(CANT) Focusing Mind

Beberapa hari ini, dua minggu lebih jelasnya, gue sedang dilanda badai besar yang memorakporandakan hati pun pikir gue. Impactnya banyak, jangan ditanya. Semua hal yang berurusan dengan hati memang selalu membuat pedih dan membuat diri lupa kalau kita masih menginjak dunia. Lebay, sih. Tapi gue yakin sebagian besar dari kalian yang membaca pasti mengangguk.

Gue kehilangan sesosok yang dengan singkatnya mampu membuat hati gue terjatuh pada dirinya. Ibarat kata hati gue adalah mangga matang yang siap jatuh dari pohon, lalu dia mengambilnya dengan sukarela. Iya. Dia makan. Lalu dia buang bagian gue yang lain. Dia lupa, bahwa dari gue masih ada yang bisa tumbuh. Dari mangga yang habis dimakan dagingnya, masih ada biji yang bisa ia tanam dan menumbuhkan mangga lainnya. Got it?

Boleh gue ulangi sekali lagi apa saja yang sudah dia berikan ke gue?

Oke, boleh.

  1. Dia datang ketika gue sedang mencari cinta. U knoooow, I’m such a love searcher (ada ngga sih istilah ini? Haha). Well, gue sedang mencari seseorang yang bisa penuhi kebutuhan afeksi gue. Disayang-sayang, dibelai, dipuji. Dan dia datang.
  2. Gue rasa dia sayang gue. Atau mungkin gue terlalu bodoh? Ketika gue merasa bahwa matanya tulus, matanya bukan mata orang sange yang ketika lihat cewek bohay pengen langsung dia lahap bulat-bulat. Bukan tatapan itu yang gue lihat. Ketika dia mencium gue pun, ada sesi romantis yang selalu gue ingat, sumpah demi apapun.
    • Dia menutup matanya ketika dia mencium gue, seolah dia tak hanya menggunakan bibirnya untuk merasuki gue, tapi juga hatinya.
    • Di sesi ciuman pertama berakhir, dia dengan gemasnya memegang kedua pipi gue dengan kedua tangannya, lalu dia mengecup bibir gue pelan selama tiga kali. Dia bilang gue menggemaskan dan itu cukup menyentuh hati gue. Fuck.
    • Sebelumnya kami mengakhiri ciuman itu dengan tertawa terbahak seperti pasangan baru yang masih shy shy cat. Lalu kepala gue terbaring di dadanya, seingat gue dia memainkan rambut gue perlahan. Terbahak lagi, cerita sedikit, dia bilang dia “kagok”, terus gue godain… and then, yeah, we did it again.
    • Untuk kedua kalinya, kami melakukannya lebih dalam lagi, lebih romantis kalau gue bilang. And well, yeah, gue yang memulai ciuman kedua itu. More emotional cz I used my heart when that tragedy happened. Perlahan. Gue, entah mengapa memosisikan diri gue like a pro padahal hari itu adalah pertama kalinya gue melakukan itu. Dia ngga tahu, kecuali dia baca semua chat yang gue kirim, juga blog gue.

Lalu tepat di malam harinya, ketika dia sampai ke rumah, dia memutuskan untuk mengabaikan gue, setelah dia bilang, “Jangan minum es teh malem-malem atuh nanti sakit.”

Dan ya.. Gue tidak pernah berpikir itu pesan terakhirnya.

Dia ngga meninggal.

Dia mengabaikan gue.

Dia mengabaikan perempuan yang tak pernah merencanakan akan menyukainya dan berniat memantapkan hati untuknya.

Oke.

Belum jodoh.

Mungkin keputusannya untuk mengabaikan gue adalah keputusan terbaik.

FUCK!

Gue mungkin masih terguncang, ditambah ada lagi aja kegiatan yang zuper OMG please gue ingin melarikan diri saja daaaari semuanya. Gue tidak bersemangat demi apapun. Gue meninggalkan banyak hal. Gue tidak profesional. Gue ingin semuanya berakhir.

Goddamnit!

Hm. Oke. Gue akan mencoba banyak hal, sebisa mungkin.

Pertama. Melupakan kejadian itu.

Kedua. Melupakan dia.

Ketiga. Do nothing.

Keempat. 90kgs.

Kelima. Do skripsweet.

Keenam. Lulus.

Ketujuh. Learn bout fashion and make up.

Kedelapan. Touring.

Kesembilan. Make a love with stranger.

Kesepuluh. Work at radio station.

Kesebelas. S2.

Keduabelas. 60kgs.

Ketigabelas. Get married.

Keempatbelas. Make a love 5x in a day.

Kelimabelas.  Being mother for 5 children.

Keenambelas. Run for bussiness.

Ketujuhbelas. Being grandma for 25 grandchildren.

Kedelapannbelas. Sleep well in my little sweet home.

This is not plans anymore. But I’ll try. To be happiest woman in the world so I can be a winner. Thanks God for all things You gave to me. I’ll try harder to fix my heart so I can remember You all days cause eventually I believe You’ll grant my wishes, in the end.

.

.

.

XOXO,

Little Amelia ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s