Apa aku boleh goyah?

Daun, aku tak tahu pasti seberapa rentanya. Beda-beda, mungkin. Daun semak-semak kecil, mungkin jauh lebih cepat hancur dibanding daun pohon mangga yang masih bisa menguning dan renyah.

Bunga, aku juga tidak tahu pasti kapan layunya.

Begitu juga batang pohon. Apakah dia lebih memilih retak ketika kekurangan asupan atau perlahan-lahan mengecil, menyusut, lalu hilang…. Tak tahu.

Aku tak pernah merasa sehina tidak dianggap, semenjijikan ketika bahkan mata pun tiada ingin memandangku, setahi ketika harga diriku tak lagi diacuhkan… seperti sekarang. Apa aku pantas mendapatkannya? Apa hina, jijik dan tahi cukup menggambarkan kekuranganku mengontrol semuanya?

Apa aku boleh goyah?

Ketika hujaman jarum tajam dan panas tiba menancap di sudut hati, membuat otak berhenti karena dicaci. Oke, terlalu lebay. Dikritik, maybe.

Apa aku boleh berhenti?

Ketika daun-daun yang seharusnya bertengger di sekitar tubuh pohon mulai menguning dan akhirnya terlepas dari tubuhku karena keinginannya sendiri?

Apa aku sebuah batangan pohon besar yang padaku semua menumpu harap sehingga ketika aku tak mampu memenuhi apa yang daun mau, lalu ia melemah dan ia bisa pergi dan terbang begitu saja?

Apa aku boleh mengeluh kepada angin ketika daunku ia terbangkan dan ia bawa pergi ke tempat yang jauh hingga daunku tak kembali?

Apa aku adalah sebuah pohon yang harus bertahan selama satu tahun kepengurusan sebuah organisasi?

Apa aku boleh goyah layaknya daun-daun yang goyah lalu pergi?

Aku ini apa?

Bolehkah aku memaki? Bolehkah aku menuntut harapku pada daun untuk tetap bertahan bersamaku? Bolehkah aku menangis lalu membiarkannya pergi atau setengah mati menahannya?

Apa aku pohon yang bisa hidup sendiri?

Apa aku boleh goyah?

Apa aku boleh tetap bertahan dengan keterbatasan atau boleh bertahan asal memenuhi tuntutan sulit dan dengan diriku sendiri yang berdiri tegak tanpa sokongan akar dan tanah gempur penuh pupuk?

Apakah aku sebuah pohon yang tidak berarti karena ia sendiri letih tanpa daun ataukah ia tak tahu diuntung hingga membuat daun pergi karena tidak betahnya?

Apa aku harus goyah saja lalu jatuh?

Apa yang harus aku lalukan agar daunku tak gugur?

Aku butuh bantuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s