Mimpi (terlanjur) Basah

7808f4a5235a3dd62bcff70d020bcbf8

Source: pinterest.

Namaku rindu, yang berlabuh pada malam hari di kepala bocah yang lama tak diisi cinta. Maka ia sangat senang ketika aku datang dalam tidurnya yang damai. Silahkan rasakan nikmatnya bersetubuh dengan yang kau cinta, aku akan memberimu waktu barang satu malam–waktu untuk kau berdua dengannya.

Maka aku munculkan bayang lelaki terakhir yang ia setubuhi. Penuh dengan gurat bahagia, wajahnya di malam yang gelap itu. Gerakan di selangkangan membuat kelaminnya kedutan bukan main. Ia suka dirasuki kelamin lelaki.

Kemudian ia tersadar, bahwa wajah lelaki di atasnya telah berubah menjadi wajah datar lelaki berkacamata yang ia kenal. Tak lupa dengan kumis tipis dan gigi gingsulnya.

Maka aku biarkan ia terbangun, masih dengan nama lelaki yang ia sukai sejak hampir enam tahun terakhir, dan masih kubiarkan kelaminnya kedutan membuat ia memeluk tangannya sendiri di antara selangkangannya.

Ia tersadar. Kenyataan kembali. Bahwa yang tadi itu mimpi, dan tak pernah ada lelaki di atas ranjang yang ia tiduri. Ia bermimpi. Mimpi yang telanjur membasahi tubuh dan isi kepalanya denganku–rasa rindu.

Aku belum puas.

Dua malam setelahnya aku kembali merasuk ke dalam mimpi perempuan kasihan ini. Dengan bayang-bayang kehilangan yang lebih jelas. Aku membuatnya mendengar kabar bahwa kekasih hatinya –yang ia sukai sejak lima tahun terakhir- mati karena kelelahan.

Ia tak begitu percaya, namun ia sesak juga. Ia menangis ketika menemui kawan-kawannya yang mengatakan kebenaran kematian kekasih hatinya.

Ia bersedih, sesak, seperti ada benda yang menekan kerongkongannya. Dan ia terbangun, dengan mata terbuka lebar. Beberapa menit kemudian ia menyadari bahwa itu hanya mimpi. Kehilangan itu hanya bunga tidur.

Lagi-lagi aku berhasil datang menghantui kepala dan hatinya. Mau kau tolak pun, aku akan tetap datang, bahkan semakin menjadi. Karena aku adalah rindu yang tanpa kau sadari ada dalam benakmu. Maka mau kau usir aku dengan cara apapun, itu tak akan berhasil.

Selamat menikmati mimpi yang terlanjur membuatku datang, hai perempuan kasihan!

Dari rindu,

yang bergumul dalam benakmu sejak lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s