Fixing a Broken Heart

Almost every month I found a new match (I think), like I tought before about a man who ever standing in front of my face, and yeah he was gone for three weeks and I hope forever. Before him, I found someone who never loved me, yes, I knew it very much. He loves other woman. And then, ya, I successfuly forget him ’till I found someone else.

Him. The wind.

And, I’m not sure this is love or just like… like… mmm when you feel obsess with someone/something and you will make any efforts to take them/him/her/it to your life even you’ll die because of that one/thing. You know that feeling?

I still fall in love with someone who never know my feeling (maybe). With my friend. I love him bcz of his… idk what its mean. I like him because nothing. He looks smart with his glasses. He looks cute with his cute teeth (gingsul lah in indonesia). He looks kind and love his mother and sisters very much so I feel when he with me, we can love each other and feeling loved. How cute?

I don’t know. Everytime my heart’s broken, he always on my mind standing and smiling and saying, “It’s all right, Mel. Just think about me.” Yay. And he comes again, to my life. Not him, literally, but my imagination about him.

Poor, me.

We’re never talking something not important, and for sure we’re never talk each other. We are separated by many many long distances. And yay, so we can’t meet each other too, apalagi menjalin kasih. Itu hanya sebuah mimpi di siang bolong.

Setiap gue menemukan seseorang, dia muncul dalam pikiran gue. Ketakutan gue untuk berciuman dengan lelaki lain, untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan lelaki lain… itu membuat gue ragu lantaran bayang-bayang tentang dia di permulaan. Padahal, dengan jujur se-jujur-jujurnya gue bilang, gue dan dia tak pernah terikat komitmen apapun.

Dia hanya ada di bayang-bayang gue pada balik jendela yang kosong, pun di balik pintu kamar yang berisi debu. Tak pernah ada dia yang nyata di sekitar gue.

Tak pernah ada kecup tentangnya, bahkan dalam bayagan ciuman pertama yang selalu gue dedikasikan untuknya.

Tak pernah ada sentuh tentangnya, bahkan dalam desiran panas tubuh gue ketika gue sedang ingin-inginnya menyalurkan gairah.

Tak pernah ada peluk tentangnya, bahkan ketika gue sudah merasakan pelukan 100 orang berbeda sekalipun.

Lalu akhirnya dia muncul kembali, untuk menyembuhkan patah hati yang sudah separah ini. Di tiga minggu gue kehilangan angin yang pernah gue hirup. Bahkan sebelum angin itu menghilang, bayangnya sempat muncul. Di prosesi sakral antara gue dan angin. Ketika angin mencoba merasuki gue hingga ke pori-pori, yang gue bayangkan adalah dia. Ketakutan akan kehilangan ciuman yang setengah mati gue simpan untuknya.

Dan gue melihat angin tak goyah, seperti benar-benar merasakan gue di tiap bagiannya, dengan mata yang tertutup. Dan rasa bersalah padanya hilang, digantikan penyesalan pada angin. Lalu gue memutuskan untuk merasuki kembali raga angin, dan ya.. beginilah akhirnya. Ia hanyalah angin yang mampir, lalu terhembus lagi sesuka hati tanpa mempertimbangkan raga yang pernah ia singgahi.

Namanya juga angin.

Lalu di tengah rasa patah hati, kembali muncul sosoknya, sosok yang empat tahun lalu selalu membuat diri ini berdesir lantaran diri ini merasa diberdayakan dan dibutuhkan setengah mampus.

Dan diri ini sukarela dimanfaatkan dengan hanya bayaran rasa percaya. Gue tidak tahu apa namanya.

Gue pikir ini hanyalah mekanisme pertahanan diri yang entah sejak kapan dibangun, untuk mempertahankan rasa percaya diri gue akan penolakan terkait banyak hal. Lelaki, khususnya.

Apa ini salah?

Ketika gue merasa sama sekali tak berdaya untuk menyatakan perasaan ini karena begitu takutnya penolakan. Bagaimana jika dia menolak gue? Kepada siapa akan gue bayangkan harapan-harapan masa depan? Tak ada sosok lain yang gue ingin selain dia. Mungkin.

Gue tahu dengan pasti karena gue tidak pernah memiliki –atau lebih tepatnya mengetahui- apa yang gue mau, sehinga tidak pernah ada bayangan pasti tentang segalanya. Gue tidak pernah memiliki standar laki-laki seperti apa yag sebenarya gue inginkan.

