Kenapa Berpikir Bodoh?

Jadi, ini kisah gue dan ketidakpuasan gue akan hasil kerja di semester VI yang baru saja berlalu. Bukan hasil kerja yang menghasilkan uang, bukan. Tapi menghasilkan gelar. Ya. Nilai akademik. Oke, indeks prestasi kumulatif –apalah itu.

Bagi gue, ini bukan segalanya dulu. Toh hasil kerja sendiri. Toh, masih lulus. Asal ngga D, B dan C pun sangat aman. Pikir gue, dulu, beberapa bulan lalu. Semester lalu berubah. Gue ngga bisa membiarkan nilai gue di bawah yang lain. Di bawah Agen Hidup. yang memang hanya nilai-nilai mereka yang gue tahu.

Gue semakin menyadari bahwa nilai itu penting. Untuk meningkatkan self-esteem gue terutama. Jelas. Gue minder dengan nilai gue yang di bawah mereka. Tidak bisa dibanggakan.

Tapi semester lalu begitu memuaskan! SUMPAH! Nilai gue naik, mendekati

Btw, dipikir-pikir, setiap habis nilai keluar gue pasti menulis ya. Tapi ngga berubah, anjir, bangke.

Okela gue lanjut.

Ohmygodwhyyyy?

Gue merasa semester 6 akan baik-baik saja. Gue melaluinya tanpa banyak cingcong, tanpa banyak kendala, kecuali gue yang memang selalu sks (sistem kebut semalam). Ini menghambat, memang. Tapi sisanya…. Gue merasa kerja keras gue tidak diapresiasi sebegitu indahnya.

Oke. Mungkin memang gue belum bekerja sekeras itu. Thanks nilai, thanks God!

Gue tidak berpikir gue bodoh, kok. Gue hanya belum berjuang se-keras-yang-seharusnya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s