Merindukan Banyak Hal

Hai! Nama gue Amel, seorang mahasiswa semester 7 yang sedang merasa kecewa dengan banyak hal. Actually, gue kecewa, sangat kecewa, super duper kecewa dengan diri sendiri sih. Lagi-lagi gue merasa gagal. Gue merasa lemah tak berdaya.

Diawali dari gue yang panas dingin super meriang malam sabtu lalu, hingga sekarang masih sangat gatal tenggorokan gue, kalau boleh sangat jujur. Gatel banget sampai bikin batuk dan mual. Dan gue keluarkan beberapa menit yang lalu.

Lalu gue di sini, sedang meratapi banyak hal.

  1. Diawali dari salah satu komunitas yang gue ikuti, yang merupakan passion gue sejak lama, yang di dalamnya gue berperan sangat penting. Ya. Apalagi kalau bukan ketua. Dan di sini kegagalan pertama yang ingin gue ceritakan. Perihal penerus gue. Gue gagal karena tidak ada satupun yang berminat melanjutkan gue. Malahan, mereka ngga mau melanjutkan perjuangan mereka di komunitas ini. Bagaimana gue harus bersikap? I wanna cry, really god!
  2. Gue merasa tidak terbantu dengan adanya wakil di komunitas yang tadi gue sebut, dan di kepanitiaan yang gue ikuti. Ngga selalu, jujur saja. Tapi gue merasa seringkali demikian. Bayangkan aja. Di saat gue lagi kayak mau mati karena sakit dan tugas yang menumpuk, dia hilang ngga ada kabar. Diline ngga bales, ditelpon hpnya mati. GUE PIKIR LU MATI! Sumpah, ngga bohong. Gue kayak mau mati malam itu. Kedinginan sedangkan yang lain masih membahas masalah yang pelik, ditambah ada BANYAK tugas yang arus gue selesaikan. BUKAN CUMA SATU TUGAS. Dia ngga ada, dan gue hanya bisa menangis setelahnya saking ngga kuat dingin dan meriang banget. Melihat jawabannya setelah dia membalas, gue tidak jadi bersimpati. Dia tidak mengerti kebutuhan gue, dan gue benci berharap untuk yang ke-sekian-kalinya.
  3. Gue dan kelima teman gue, sebut saja Agen. Kita sedang berada di dunia yang berbeda. Jarak kita bak jarak bumi ke bulan. Jauh. Atau gue yang sedang tidak berada di bumi sehingga gue merasa sangat kesepian tiap malam?

Gue sedang amburadul. Gue merasa hidup tidak sedang baik-baik saja, mala sebaliknya. Gue tidak percaya diri, pun percaya pada semua orang. Semua orang sibuk memikirkan dirinya sendiri, termasuk gue. Jadi apa yang bisa gue janjikan untuk membantu mereka?

Gue merasa gue sendiri. Sedang krisis kepercayaan diri.

So, gue tutup. Karena kayaknya lagi ada yang baca. Lanjut nanti malam kay byeee! </3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s