Terlalu banyak penolakan, hingga membuat gue seperti menyerah.

Gue seakan diperbudak bayangan lelaki baik hati yang gue harap dapat mengisi hari-hari gue yang kosong. Dan itu dia. Defense gue begitu. Untuk melupakan lelaki yang datang dan berlalu begitu saja.

OMG I’m so stupid. Sorry, Mel!

And now, as I thought before in my post, I’ll focus to do anything except thinking about wind and him. Cause it’s so hurt when you’re expecting someone and him/her not. Fuck, it’s very hurt ’till I think maybe run to south pole and meet bears will be a good way to me to forget anything.

So, how to fix this very broken heart?

I don’t know, for sure. 

Hm. Ok.

I will writing many posts as much as I can write everyday. Concerning how sexuality affect every things in life (woho I love this so much), and then… fiction stories about love, life, motivation, opinion, or anything.

Then, I will eat anything I wanna eat. I’ll grow to be 90kgs’ woman so I can show the world how happy Amelia as a human haha. Damn!

Next, I will focus to my study regarding how homosexual people do their sex and they feel comfort with that.  

Next, I will make a love with stranger people. In our first meeting. Without any feelings, I hope, and I promise to myself and God. 

I’ll be a bussiness woman in 2017 maybe? 

And then, I’ll make relation with people I meet. Siapapun itu. Kenalan lama, pun kenalan baru. Gue PDKT-in semuanya seperti dulu, saat gue masih nyaman bersosialisasi dengan semua orang. Sekarang? Entah mengapa gue merasa terlalu banyak sekat. Dan besok-besok tidak boleh seperti ini lagi.

Woho I can’t wait to realize my plans so my heart will recovery as soon as possible. Tonight, I hope haha. Ngga mungkin juga sih, mengingat bahkan sampai sekarang pun gue masih membayangkan angin itu. Dan dia.

It’s all about the process, Mel! So, you must try your best and enjoy everythings you’ve got, every process’ you do. Every single tears…. and yay, fighting, Amelia!

Your heart 12% recovered and soon to be 100% woho!

Freedom Projects

Be who you are and say what you feel because

those who mind don’t matter

and those who matter don’t mind.

— Dr. Seuss

People’s Belief: “Anything I believe ya the best.”

Sesuatu yang manusia percayai datang bisa dari mana aja. Lingkungan, dan keluarga sih yang utama. Kemarin saat gue pulang –tepatnya setelah terjadi teror bom di Jakarta, gue sempat menonton acaranya Dedy Corbuzier yang membahas tentang itu dari sudut pandang Psikologi.

Satu hal yang gue tandai betul-betul adalah ketika pembawa acara bertanya, “Jadi sebenernya kepercayaan kita juga dibentuk sama keluarga kita ya? Misal orang hindu, ya dia yang dari dulu orang tuanya hindu. Budha, muslim, juga begitu. Berarti sebenernya kebebasan itu ngga ada?”

Sang psikolog menjawab sambil mengangguk, “Ya.. Itu kan nurture ya. Jadi bla bla bla…” Tapi beliau tidak membahas masalah “kebebasan”, yang sebenarnya ditanya.

Seketika gue ingin menjawab, “Selama ia masih terikat oleh suatu norma, agama, aturan, yaaa manusia ngga akan pernah bebas.” This statement truly came from my minds. Ignore it when what do you think in your minds wasn’t same as mine. Boleh juga langsung tutup web browser kalian.

Suatu pandangan yang normatif, apalagi, membuat kita ngga akan pernah bebas untuk melakukan apapun yang kita mau, kecuali kalau kita “ingin menjadi berbeda.” Dan hal terkejam di bumi adalah bukan ketika kita menjadi satu orang yang berbeda dengan lingkungan kita, “tapi ketika lingkungan kita tidak menerima itu.”

Terus baca, kalau kamu menghargai pilihan seseorang walaupun apa yang ia lakukan melenceng dari apa yang kamu percayai. Catatan: Lanjut, berarti kamu siap menerima dan ngga akan pernah protes dengan apa yang saya tulis. Kok jadi formal gini? Haha.

Pilihan adalah seluruh hidup kita. Kita bangun, di pagi hari. Habis itu mau ngapain? Mandi? Atau tidur-tidur santai sambil lihat smartphone? Atau tidur lagi? Ketiga itu, dan berbagai macam kemungkinan lain adalah pilihan.

