Yakin itu cinta?

6e4909a87686350c015328a6b5e0d677

Source: pinterest.

Kebanyakan orang mendefinisikan cinta sebagai suatu kisah kebersamaan. Di mana ada rasa nyaman di dalamnya, hingga ada satu keputusan “aku ingin memilikinya, aku ingin dimilikinya”. Iya. Kebanyakan cinta didefinisikan sebagai suatu jalinan yang tumbuh di dalamnya rasa ingin membelai, ingin selalu bersama, ingin mendapatkan perhatian darinya… Ingin memiliki.

Begitukah?

Kemarin, ada seorang teman yang memberi sebuah pernyataan yang super banget terkait definisi cinta. Namanya Rizka, teman satu kelas gue di kampus. Menurutnya, cinta itu terlalu spesifik, ngga bisa digeneralisasiin. Tiap orang punya definisi cintanya masing-masing. Dan tugas kita di dunia adalah untuk menemukan definisi cinta kita masing-masing.

Lalu bagaimana kamu mendefinisikan cinta?

Gue sih masih mencari definisi yang sesuai untuk diri gue sendiri, jujur saja. Sepengamatan gue sebagai orang yang hanya memiliki setitik pengalaman dalam bercinta, cinta itu ya… seperti yang sudah gue sebutkan tadi. Ingin memiliki, ingin merasa dimiliki… oleh orang yang kita cintai.

Buktinya?

Ada yang namanya “pacaran”. Kalau sudah pacaran, seseorang cenderung merasa bahwa pacarnya ya… one step closer lah untuk menjadi miliknya (bahkan ada yang bener-bener sampe men-cap pacarnya sebagai miliknya). Ia akan menjadi lebih protektif. Penasaran keberadaan pasangannya, penasaran apa yang sedang dilakukan pasangannya, penasaran pasangannya berhubungan sama siapa aja.. Wah jadi serba penasaran pokoe. Begitu kan? *nanya sama orang yang lagi pacaran*

Satu bukti lagi.

Pernikahan. Ini bukti paling konkret dari mencintai, menurut gue. Ketika kamu ingin menghabiskan waktu bersama pasanganmu sampai tak ada lagi yang dapat memisahkan kalian berdua kecuali kematian. Saat kamu ingin menciptakan bibit-bibit unggul hasil pergulatan semalam dengan pasanganmu, dan kamu ingin mendidiknya sepenuh hati, karena itu bukti cinta kalian berdua, dan kamu bertanggung jawab untuk menjaganya.

Di atas versi jujur, versi yang tidak menantang norma.

Lalu bagaimana kalau orang yang kamu bilang mencintaimu, tidak melakukan dua hal di atas? Atau… Kalau kamu bilang mencintainya, namun kamu tidak melakukan dua hal di atas?

Itukah cinta?

Ketika kamu ingin menciumnya setiap saat, tapi kamu tidak ingin bersamanya karena kamu bukan orang yang ingin terikat?

Ketika kamu ingin selalu dekat dengannya, namun rasa-rasanya kamu tidak tertarik dengan bokongnya?

Ketika kamu menjadikannya kekasihmu, namun kamu selalu merasa kosong?

Apakah itu cinta?

Well, we’re gonna discuss that things above now!

***

Cinta memilki tiga komponen yaitu intimacy, passion, dan commitmet (Sternberg, 1988). Gampangnya, intimacy adalah “Oh, kita dekat deh kayaknya. Kamu bisa mendengarkan aku, kamu care, aku merasa kamu perhatian”. Passion itu… “Omaygattt! Aku ingin melumat bibirmu yang merah dan basah. Aku ingin menciumi tengkukmu yang wangi. Aku ingin mencumbumu di atas sofa tempat biasa kita nonton film bersama.” Sedangkan komitmen… “Oke, aku berjanji akan mencintaimu tiap saat, dalam keadaan apapun. Aku akan berusaha untuk selalu bersamamu sepanjang hidupku.”

Got it?

Intimacy atau keintiman adalah rasa ketika kita merasa dekat dan terikat secara emosional, passion atau gairah adalah daya tarik seksual, sedangkan commitment adalah keputusan untuk saling bersama mempertahankan satu sama lain.

Jadi cinta harus selalu punya tiga komponen itu? Tentu tidak. Ini yang akan kita bahas. Menurut Sternberg, berdasarka tiga komponen yang sebelumnya sudah dibahas, terdapat tujuh tipe cinta.

