I just wanna escape and back again when the rainbow comes

Muluk ngga sih? Gue punya kebutuhan, lalu gue merengek minta ampun? Gue punya kewajiban lalu gue penuhi kewajiban gue tak tek tak tek tanpa lama? Gue bersikap tidak membutuhkan siapapun tapi sebenarnya gue butuh? Muluk ya?

Isn’t that too much for me, God?

Gue tidak mudah menangis di depan siapapun, lalu gue meratapi diri gue sendiri, kemudian menodong pertanggungjawaban tanpa gue berkata satu patah kata pun demi menolong ego dan gengsi gue? Apakah itu berlebihan?

I mean berlebihan di sini tuh literally dalam konten negatif.

Apakah salah jika gue menuntut orang untuk berempati tanpa gue bilang demi menjaga esteem gue? Demi membuatnya sadar bahwa hidup sekeras ini? Bahwa hidup tidak semudah mempercayakan uang 500 perak ke satu orang?

Gue tidak mudah percaya pada siapapun, apa itu berlebihan ketika pada akhirnya gue percaya dan gue menuntut?

Lalu bagaimana baiknya?

Apa gue harus menahan ego gue untuk membahagiakan 1000 orang (lagi) lalu pada akhirnya gue merengek dan mengais tanah di jalan? Lalu gue memendam dan meledakkan diri di depan kaca dan melihat diri gue sendiri hancur?

Apa gue tidak menghargai orang hanya karena gue merasa gue bekerja sendiri? Lalu dimana letak kebebasan gue untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan? Apakah gue tidak boleh dimengerti lalu harus mengerti semua orang yang berhadapan dengan gue?

Lalu gue tidak boleh menghindar?

My dream: Killing myself for a while with blanket on my body all day, and wake up with dessert on the desk, and I know, I realize that ALL IZ WELL. No wrong, no pain body, no fucking tasks, no desires to fuck the day with my fucking mouth… 

Lalu gue harus menuntut pada siapa ketika gue merasa terus dituntut selain menuntut diri agar tetap menjadi wanita kuat paling bahagia sejagat? Bahwa gue membutuhkan pundak untuk menangisi semesta? Bahwa gue butuh penguat agar tidak jatuh? Bahwa ibarat gerobak, gue butuh roda untuk dapat berjalan?

Man,

fuck me with your fucking tongue, and i’m sure that I will do the same to you, with all my tears cause you hurted me already.

Burn my body with your curse, and I’ll do the same with all my power to make a bucket of water fallin’ to me, and I’ll laugh all the way. Laughing to you cause you’re the funniest people I ever meet.

Karena semua orang selalu benar dalam perspektifnya, maka gue tidak pernah memaksa orang masuk ke dalam pikiran gue, dan gue membiarkan diri gue berkelana menemani malam gue yang sendiri. Maka gue nyaman sendiri karena gue tidak perlu berusaha memahami. Tanpa gue menuntut untuk dipahami.

Kamu masih butuh penghargaan?

Datanglah pada pembuat piala, dan minta buatkan dia satu untukmu. Pajang di kamarmu, dan tatap benda itu tiap malam. Apakah pantas?

Kamu masih butuh penghargaan?

Datanglah dan bayar.

Tunjukkan bahwa kamu pantas. Jangan memohon karena siapapun tak dapat menjanjikannya untukmu.

Gue sudah berkali-kali jatuh namun pada akhirnya harus membangun kepingan-kepingan tulang dan daging dari tubuh gue yang berserakan. Sendiri. Gue sudah mengecap banyak pahit karena menjadi orang yang selalu diandalkan tapi apa yang gue dapat? Lelah berlebihan. Sakit dimana-mana.

Lalu bolehkan gue tertawa ketika gue mendengar cerita bahwa gue harus lebih menghargai seseorang? Sedangkan apa yang diceritakan hanya dari satu perspektif dengan egonya yang super tinggi tanpa ampun? Bolekah gue tertawa dan mengingat masa lalu hingga akhirnya gue dapat berdiri di tempat gue sekarang?

Gue tidak pernah minta dihargai. Gue hanya ingin orang memahami, berempati, menolong gue tanpa pamrih karena gue bukan anak orang kaya yang bisa membeli rokok mahal untuk gue bagikan ke semua orang. Gue tidak bisa menjanjikan penghargaan apapun.

Gue hanya keterbatasan yang akan terus terbatas sampai waktu yang tak terbatas.

Lalu gue harus apa?

Mengalah dan memenangkan ego orang lain?

I need: sink in the deep ocean and never come back to the shore.

I need: lose all over my mind and never think about any people related to me.

I need: sleep tight, and dream about all my tasks, and wake up with big smile because ALL IS DONE. MY TASKS ARE DONE BY MYSELF!

I need: someone stand by me and ready to listen all my sighs everytime, everywhere.

I need more time. To understand that all I need are never comes as easy as I can get the cigarrete because all my friends are smoker.

Get it, dude?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s