Mau tidur di kelas, mau perhatiin dosen, mau keluar ke kamar mandi atau ditahan sampai kelas beres, mau ngobrol sama temen… Itu pilihan, dan apapun, seburuk apapun hidup kita, semuanya adalah pilihan.

Jadi, jangan lagi megeluarkan pertanyaan dengan kata “Why?” sambil menatap objek yang kamu pertanyakan dengan tatapan menyesal apalagi kecewa; apalagi marah; apalagi ngeijudge, kalau kamu –seenggaknya walaupun sedikit–menghargai pilihan orang lain. Seringkali, jawaban dengan kata awal “karena” begitu sulit diungkapkan, sesulit kamu yang sedang sembelit. Mules, tapi ngga bisa pup. Tahu jawabannya, tapi ngga bisa menjelaskan.

Suatu perubahan seringkali dianggap negatif–sekali lagi–ketika perubahan itu bertentangan dengan kepercayaan yang dianut oleh seseorang/orang lain. Padahal perubahan itu juga pilihan, loh. Baik atau buruknya perubahan ya ada di kepala kita, di kepercayaan kita. Bukan emak, bapak, apalagi kakek dan nenek kita.

Bilang tulisan ini defense, bagi kamu yang masih kecewa apalagi geleng-geleng kepala keheranan, dan tanya pada diri kamu sendiri, “Perubahan terburuk dalam diri kamu apa?” lalu jawab, sesuai pengalaman kamu. Pasti beragam jawabannya. Dan gue yakin bahwa sebagian besar dari jawaban kamu adalah “sesuatu yang dicekal/dianggap buruk/tidak sesuai/apapun itulah namanya oleh lingkungan kamu.”

Itu yang gue rasakan. Ngga usah dijelasin apa, gue yakin sebagian besar tahu. Bukan gue terlalu percaya diri karena merasa jadi orang paling dikenal di muka bumi, tapi terbukti dari beberapa tanggapan orang ke gue tentang perubahan gue.

Kecewa pasti, gue juga. Sangat. Gue malu sama diri sendiri. Kenapa? –ini ngga usah ditanya lagi sih, seharusnya–Karena gue tahu yang benar, tapi gue ngga lakuin itu. Dan itu adalah bagian tersakit menjadi manusia. Gue rasa sakit cukup bisa merepresentasikan.

Pembukaannya sudah terlalu panjang. Gue menulis ini bukan karena gue ingin dimenerti, tapi sejujurnya intinya gitu. So, stop asking me why, please. Terima aja, ungkapin kekecewaan di belakang, itu akan jauh membuat gue lebih baik.

Bicara kebebasan, gue yang masih awam, yang kata orang masih mencari jati diri, hanya bisa mengartikan suatu kebebasan sebagai rasa nikmat ketika kita berhasil melakukan sesuatu hal yang ingin kita lakukan, tanpa adanya protes dan omongan dari orang lain–padahal gue sadar betul, kebanyakan manusia di bumi penuh perhatian, sampai membuat dia mau tauuu, mau komeen terus urusan orang lain. But that’s OK. Gue juga begitu. Gue kan manusia.

So, balik lagi ke judul di atas, postingan ini gue buat untuk mendokumentasikan action plans gue demi memenuhi resolusi nomor terakhir gue di tahun 2016. Seperti yang sudah tertulis sangat jelas di postingan itu, konteks kebebasan yang gue maksud di sini yaitu “mengekspresikan diri”.

Gue ingin menjadi diri gue yang sebenarnya, jadi yang harus gue lakukan adalah:

  1. Tatap lurus ke depan, ketika sedang berjalan
  2. Dilarang mengepalkan telapak tangan
  3. Jalan dengan langkah lebar dan cepat
  4. Sapa semua orang yang dikenal ketika ketemu, jangan melengos apalagi menghindari seperti orang yang punya salah–atau lebih parahnya punya utang.
  5. Terakhir, kalau ngga bisa melakukan keempat tips di atas, segera cari tempat untuk menyendiri.

Percayalah, gue sedang belajar bangaimana menghadapi hidup sesuai dengan apa yang sudah jauh-jauh hari gue pikirkan, dan akhirnya gue pilih. Seharusnya kamu juga melakukan hal yang sama kan?

