Kucari Kamu

Kucari kamu malam kemarin, sambil aku menatap langit-langit membayangkan wajahmu tersenyum kala itu, kala kita saling bertatap, lalu memulai cerita yang tak hampir setengah hari…

Kucari kamu dua malam kemarin, sambil aku mengingat dengan detil gerakan-gerakan yang kita lakukan saat berbicara dan tertawa, yang ternyata tak ada artinya untukmu dan apalagi hidupmu…

Kucari kamu tiga malam kemarin, sambil aku menerka kemungkinan yang mungkin tak mungkin, lalu maratap dan menemukan tak ada yang salah…

Kucari kamu,

di setiap sudut dalam pagi, siang dan malamku…

Lalu hanya kutemukan sebutir dua butir kenangan.

Tentang asap rokok,

tentang mie instan,

tentang kopi di dalam kotak kemasan…

Lalu aku tak menemukanmu.

Kucari kamu,

menengadah,

menunduk,

hingga menatap ke belakang…

Lalu hanya kutemukan sisa-sisa hari kemarin.

Bekas tulisanmu di kertas berwarna orange,

spidol dengan bekas jemarimu,

baumu yang sedikit menempel dan berbaur dengan liurku di bantal….

Kucari kamu,

lalu tak kutemukanmu di tiap bayang yang terlihat.

Di jendela kamar,

di kamar mandi,

di balik pintu,

tak ada kamu di manapun.

Kucari kamu,

di sela-sela jemariku yang pernah kau apit di siang itu,

di pundakku yang pernah kau sentuh,

di bibirku yang pernah kau kecup,

lalu tak kutemukanmu.

Di manapun aku mencari.

.

.

.

Agnicia Rana




http://mukakeroppi.tumblr.com/post/153038963485/cover-kucari-kamu-payung-teduh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s