tiba hilang dari kehidupan kamu. Apakah kamu istrinya yang harus dia hidupi? Atau, apakah kamu ibunya, apalagi? Apakah dia harus stay 24 jam hanya karena kamu pacarnya?

Boys will be boys.

Dia akan main dota terus sampai mampus, baru dia berhenti, bagi dia yang hobi ngedota. Dia akan tidur 48 jam full ketika dia merasa butuh. Dia ngga akan mandi bahkan setelah tiga hari kalau dia malas. Dia bisa seminggu makan mie instan kalau dia mager keluar beli makan. Dia akan pergi, kalau bukan kamu yang bisa membuatnya stay.

Gue ngga akan kasih tahu detil tips how to make men comfort with you, ladies! karena gue benar-benar tidak tahu. Kalau gue tahu, mungkin sekarang gue sudah menikah dan punya anak dua.

Tapi yang pasti… Sentuh logikanya, ladies!

Kamu ngga akan bertahan lama menjalin hubungan kalau kamu hanya pakai perasaan. Dia ngga akan ngerti, karena dia pun, termasuk kamu dibuat dengan logika. Kalau ngga ada logika, kamu ngga akan lahir. Iya ngga? Nih. Oke, mungkin kamu bisa lahir. Tapi apa kamu akan bertahan? Bayangin kalau menghidupi manusia hanya dengan perasaan.

“Ma, Papa laper.”

“Oh, nih Pa, Mama kasih perasaan Mama. Papa boleh makan sampai puas. Perasaan mama ngga akan pernah habis kok, buat Papa.”

Gila kali.

Nih, kalo si Mama bisa sentuh logika Papa, jadinya akan kayak gini.

“Ma, Papa laper.”

“Mau makan apa, sayang? Mama masakin.”

“Apa aja, Ma. Yang penting sama Mama.”

Cara mencintai lelaki: Cintai logikanya.

Laper ya makan. Haus ya minum. Kangen ya ketemu. Cemburu ya bilang, tunjukin. Marah ya ngamuk. Mau pulang ya pulang. Mau pergi ya pergi. Ngga suka ya bilang. Main dota, ya main dota. Males mandi, ya ngga usah mandi.

Kadang cewek kebanyakan pakai perasaan, sampai dia banyak ngomong tapi perilakunya sedikit. Gue, contohnya.

Sampai kapanpun, kalau kamu memaksa lelakimu untuk mengerti, ngga akan bisa, ladies! Dia mengerti dengan logika, bukan perasaan. Kecuali kamu mau berdamai dengan logikanya, maka kamu akan dapatkan dia! Edaaann.

Ngga tahu juga sih gue. Jangan percaya kata-kata gue.

Satu kunci, dan menuju kata terakhir: Baper ada karena ada harapan yang melatarinya.

Lelaki yakin mengerti perempuan?

##OTW CARI TEORI## ##TUNGGU SEASON 2 NYA##

Advertisements

7 thoughts on “Perasaan Perempuan: Lelaki, Yakin Ngerti?

  1. GADIS says:

    ini kayak penyalaman pacar aku, jadi dia punya temen deket cewek trus lama” si cewek suka sedangkan pacarku biasa aja. terus aku lupa ending nya mereka gimana. hahahahaha :v

  2. terreitory says:

    Ah, aku jadi merasa perempuan yang ‘laki-laki’ untuk soal baik ke semua orang karena yah emang udah kaya’ gitu orangnya hahaha… Jadi kalo dibaikin dan diperhatiin sama orang juga ga buru-buru menganggap ada yang spesial, sampai ada bukti kuat yang membuktikan sebaliknya…orang tersebut mengatakan langsung “kamu spesial buat aku”, misalnya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s