Semangat untuk menjalani hidup, karena yang kita punya adalah hari ini. Kemarin sudah berakhir, pun masa depan ngga ada yang bisa menebak. Terakhir…


Picture’s HERE.

How to get a boyfriend

Kali ini gue akan membahas judul di atas dari segi yang lebih intelek sedikit, biar postingan ini terlihat lebih berkelas, karena dari judulnya saja sudah membuat pengarangnya terlihat seperti wanita yang patah hati banget—lebih tepatnya wanita yang ngga laku banget. Apalagi kalau yang baca adalah orang dengan pemahaman dewa akan arti pacar yang ngga ada apa-apanya. You know I mean? Strict people.

Apapun sebutannya, pacar atau kekasih, manusia butuh seseorang yang bisa menjaganya, lebih dari itu… menyayanginya lebih dari apapun. Membuatnya selalu merasa dibutuhkan, juga membuat orang menjadi segala yang dibutuhkannya, karena cinta adalah salah satu pengamalan dari simbiosis mutualisme, bagi gue pribadi.

Bohong banget orang yang bilang, “Ngga apa dia sama yang lain, aku tetep cinta dia, dia tetep cinta sejati aku.” atau, “Ngga apa, aku tulus kok, aku ngga mengharap balasannya.” HIH. The fact… relationship like that was never exist.

Kalau ada yang semacam itu, sesuatu yang bertepuk sebelah tangan, itu bukan cinta. Mungkin hanya satu ketertarikan, atau malah orang itu sendiri yang buta dan ngga tahu perasaannya sendiri. Gue belajar ini dari salah satu mata kuliah gue di kampus, mengenai cinta. Materi ini juga gue masukkan ke dalam project gue, sebenarnya. Di sini hanya akan gue bahas secara umum.

Kenapa manusia butuh seseorang yang benar-benar avaliable buat dirinya?

  1. Social
  2. Human itself

Kita butuh orang lain. Kita butuh dianggap ada untuk orang lain. Dua itu aja, sih. Dan hingga saat ini gue masih mendefinisikan orang lain itu sebagai “pacar”, yang dari KBBI sendiri artinya adalah teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Bagi gue, pacar ya tadi. Seseorang (of course lawan jenis) yang kita butuhkan untuk memenuhi hasrat kita untuk mencintai dan dicintai.

Katanya sih, pacaran banyak buruknya. Katanya sih, ngga ada pacaran sehat. But, it’s all about our perspectives and responsibilities, ketika kita menyebutnya sebuah hubungan. Jadi fine aja kalau ada dua sejoli yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Ada kok namanya kohabitasi, atau kalau di Indonesia mah lebih akrab disebut kumpul kebo, namanya. Kalau… mereka ngga masalah ketika digrebek.

Fine juga kok buat mereka yang mesra-mesraan di jalan, karena mesra-mesraan adalah cara salah satu untuk mengekspresikan rasa cinta. Kalau… mereka ngga masalah lihat orang di sekitarnya muntah karena melihat mereka yang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan cintanya.

Well, buat kalian, ladies yang sepemikiran dengan gue, tapi masih juga jomblo, berikut gue akan membagikan beberapa tips how to get a boyfriend, sekalian tips yang akan gue lakukan untuk mencapai resolusi nomor 4.

Tips ini positif banget kok, karena selain dapat meningkatkan probabilitas untuk punya pacar, tips ini juga berguna untuk relasi, juga untuk kesehatan.

Jangjaangg!

to get boyfriend

Tips 1. Be positive.

Ini penting banget untuk kamu yang serius ingin menjalin sebuah hubungan. Dengan siapapun. Menjadi positif itu penting, selain untuk penangkal stress, juga untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Caranya?

  1. No baper. Jangan menangapi lelaki dengan berlebihan. Ada satu tips, dari drama korea berjudul it’s ok that’s love. Tips ini diberikan oleh jang jae yeol untuk soo kwang. “Kalau kamu ingin menarik hatinya, ulur dia.” Edan. Intinya gitu. Jadi, buat cewek, jangan sekali-kali berlebihan, apalagi berpikir macem-macem sampai kata, “Ih kayaknya doi suka sama aku deh, soalnya doi baik bangeett.” baik terlalu general, ladies.
  2. No judging. Lagu dari Bruno Mars berjudul just the way you are benar-benar mengambarkan tips satu ini. Men is a men. Kalau dirasa dia tidak menarik, tetap aja itu dia. Sama seperti perempuan yang mengamuk ketika dikomentari, “Ih, kamu gendutan.” lelaki juga begitu. Dia paling ngga suka dikomentarin.
  3. Keep positive mood. Ini penting banget untuk menjaga kestabilan tubuh kita, ladies. Semakin positif aura, semakin positif hati lelaki ke kita loh.
  4. Relax. Jangan terlalu serius seakan sedang berhadapan dengan Pak Presiden atau dosen pembimbing skripsi.

