Apa yang kau cari?

#2

Dibuat di canva.com

Seperti kedatanganmu yang lama kutunggu di pagi hari itu. Kedatangan yang tiba-tiba, terlalu cepat, seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Mulanya aku melihatmu sebagai seseorang yang rupawan. Banyak yang kau tahu, dan aku tidak.

Kau begitu luar  biasa, kala pertama kita bertemu di bawah langit yang teduh, dibarengi cahaya lampu kamar yang lupa kumatikan. Dinding berwarna hijau muda yang kusam ditambah deretan kertas berisi kata di atasnya menjadi saksi pantulan gelombang suara kita berdua.

Tidak ada sentuhan, apalagi cumbuan.

Yang ada hanya tatap mata dengan ekspresi yang tak dapat kupastikan. Aku tak ingin menduga, tak ingin berasumsi. Namun desiran itu datang juga, jujur saja. Sebagai perempuan pada lelaki, tentu.

Kau tidak seburuk itu, bukan karena parasmu. Namun perilakumu bak mengetuk hatiku hingga aku tak sadar telah membuatmu masuk. Kukira kau berbeda, dengan tatap itu dan cerita masa depan.

Itu hanya perangkap bukan?

Lalu kau membuatku terluka. Bukan hanya di hati, tapi di lekuk tubuhku yang katamu indah. Kau mengajarkanku bahwa cinta harus dibayar dengan rasa sakit.

Nikmatmu adalah patuhku, ketika diam saja kau cumbu dengan gagahmu.

Puasmu adalah erang perihku di mana-mana.

Apa yang kau cari?

Lukaku atau puasmu?

Atau dengan melukaiku maka kau dapatkan puas?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s