Self-Talk: Only Love Can Hurt Like This?

Say I wouldn’t care if you walked away
But every time you’re there I’m begging you to stay

Lagu Paloma Faith berjudul Only Love Can Hurt Like This ini, tepat hari ini menjadi lagu favorit gue di minggu pertama bulan april ini. Gue ngga pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan, tapi yang jelas untuk sekarang gue belum bisa lupain kejadian di belakang, dari awal maret kemarin hingga kini. Cukup menguras energi gue dan it feels like 1000 knifes stabed your chest at the same time. SO HURT. YOU’RE DEATH, ALREADY!

Gue ngga bilang ini cinta, tapi hal yang sudah kami lakukan secara langsung sudah membuat gue merasakan apa yang namanya diinginkan, walau untuk konteks berbeda dengan cinta yang sesungguhnya. Dan gue baru menyadar in setelah kejadian. Gue tidak membicarakan orang yang sama dengan yang sebelumnya. Dia berbeda, dan kalau boleh jujur, dialah yang paling membuat gue berharap sekaligus paling membuat gue sakit.

Bagaimana mungkin dia yang sudah menghina gue terang-terangan lalu dia dengan sengaja menghilang gitu aja? OH GOD, PLEASE SEND HIM TO THE HELL NOW GOD PLEASE! Dia sudah membuat gue melayang, sampai ke titik paling atas lalu dia hilang tepat setelah kita memutuskan untuk menyudahi malam itu? WHTTTH!!!

God, 

Apa gue jatuh lagi ke lubang yang sama? Dengan kisah yang sama namun jauh lebih memalukan? Jauh lebih ditinggalkan karena apa yang dia mau dari gue, gue kasih secara percuma, tanpa imbalan apapun selain harapan gue padanya yang akan dia kabulkan. Dia ada terus, sampai akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan atau udahan. Bahkan kita belum sampai tahap itu.

Dan sekali lagi, dia dengan mulut besarnya membuat gue percaya bahwa apa yang sama-sama kita inginkan bisa kita penuhi bersama, dan… walaupun ke depannya memang ngga pernah ada janji apa-apa, tapi dia sudah bilang satu kata yang menunjukkan bahwa dia benar-benar menginginkan gue. Nyatanya? FUCK! Dia sama aja seperti dua lelaki sebelumnya.

Pola mereka sama.

Menyatakan ketertarikan, menjanjikan untuk ketemu, ketika gue denial sikap mereka yang merayu manja dengan menceritakan lelaki sebelumnya lalu mereka bilang “Kamu kok mengeneralisasikan cowok gitu, sih. Kan beda. Aku ngga gitu.” Bangsat! Nyatanya… setelah gue kasih apa yang mereka mau, mereka menghilang. I wanna kick your ass now, fucking asshole!

I tell myself that I don’t care that much
But I feel like I die till I feel your touch

Gue bilang gue ngga peduli, tapi bodohnya gue masih memikirkan dia. Dia ngga akan balik lagi, tapi idiotnya gue berharap untuk ngga demikian. Gue bentak diri gue sendiri dan bilang dengan pasti, “Udahan, Mel!” tapi gue ngga bisa berhenti.

Mungkin  memang benar.. hanya waktu yang bisa menjawab. Seiring pertambahan umur gue, dan kedewasaan gue nanti, gue pasti akan semakin mengerti dan semakin bisa mengambil pelajaran dari sini.

Hidup itu belajar, Mel! Percaya aja kalau dia pergi, itu tandanya dia sama sekali ngga pantas buat kamu. SEMANGAT SEMANGAT!

So, goodbye ass!

Advertisements

One thought on “Self-Talk: Only Love Can Hurt Like This?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s