Jika kamu merasa lelah akan apa yang sudah kamu geluti (bukan akademik)

Ada satu kata yang terbesit seketika gue memikirkan persoalan klasik masa kini yang dialami oleh hampir semua orang dalam satu organisasi atau perkumpulan tertentu: tujuan.

Tanyakan pada diri kamu hal ini: untuk apa gue bergabung dalam (isi dengan kepanitiaan/ komunitas/ organisasi yang sedang kamu ikuti)? Apakah coba-coba saja? Atau sesuai passion? Atau untuk dapat pride tertentu? Atau untuk dapat pacar? Untuk dapat keuntungan? Untuk merasakan sensasi luar biasa berteman dengan orang banyak? Untuk mengembangkan diri?

Jawab sendiri.

Yang pasti, kalau gue lakukan survey dengan gdocs, pasti jawabannya beragam. Adaaaa yang memang berniat untuk memanjakan diri dengan melakukan apa yang disukai, ada yang karena ingin mendapatkan kewenangan tertentu, ada yang ingin mendapatkan banyak teman, dan banyak.

Personally, I will answers that Q with a simple one. Gue ingin melakukan apa yang gue suka. Gue merupakan tipe setia yang menjunjung tinggi rasa, fyi. Ketika gue sudah menyukai sesuatu, gue akan menggelutinya dengan senang hati, dengan penuh rasa percaya diri. Sayangnya… kesukaan gue banyak, sehingga gue harus secara spesifik menyempatkan waktu untuk melakukannya.

Gue suka menulis, tapi ada masanya gue merasa bahwa tulisan gue ngga greget sama sekali hingga gue malas menulis. Gue suka nyanyi, tapi ada masanya gue merasa ngga perlu nyanyi ketika hati gue sedang terlalu bahagia. Gue suka berteman, tapi ada masanya juga gue butuh sendiri. Gue suka siaran pake banget, tapi ada masa di mana gue lelah cuap-cuap. Gue selalu ingin diandalkan, tapi ada masanya gue lelah selalu diharapkan.

Kamu yang baca gitu ngga sih? Menurut gue sih sama aja.

Masuk ke lubang buaya (sebutlah nightmare jika kamu menyesal) dengan tujuan tertentu, tapi ada masanya juga kamu menyerah dengan tujuan karena keadaan. Kamu lelah, kamu merasa tidak termotivasi, kamu merasa apa yang kamu jalani tidak sesuai ekspektasi, kamu merasa ngga ada yang dukung… banyak lagi.

Dan ngga ada yang bisa memaksa kamu untuk tetap bertahan dengan rasa dan keadaan yang ada kecuali kesadaran kamu sendiri. You know what I mean? 

Organisasi atau perkumpulan atau kegiatan kepanitianan whatever itu emang bisa kasih apa? Uang? Ya. Kecuali kamu menyebut diri kamu pekerja yang dibayar. Gitu ngga sih?

Di luar itu, tujuan ada dua fungsi menurut gue:

  1. Membawa kamu ke jalan yang lurus
  2. Memotivasi kamu bahkan di saat terburuk

Pikirkan baik-baik. Sudahkah kamu menyadari tujuan kamu masuk ke satu lubang itu? Apa impactnya kalau kamu menyerah?

I’m emotionally crying on the way gals!

Balik lagi ke tujuan. Kalau kamu merasa apa yang kamu ikuti ternyata tidak mendukung tujuan kamu, lebih baik kamu pergi dengan kepastian. Don’t ever makes other waiting for you, karena ketika kamu ditunggu dan kamu ngga datang-datang, itu akan sangat menyakitkan bagi yang menunggumu.

Dan belajarlah untuk membuat tujuan yang jelas. Dari awal sebelum kamu masuk lubang yang bisa membuatmu betah atau sebaliknya. Karena dia ngga akan menyesuaikan  diri dengan hidupmu. Itu tugasmu untuk fit di dalamnya, bersama yang lain.

Carilah kejelasan, jika kamu merasa apa yang kamu ikuti tidak memberikanmu penjelasan. Tanyakan ke orang yang memiliki wewenang. Minta saran kepadanya, siapa tahu dia jauh membutuhkan saran, like me honestly.

Carilah pembenaran jika kamu menemukan keanehan, sekecil apapun peran kamu di sana. Berilah masukan dan jadilah orang yang bisa netral dengan segala perasaan meski susah banget demi apapun, gue paham banget.

Satu lagi. Belajarlah untuk menepati janji even perjanjian itu tidak di atas materai dengan tanda tangan. Berusahalah untuk menepati anggukanmu, kesediaanmu menerima segala konsekuensi yang ada. Karena kalau engga, bisa jadi kamu tercatat sebagai orang brengsek yang ngga bertanggung jawab.

Kalau terpaksa pergi… berilah kepastian dan pengertian.

Kalau masih sanggup dan sayang, berusahalah sampai titik darah penghabisan. Ingat tujuan akan sangat membantu 🙂

Love,

untuk semua yang gue kenal, untuk semua yang sudah gue percaya demi apapun.

 

Advertisements

2 thoughts on “Jika kamu merasa lelah akan apa yang sudah kamu geluti (bukan akademik)

  1. terreitory says:

    Belum keliatan mungkin sekarang, tapi berorganisasi semasa kuliah itu efeknya akan berasa banget di dunia kerja nantinya. Membangun jaringan, menumbuhkan percaya diri, memberi kemampuan memimpin dan memanage… Udah banyak kan contohnya anak kuliahan yang akademiknya biasa2 aja tapi aktif organisasi pas lulus lebih sukses (dalam karir) dibandingkan mereka yang semasa kuliah IPK nyaris sempurna tapi cuma kuliah – pulang – kuliah – pulang aja. Tetap semangat yah nakanak kuliahan….! *\(^_^)/*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s