Penurunan Harap

Wahai lelaki yang sungguh pandai memupuk satu persatu rasa hingga tumbuh.

Meski seperti baru kuncup, namun itu telah ada, berharap terus tumbuh tanpa ragu.

Lalu yang kau tebar kemudian adalah air asam yang mampu memberhentikan rasa.

Apa lagi?

Asammu membuat kecut terasa di mana-mana, menyiutkan hati, dan menoreh perih seperti terjatuh di atas luka yang telah ada.

Akan adakah lagi sakit berlebih yang dirasa?

Tidak, belum seberapa.

Tapi aku bersiap.

Jika maumu demikian, silahkan pergi saja dari sekarang.

Buang jauh-jauh janji manismu, toh kau sama saja dengan yang sebelumnya.

Berharap nikmat yang tak dapat kujanjikan tanpa ampun.

Bagaimana mungkin aku menikmati persetubuhan yang terjadi hanya atas dasar gairah?

Bagaimana mungkin hatiku kau hancurkan dengan kata manis lalu berujung penghinaan?

Apa yang kau mau, silahkan kau bayangkan.

Harapku padamu telah menurun.

Dan perlahan akan menghilang,

aku janji.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s