Peluh: Keyakinan Macam Apa.

Aku selalu bangun di tengah malam. Terseok, seperti diselimuti hampa maka berat tuk beranjak.

Mengelabui pagi, maka aku terjaga hingga kantung mata menghitam. Apa ini kesepian?

Dibuai oleh masa lalu, maka aku mengenang. Sampai kapan?

Sepi. Kenangan. Maka tinggal menunggu mati.

Berpeluh minyak di wajah tanda tak pandai merawat diri. Ya. Tak ada yang membuat hati begitu sayang pada diri sendiri.

Berpeluh debu, maka semakin kusam. Mana ada yang ingin menoleh?

Tak apa.

Peluhku menerjam keras masa sekarang ditambah bayangan masa lalu akan terbayar segera.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s