Biarkan Aku Terbang

024515e75bbcdc332e14c1a42a3ecc68

Biarkan aku terbang ke angkasa, lalu tak pernah kembali.

Namaku Mikhayla. Umurku 23 tahun. Aku bekerja di salah satu institusi pendidikan di Jakarta….

Aku Mikhayla. 23 tahun dan sedang menangisi pedih saking merinding di puncak sepi yang dingin. Ya. Namaku Mikhayla, yang tak pernah bisa meninggalkan gincu  merah yang selalu menempel di bibir. Gaya artisku, katanya.

Aku bukan wanita yang terkenal. Aku buta, selalu buta akan sentuhan. Sebab aku tak pernah mengerti bagaimana cara sentuhan bekerja menjalari tubuh lalu menjadi sebuah cinta nan tulus,  selain gairah.

Aku selalu haus akan bayang bercinta di malam remang dalam ruang sempit,  sembari kaki terangkat ke tembok saat penetrasi. Menghasilkan kenikmatan mendalam tanpa ruang untuk beralih.

Namaku Mikhayla. Sesosok sumbu yang jika terbakar akan memancarkan kobaran nestapa juga perih saking murahnya kujual harga diri.

Aku Mikhayla, yang berharap dicumbu oleh laut pasang yang datang tak setiap hari. Menghasilkan desir halus pasir pantai yang ditodong ombak laut asin.

Di sana aku akan bercinta, bercumbu satu malam dengan bulan nan kusanjung seperti idolaku sendiri. Ya. Idola yang jago bermain lidah serta goyangan pinggang membuat tak ada celah antar selangkang, lalu mampu membuat mani memuncrat.

Kau, bulan. Di malam ke-21 itu pada akhirnya kita memutuskan untuk berkelana menyerang tubuh telanjang satu sama lain, lalu bak anjing gila kau memangsa seluruh tubuhku mulai dari leher, dadaku yang tak seberapa besar, hingga kemaluanku yang masih rapat.

Kau yang pada malam itu akhirnya membuatku terbuai dengan tatapan singa lapar.

Aku hanya kelinci imut nan polos, malam itu, namun akhirnya berhasil kau buat basah juga dengan liur dan cairan kelamin yang diciptakan untuk menduplikasi kita di masa selanjutnya.

Maka malam itu malam terindah, malam tak pernah kulupa, dan tak ingin kulupa. Kau, daratan yang diharap laut untuk saling bergesekan dan menghasilkan deburan-deburan halus nan dinanti.

Malam itu, malam panjang.

Kau menyentuhku pelan, perlahan, hingga kutak tahu mana waras mana tidak. Hingga akhirnya kubiarkan kau merasuki tubuhku yang masih belum tersentuh.

Kau, malam pertamaku.

Biarkan aku melayang sekali lagi. Biarkan tubuhku kau selami dengan kelaminmu yang tak henti kubayangkan betapa nikmatnya saat ia masuk.

Berilah aku stimulus agar aku dapat bergerak bebas dan menikmati malam lagi bersama engkau. Ralat. Menikmati kelaminmu yang masuk dalam balutan lemak berambut di bawah selangkanganku.

Biarkan aku terbang, sekali lagi. Jangan biarkan aku kembali ke dunia. Agar kulupa caranya berlari. Agar aku tak lelah lagi membayangkan asap kebul yang kubuang demi menekan hasrat bercumbu.

Biarkan ku terbang sekali lagi…

Agar kudapat tidur nyenyak sepanjang hari hingga kulupa bahwa aku harus terbangun tuk tunjukan pada dunia bahwa aku masih kokoh berdiri meski angin melenyapkanku seperti kumpulan debu tak berarti…

Dariku, Mikhayla yang merindukan kelaminmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s