#30daysmusicchallenge (Day 2): One Last Cry – Brian McKnight

Hellow fellas! I’m back! 

Hari kedua sudah gue memenuhi challenge ini. Mencari lagu kesukaan sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat untuk 30 hari. Dan tantangan untuk hari kedua adalah: A song you like with a number in the title.

Gue memilih salah satu lagu yang sendu, yang menurut gue pun sarat akan makna. Yes, well, about malaiv. About broken heart. Tentang sesuatu yang menyakitkan. Lagu ini entah gue dengar pertama kali kapan dan dari mana, tapi semakin tidak asing di telinga gue ketika salah satu Agen Hidup gue sering menyanyikan ini plus dia pernah ngecover lagu ini juga. Yang penasaran sama blognya, boleh cek di bounjourcher.wordpress.com

Lagu ini berjudul One Last Cry dari Brian McKnight.

Sendu banget sih. Dan mungkin buat beberapa orang, lagu ini mempunyai makna yang cukup dalam juga, karena lirik dipadukan nada dan suara yang pas ini bener-bener UH WAW.

Sakit sih.

“I was here
You were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still I sit all alone..”

Ceritanya begini:

Bayangkan kamu Brian McKnight. Sambil nyanyi akan lebih baik ya.

Okay.

Ini perihal perpisahan yang keji karena tak mampu lagi ego saling meredam. Ketika akhirnya berpisah, pasangan kamu sudah menemukan pengganti. Kamu masih diam di tempat sambil memandanginya tersenyum. Lalu kamu mengingat kenangan itu. Kenangan ketika bersamanya. Perihal usaha-usaha terbaikmu untuk bertahan bersamanya, perhal perasaan yang dibuat hancur lebur…

“I saw you holding hands
Standing close to someone else
Now I sit all alone

Wishing all my feelings was gone
Gotta get over you
Nothing for me to do
But have one last cry”

Kamu melihat dia yang pernah bertengger dalam hatimu sudah mendapatkan orang lain. Lalu kamu masih sendiri dengan perasaan yang berkecamuk sambil berharap semua perasaan itu hilang.

“I know I gotta be strong
Cause round me life goes on and on
And on ….
And on ….”

Tapi kamu ngga bisa melakukan apa-apa, sampai kamu memutuskan bahwa “Oke, this is should be my one last cry for him/her.” Sampai kamu pada akhirnya bilang, “Fuck, life must go on! I still alive at list bcs of this fcking broken heart, and I still alive!”

So, this is my on last cry for you, fucking bastard!

Yay.

Intinya, lagu ini menunjukkan bahwa pedih boleh dirasain. Sah-sah aja. Galau boleh, belum bisa move on bukan dosa lau, begitu pun doi yang pada akhirnya punya duluan juga bukan kutukan bangsat buat lau. Tangisin aja. Habis itu udah. Janji sama diri sendiri untuk habiskan tangisan itu, dan bersumpah bahwa tangis itu adalah tangis terakhir buat dia.

God, I’m so emotional and I think my best friend too.

Mungkin beberapa yang baca juga.

Ok. Finalehhh… Thanks Brian for your lovely voice ailafit! 8/10 lah yaaww.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s