1484126805589

Triangular theory of love by Robert Sternberg (1988)

Liking

Liking atau menyukai hanya melibatkan satu elemen, yaitu intimacy di mana ketika kamu menyukai seseorang, kamu hanya merasakan kedekatan secara emosi saja. Kamu hanya merasa dia perhatian pun kamu juga perhatian kepadanya, kamu merasa kalian dekat karena sering bercerita satu sama lain. Di luar itu, kamu tidak memiliki hasrat untuk making love with him/her, pun tidak memiliki keinginan untuk bertahan bersamanya menghabiskan sepanjang hidup bersama.

Biasanya, orang yang berteman atau bersahabat memiliki tipe cinta ini.

Empty Love

Cinta yang kosong. Hanya ada keinginan untuk mempertahankan kebersamaan namun tidak ada komponen keintiman dan gairah seksual di dalamnya. Cinta yang begini nih yang awalnya gue pikir bukan cinta. Tapi ternyata ada cinta jenis ini.

Hm… Siti Nurbaya, mungkin mengalami cinta tipe ini. Atau siapapun yang dijodohkan paksa maybe? Ketika kamu tidak mencintai orang yang dijodohkan denganmu, apalagi memiliki keinginan untuk tidur bersamanya, tapi kamu tetap bertahan demi mempertahakan nama keluarga, bisa jadi cintamu jenis ini.

Infatuation

Wow. Tipe ini ada rupanya. Dalam tipe ini, hanya ada komponen passion aja, di mana ia hanya menginginkan seseorang untuk dicium, dicumbu, diunyel-unyel pokoe untuk memenuhi kebutuhan seksualnya saja.

Tipe ini bisa kita temukan pada orang yang suka fwban (Friends with Benefit) atau one night stand. Kebayang? Ini termasuk cinta juga lho.

Companionate

Orang yang mencintai dengan tipe ini memiliki dua komponen cinta, yaitu intimacy dan commitment. Ketika kita merasa memiliki kedekatan yang sangat dengan pasangan, lalu kita memiliki komitmen untuk tetap bersama pasangan kita, namun kita tidak memiliki dorongan seksual untuk mencumbunya.

Tipe ini kerap dialami oleh mereka yang sangat cinta keluarga, di mana orang dengan tipe ini akan mempertahankan kedekatan dan komitmennya dalam membangun hubungan baik dengan keluarganya yang lain.

Tipe ini juga bisa terjadi pada teman yang sangat dekat sekali.

Fatuous Love

Hanya ada passion dan komitmen dalam cinta tipe ini.

Contohnya… sudah menikah, tapi hanya memikirkan gimana caranya menyalurkan hasrat seksual (maka itu dia harus menikah), tapi dia ngga pernah memikirkan perasaan satu sama lain. Secara emosi mungkin dia tidak mengenali siapa pasangannya.

Romantic Love

Ada kedekatan emosional dan ada gairah. Aku tahu kamu, kamu tahu aku. Aku ingin mencumbu kamu, kamu pun.

Cinta tipe ini biasanya terjadi pada mereka yang HTS, atau seseorang yang sudah menikah, tapi selingkuh terus selingkuhannya ngga diakui (dia sama selingkuhannya ini yang tipe cintanya romantic).

Consummate Love

Ini dalah bentuk yang sempurna dalam cinta. Tipe ini merepresentasikan hubungan yang ideal. Karena untuk mencintai secara sempurna, kita harus merasakan kedekatan emosi, memiliki gairah, pun rasa tanggung jawab untuk bersama-sama menjalani hidup.

Cinta sejati, mungkin ya, namanya.

Mungkin emak babeh kita tipe yang ini? Atau kakek nenek kita?

***

Iya. Jenis-jenis cinta yang sudah dijabarkan di atas bisa jadi membantu pembaca sekalian untuk mendefinisikan cinta sesuai dengan yang kamu alami. Bisa juga menjawab pertanyaan, “emang ini cinta ya?” Analisis saja dengan tiga komponen yang sudah dengan sangat apik dijelaskan oleh Sternberg.

Buat kamu yang nyaman sama dia, lalu kamu merasa ingin menciumnya juga menjaga hatinya, ingin terus bersamanya hingga akhir hayat, bisa jadi kamu dan dia adalah gambaran kesempurnaan cinta.

Tapi buat kamu yang ketika bersamanya hanya ingin membahagiakan dia karena dia mati-matian mencintaimu, dan kamu tidak merasakan kepuasan yang haqiqi ketika bercinta dengannya, hati-hati… jangan-jangan itu hanya cinta yang kosong saja.

Well, sudah menemukan jawabannya?

Jadi yakin itu cinta?


Source:

Triangular Theory of Love.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s