Fixing a Broken Heart

Almost every month I found a new match (I think), like I tought before about a man who ever standing in front of my face, and yeah he was gone for three weeks and I hope forever. Before him, I found someone who never loved me, yes, I knew it very much. He loves other woman. And then, ya, I successfuly forget him ’till I found someone else.

Him. The wind.

And, I’m not sure this is love or just like… like… mmm when you feel obsess with someone/something and you will make any efforts to take them/him/her/it to your life even you’ll die because of that one/thing. You know that feeling?

I still fall in love with someone who never know my feeling (maybe). With my friend. I love him bcz of his… idk what its mean. I like him because nothing. He looks smart with his glasses. He looks cute with his cute teeth (gingsul lah in indonesia). He looks kind and love his mother and sisters very much so I feel when he with me, we can love each other and feeling loved. How cute?

I don’t know. Everytime my heart’s broken, he always on my mind standing and smiling and saying, “It’s all right, Mel. Just think about me.” Yay. And he comes again, to my life. Not him, literally, but my imagination about him.

Poor, me.

We’re never talking something not important, and for sure we’re never talk each other. We are separated by many many long distances. And yay, so we can’t meet each other too, apalagi menjalin kasih. Itu hanya sebuah mimpi di siang bolong.

Setiap gue menemukan seseorang, dia muncul dalam pikiran gue. Ketakutan gue untuk berciuman dengan lelaki lain, untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan lelaki lain… itu membuat gue ragu lantaran bayang-bayang tentang dia di permulaan. Padahal, dengan jujur se-jujur-jujurnya gue bilang, gue dan dia tak pernah terikat komitmen apapun.

Dia hanya ada di bayang-bayang gue pada balik jendela yang kosong, pun di balik pintu kamar yang berisi debu. Tak pernah ada dia yang nyata di sekitar gue.

Tak pernah ada kecup tentangnya, bahkan dalam bayagan ciuman pertama yang selalu gue dedikasikan untuknya.

Tak pernah ada sentuh tentangnya, bahkan dalam desiran panas tubuh gue ketika gue sedang ingin-inginnya menyalurkan gairah.

Tak pernah ada peluk tentangnya, bahkan ketika gue sudah merasakan pelukan 100 orang berbeda sekalipun.

Lalu akhirnya dia muncul kembali, untuk menyembuhkan patah hati yang sudah separah ini. Di tiga minggu gue kehilangan angin yang pernah gue hirup. Bahkan sebelum angin itu menghilang, bayangnya sempat muncul. Di prosesi sakral antara gue dan angin. Ketika angin mencoba merasuki gue hingga ke pori-pori, yang gue bayangkan adalah dia. Ketakutan akan kehilangan ciuman yang setengah mati gue simpan untuknya.

Dan gue melihat angin tak goyah, seperti benar-benar merasakan gue di tiap bagiannya, dengan mata yang tertutup. Dan rasa bersalah padanya hilang, digantikan penyesalan pada angin. Lalu gue memutuskan untuk merasuki kembali raga angin, dan ya.. beginilah akhirnya. Ia hanyalah angin yang mampir, lalu terhembus lagi sesuka hati tanpa mempertimbangkan raga yang pernah ia singgahi.

Namanya juga angin.

Lalu di tengah rasa patah hati, kembali muncul sosoknya, sosok yang empat tahun lalu selalu membuat diri ini berdesir lantaran diri ini merasa diberdayakan dan dibutuhkan setengah mampus.

Dan diri ini sukarela dimanfaatkan dengan hanya bayaran rasa percaya. Gue tidak tahu apa namanya.

Gue pikir ini hanyalah mekanisme pertahanan diri yang entah sejak kapan dibangun, untuk mempertahankan rasa percaya diri gue akan penolakan terkait banyak hal. Lelaki, khususnya.

Apa ini salah?

Ketika gue merasa sama sekali tak berdaya untuk menyatakan perasaan ini karena begitu takutnya penolakan. Bagaimana jika dia menolak gue? Kepada siapa akan gue bayangkan harapan-harapan masa depan? Tak ada sosok lain yang gue ingin selain dia. Mungkin.

Gue tahu dengan pasti karena gue tidak pernah memiliki –atau lebih tepatnya mengetahui- apa yang gue mau, sehinga tidak pernah ada bayangan pasti tentang segalanya. Gue tidak pernah memiliki standar laki-laki seperti apa yag sebenarya gue inginkan.

Terlalu banyak penolakan, hingga membuat gue seperti menyerah.

Gue seakan diperbudak bayangan lelaki baik hati yang gue harap dapat mengisi hari-hari gue yang kosong. Dan itu dia. Defense gue begitu. Untuk melupakan lelaki yang datang dan berlalu begitu saja.

OMG I’m so stupid. Sorry, Mel!

And now, as I thought before in my post, I’ll focus to do anything except thinking about wind and him. Cause it’s so hurt when you’re expecting someone and him/her not. Fuck, it’s very hurt ’till I think maybe run to south pole and meet bears will be a good way to me to forget anything.

So, how to fix this very broken heart?

I don’t know, for sure. 

Hm. Ok.

I will writing many posts as much as I can write everyday. Concerning how sexuality affect every things in life (woho I love this so much), and then… fiction stories about love, life, motivation, opinion, or anything.

Then, I will eat anything I wanna eat. I’ll grow to be 90kgs’ woman so I can show the world how happy Amelia as a human haha. Damn!

Next, I will focus to my study regarding how homosexual people do their sex and they feel comfort with that.  

Next, I will make a love with stranger people. In our first meeting. Without any feelings, I hope, and I promise to myself and God. 

I’ll be a bussiness woman in 2017 maybe? 

And then, I’ll make relation with people I meet. Siapapun itu. Kenalan lama, pun kenalan baru. Gue PDKT-in semuanya seperti dulu, saat gue masih nyaman bersosialisasi dengan semua orang. Sekarang? Entah mengapa gue merasa terlalu banyak sekat. Dan besok-besok tidak boleh seperti ini lagi.

Woho I can’t wait to realize my plans so my heart will recovery as soon as possible. Tonight, I hope haha. Ngga mungkin juga sih, mengingat bahkan sampai sekarang pun gue masih membayangkan angin itu. Dan dia.

It’s all about the process, Mel! So, you must try your best and enjoy everythings you’ve got, every process’ you do. Every single tears…. and yay, fighting, Amelia!

Your heart 12% recovered and soon to be 100% woho!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s