Tips 2. Keep body clean.

Cewek masa males mandiii? *nyindir diri sendiri* Mana ada cowok deketin, yang ada laler berseliweran. So, jangan males untuk mandi ya! (expecially talks to myself) Mandi aja ngga cukup, buat cewek mah. Tetek bengek segala macemnya harus diperhatikan. Pakai lotion, luluran sesekali, jangan pernah lupa pakai deodoran, laundry baju sehabis dipakai.

Wanita punya cara tersendiri untuk terlihat bersih lah pokoe.

Tips 3. Be smart.

Gue pernah bertanya kepada seorang lelaki, teman gue sendiri, “Pengen punya cewek yang kayak gimana, bung?” Dan jawaban pertama yang ia berikan ke gue adalah, “Yang smart. Yang nyambung kalau diajak ngomong.” Ini banget! Semakin smart wanita, semakin tinggi harga jualnya. Gimana caranya biar jadi wanita yang smart?

  1. Reading. Buku adalah jendela dunia, sumber pengetahuan. Jangan malas membaca kalau mau jadi orang yang kaya pengetahuan.
  2. Connected. Koneksi di sini adalah selalu siapkan kuota untuk selalu update berita terbaru. Ngga harus lewat internet, sih. Kalau ada teman untuk diskusi, itu akan jauh lebih baik.
  3. Play games. Mainkan games yang mengasah otak untuk berpikir seperti TTS, kartu, rubik, catur, apapun. Selain membuat kita semakin pintar, games juga bisa menjadi bahan obrolan di kala PDKT loh, ladies!
  4. Focus. Berlatihlah untuk selalu fokus, biar segala sesuatu di kepala lebih terorganisir. Bayangkan betapa ngga asyikya seorang yang ngga fokus. Diajak ngomong ngga nyambung, tatapan mata melayang kemana-mana membuat cowok di depan merasa ngga diberi atensi, lalala yeye.

Tips 4. Stay confidence.

Percaya diri itu penting banget. Semakin kita percaya diri, semakin dunia tertunduk pada kita, kaum wanita, ladies. Yang harus dilakukan untuk tampil percaya diri adalah:

  1. Be yourselfTemukan keunikan diri sendiri! Baca buku yang kamu suka, lakukan hobi yang kamu suka, pakai baju terbaik untuk dikenakan kemana-mana.
  2. Using eye contact. Bukan contact lense, ya. Ini paling penting untuk meyakinkan si doi kalau kita adalah wanita yang percaya diri adalah dengan menatapnya kalau sedang berbicara. Tatapannya jangan tatapan menelanjangi ya, bu. Tatapannya harus sewajar mungkin, yang membuat dia merasa diberi atensi penuh oleh kita.
  3. Show off. Selain itu, untuk menunjukkan bahwa kita percaya diri, sering-seringlah memperlihatkan kemampuan kita. Buat yang hobi announcing, misalnya. Aktif lah di komunitas radio. Buat yang suka menulis, rajin-rajinlah menulis dan kirim naskah ke penerbit. Buat yang pengetahuannya luas, jangan setengah-setengah kalau berbagi.
  4. Humors is the best way to make relations with others. Jangan terlalu strict. Jangan terlalu serius. Serius itu menakutkan, fyi. Follow akun 9Gag, 1Cak, dagelan, atau tahi lalats bisa jadi solusi untuk kamu yang mau belajar humor. Meski kadang garing, trust me, yang garing itu yang terkadang terlihat super cute.

Tips 5. Keep Contact.

Tips ini ngga jauh beda sama tips nomor 3 di poin connected. Jagalah koneksi selalu, agar doi semakin mudah menghubungi kita.

