Bagaimana jika keadaannya dibalik? Kau yang tinggal, aku yang pergi? Kau yang pedih, aku yang bercinta dengan lelaki yang punya kelamin lebih panjang?

Halo. Masih ingat aku? Perempuan yang kau abaikan setelah pertemuan pertama yang berkesan itu? Maaf. Aku menulis tentangmu lagi, yang berusaha kulupa, namun tak sedikitpun aku kehilanganmu dalam memoriku. Bahkan tainya, kau selalu ada di malam sebelum aku berkelana dalam mimpi, dan setelah aku selesai menjalankan misi bercinta dalam lelap. Kau tak lenyap, sedikitpun.

Kau orang pertama, satu-satunya yang berkesan dalam hubungan percintaanku yang tak pernah mulus. Kupikir akhirnya akan berbeda. Nyatanya sama. Aku ditinggal lagi, aku diabaikan lagi. Oleh orang sepertimu, bahkan yang tidak membayarku dengan sepeserpun uang. Malahan kau mengambil jatah mi goreng milikku.

Siapa yang memanfaatkan siapa?

Kupikir kau berbeda, nyatanya iya. Lebih brengsek dan tak tahu etika. Apa yang terjadi pada otakmu yang selalu kau gunakan tiap malammu meracik gambar berwarna itu? Bukan hanya bibir wanita kan? Oh, beserta kelaminnya?

Maaf, aku menulis tentangmu lagi.

Jadi….

Bagaimana jika keadaannya dibalik?

Kau yang tinggal aku yang pergi?

Kau yang menciumku setengah mati, aku yang menciummu setengah hati?

Kau yang berharap, aku yang bermuka dua?

Kau yang mencariku, aku yang mengabaikanmu?

Kau yang pedih, aku yang bercinta dengan lelaki yang punya kelamin lebih panjang?

Apa kau akan kehilangan nafsu makanmu, atau bahkan bertambah layaknya orang gila? Apa kau akan menangis tersedu tiap malam, layaknya orang yang ditinggal mati orang yang dicinta? Apa kau akan merenungi nasibmu pagi dan malam mencari-cari kurangmu, menanyakan mengapa aku dengan teganya meninggalkanmu? Apa kau akan semudah itu melupakan diriku yang brengsek, yang meninggalkanmu secara tidak baik?

Bagaimana jika keadaannya dibalik?

Akankah kau merana sepertiku sekarang, yang rela meniduri diri sendiri dengan pikiran untuk lenyap saja dari dunia yang tak bahagia ini?

Akankah kau menatap ke depan sambil berkata, “OK. I’m fucking fine without you, fucking bitch!” ?

Akankah kau memaafkanku?

Akankah kau semudah itu mencari penggantiku?

***

Bagaimana jika keadaannya dibalik?

Apa kau masih hidup bahagia sekarang?

***

Bagaimana jika keadaannya dibalik?

Apakah aku bahagia, membuat orang yang mencintaiku tersakiti dengan begitu pedihnya?

Apakah aku akan hidup bahagia, bercinta dengan orang lain, padahal di sana ada kau yang setiap waktu memakiku, berharap kelaminku terjahit dengan sendirinya agar tak ada kelamin lelaki lain yang bisa masuk?

***

Bagaimana jika keadaan dibalik?

Apakah aku akan menemukan orang sepertimu, yang rela tak dibayar padahal kau telah meniduri hatiku, memasukinya dengan lembut, lebih lembut dari tekstur cheesee cake yang biasa ditemukan di toko roti mahal?

Apa aku tak lebih baik sendiri saja, dan menikmati rokok dan kopi sendirian hingga jantungku kering?

Jika keadaannya dibalik, akankah aku lebih baik? Atau sebaliknya?

Advertisements

One thought on “Bagaimana jika keadaannya dibalik? Kau yang tinggal, aku yang pergi? Kau yang pedih, aku yang bercinta dengan lelaki yang punya kelamin lebih panjang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s