Mungkin Aku Tak Se-berjuang-itu

Kau tahu rasanya menjadi tokoh utama dalam tulisan penyair? Harusnya membanggakan. Aku ingin menjadi tokoh utama dalam tulisan siapapun. Betapa tidak? Tokoh utama penyair adalah tokoh dalam pikirnya, pun hidupnya. Begitu dicintai, begitu diagungkan.

Seperti kau. Dalam tulisanku.

Bahkan kau mengalahkan tokoh teman dan orang tuaku. Bisa kau bayangkan? Hanya cacian kulontarkan dalam tulisan untuk orang tuaku, pun hanya rasa ingin pergi yang kutuliskan untuk teman-temanku.

Kau lebih dari itu.

Kau itu pelampiasan. Aku ditinggal, kau yang kupikir agar aku bisa sembuh seketika. Aku dicinta, kau yang kupikir agar kutahu seberapa dalam rasaku untuk yang lain. Aku disanjung, kau yang kupikir agar kutahu seberapa kemungkinan kau menyanjungku juga.

Kau ada di setiap inci neuron dalam orakku. Menghantarkan stimulus dengan tergesa-gesa hingga membuatku pening. Apa ini namanya?

Mungkin aku tak se-berjuang-itu padamu.

Pada yang kukira angin, namun ternyata debu yang mengendap. Membuat diri sesak. Membuat diri ingin menyapu bersih saja kau dari hati agar tak mengerak.

Namun nampaknya kau sudah.

Mungkin aku tak se-berjuang-itu. Mungkin aku sudah menyerah. Bagaimana tidak? Aku tak bisa berpura-pura bahkan untuk menjadi sekedar temanmu. Aku bukan penipu unggulan. Aku tak dapat bersembunyi dari rasa ini.

Kau…

Mungkin aku memang tak se-berjuang-itu.

Aku selalu digeluti rasa menjadi diinginkan, bukan menginginkan. Aku ingin menjadi tokoh dalam hidup seseorang yang bukan kedua orang tuaku. Aku ingin berada dalam sajak puisi yang dibuat penuh rasa haus iingin dicinta, menjadi kecup malam yang selalu dirindukan sebelum tidur, menjadi sandaran untuk kembali.

Maka aku tak bisa sabar.

Menantimu pun rasanya aku tak sanggup. Ya. Karena aku belum se-berjuang-itu.

Aku belum se-berjuang-itu, menghabiskan waktuku untuk selalu kau ingat karena jasaku. Menghabiskan malamku untuk menanyai kabarmu dan keluargamu. Menghabiskan hembus napasku untuk selalu bersabar akan sikapmu.

Mungkin aku tidak se-berjuang-itu.

Namun…

Apa kau pantas diperjuangkan?

Advertisements

2 thoughts on “Mungkin Aku Tak Se-berjuang-itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s