  1. Social media and phone activated. Aktif banyak-banyak media sosial itu perlu, ladies. Ini nilai plus yang menunjukkan kalau kita adalah manusia yang tahu perkembangan jaman. Tapi jangan berlebihan. Jangan sampai membuat yang dekat menjadi jauh.
  2. Keep conversation. Menjaga obrolan sepanjang, selama, seintens dan seintim mungkin dapat sangat membantu kita untuk membuat doi tahan berlama-lama dengan kita, ladies. Ada satu quote yang baru saja gue baca kemarin dari akun twitter penulis favorit gue, Ika Natassa, “Sometimes conversations are more intimate than sex.” yang langsung membuat gue manggut-manggut. Yang baca manggut-manggut juga ngga, btw? Haha.
  3. OpenJadilah wanita yang terbuka, yang siap membagikan keluh kesah diri sendiri, dan siap menerima keluh kesah orang lain. Untuk terbuka memang sulit, tapi kalau mau dicoba, bukan ngga mungkin untuknya menjadi mudah.
  4. AwareKetahuilah apa yang orang lain mau, bukan memaksakan apa yang kita mau. Dengan begitu, akan meningkatkan rasa percayanya kepada kita, ladies.

 Tips 6. PRAYING.

Ini tips terakhir yang harus dinotice banget, buat kaum wanita yang sangat menginginkan kekasih. Berdoa menurut keyakinan adalah cara yang baik untuk membuat diri selalu tenang dan sabar. Kelima tips di atas ngga akan afdol kalau ngga diselingi doa. Pun bisa jadi kalau akhirnya dapet, doi ngga sesuai harapan.

Makanya banyak banyaklah doa. Dan jangan lupa yang spesifik, misal: “Aku mau Reza Rahardian jadi pacar aku ya Tuhaaannn.” Haha. Sebutin nama lngkapnya, ladies. Kalau perlu nama bapaknya sekalian.

Yiihaaahh!

Itulah enam tips dari gue  –sekaligus tips buat gue sendiri, untuk mendapatkan pacar. Keenam tips ini adalah actions plans gue untuk mencapai resolusi nomor 4 di tahun 2016. Meski jujur aja, keinginan ini sudah agak pudar karena pertambahan usia, tetap aja gue sudah berniat untuk mewujudkannya mwehehee.

Yang perlu diingat lagi, targetting itu perlu, tapi jangan sampai membuat kita terlalu berambisi. Let it flow… Santai. Da jodoh mah ngga kemana.

Yuk semangat untuk memikat hati sang pujangga!

😉


Source : Minds.

All pictures created by me on HERE.

Changing Lifestyle’s Programs

Daily Meals (2)

Sesuatu yang mencengangkan akan terjadi. Meski gue tidak bisa menjamin keberhasilan akan mencapai 100%, that’s OK. It’s not about degrees nor numbers. Tapi seberapa kesehatan gue terjamin. Agak munafik sih. Semua orang juga tahu kalau diet untuk turuni berat badan, atau seenggaknya menuju kesitu. Tapi ngga apa lah muka gue tebel kok. Muna sedikit ngga masalah.

Ini masih terkait dengan resolusi gue di tahun 2016 yang hanya tersisa 11 bulan ini. Kali ini nomor pertama! Yah… Gue tidak ingat pastinya berapa kali gue speaks mengenai rencana gue satu ini, tapi yang gue ingat adalah beberapa hari ini gue memikirkan how to completed this mission. And I found the way! Tinggal mengasah keterampilah gue dalam menahan segala gairah saja yang gue butuhkan (dan ini susahnya minta ampun).

Butuh waktu untuk mengubah satu perspektif, semua orang tahu. Beberapa menit yang lalu, gue berpikir bahwa kegiatan yang akan gue lakukan namanya diet. Which is untuk mencapai satu tujuan: menurunkan berat badan, sesuai banget sama resolusi gue. Tapi setelah dipikir-pikir –lebih tepatnya setelah mencari kata yang tepat untuk memotivasi, akhirnya gue menemukan satu tujuan yang berbeda diksi dengan resolusi yang ingin gue capai, tapi intinya mengarah kesitu,

yaitu : changing my lifestyle.

Bukan diet, tapi mengubah gaya hidup.

Gue sadari bahwa satu hal yang sangat berperan dalam kenaika berat badan gue yang ngga banyak amat, tapi nyatanya ngga pernah turun ini adalah akibat dari pola hidup gue yang buruk. Ngga pernah olahraga, makan berlemak, jarang minum air putih, melek di waktu orang tidur dan tidur waktu orang melek, pikiran kotor, dan ini semua terjadi terus-terusan. Kalau sampai beberapa tahun ke depan gue masih begini, gue bisa mati muda karena komplikasi jantung, obesitas, stroke. Ih amit-amit.

Ngga pake lama. Jengjengg. Untuk (perlahan) mengubah gaya hidup gue, ini yang harus gue lakukan:

First. Makes my own menus!

menuss

Action Plans:

  1. Buat daftar menu makanan setiap hari sesuai dengan kategori makanan yang ada di atas. Bukti: Upload masakan ke instagram. College foto dan buat postingan tiap bulannya. (NB: Kalau udah ada HP yang bisa buat instagram)
  2. Belanja sayur dan buah-buahan setiap hari minggu dan rabu.

Second. Sleeping well.

sleeping good

Gue pernah baca dari beberapa artikel, begadang adalah salah satu hal yang membuat berat badan naik, apalagi kalau tiap begadangnya ditambah ramen dan chitato 😀 HEHE.

Langsung ke action plan deh: Tidur maks jam 11 dan bangun maksimal jam 7 pagi.

Cara terbaik untuk bangun tepat waktu adalah dengan menyalakan alarm! Alarm yang mantep apa lagi kalau bukan jam beker? SO, pertama-tama untuk mewujudkan action plan satu ini adalah… Beli jam beker!

Third. Brain Training.

brain training

Action plans:

  1. Membaca novel minimal dua novel dalam satu bulan. Bukti: on the post in this blog.
  2. Isi TTS! Dulu, Papa gue langganan buku TTS yang gambarnya cewek-cewek seksi, dan seringkali mengisinya di depan gue, sampe penuh. Gue takjub! Lalu gue ikut mencoba, dan dari situ gue tahu ternnyata mengisi TTS itu se-fun-itu.  Sho.. Satu lembar TTS perbulan bisa dicoba.
  3. Menulis. Ngga perlu gue tulis seberapa tulisan yang akan gue buat, karena buat gue, menulis bukan masalah target seberapa postingan yang gue buat atau seberapa banyak novel (semoga, aamiin) gue yang berhasil dicetak, tapi seberapa seksinya tulisan yang gue buat, sampai bikin orang senang bacanya. Paling engga, membuat gue yang menulis happy deh!

Last. Burning The Fucking Fats.

workout

Action Plans: 

  1. Lari keliling Gor Jati kalau ngga males
  2. Zumba kalau ada duit

Well, walaupun belum terlalu detil, that’s my action plans for plan number ONE! Yuk kita sama-sama jaga kesehatan! Bergerak, emang malesin banget. Makan segala yang tawar, memang membuat mual. Tapi kita ngga akan maju tanpa memulai.

Shoooo, let’s try!!!


All pictures created by me on HERE.

How to Improve English Skills

HAI! Ini postingan gue yang pertama terkait aksi yang akan gue jalani demi tercapainya salah satu resolusi gue di tahun 2016. Jajaran resolusi yang gue canangkan sebelumnya sudah gue posting dengan judul Resolusi 2016. Di sana ada tujuh daftar keinginan-keinginan yang ingin gue wujudkan. Harus gue wujudkan sih! Yeah! Masih di awal, tekad masih kuat. Semoga sampai akhir ngga kendor, aamiin.

Gue sudah berjanji pada diri sendiri bahwa gue mau ngga mau harus mewujudkan apa yang sudah gue tulis. Gue sudah berani membuat resolusi, sampai disebar pula, itu berarti secara langsung ada mata yang mengamati gue, menunggu hasil dari resolusi yang gue buat, apakah tercapai atau engga.

Apa yang harus gue lakukan?

Gue perlu membuat perencanaan. Tanpa perencanaan, hidup kita bak berjalan hanya di atas tali. Ngga ada yang bisa kita lakukan selain berjalan lurus. Makanya kita butuh perencanaan agar kita tahu how to realize what we want to get, how to achieve our plan. Action plan. Gue harus menyusun action plan, juga indikator agar gue tahu cara menjalankannya dan tahu seberapa jauh keberhasilan yang gue dapat.

Action plan yang gue buat ini khusus untuk resolusi gue nomor 6 yaitu English ImprovementSo, how to improve english skills?

how to improve english skills

Jawabannya cuma satu: PRACTICE.

Seperti memasak, naik sepeda, siaran, atau skil-skil lainnya, dalam meningkatkan skill bahasa inggris juga harus banyak-banyak praktiknya. Theory without  practice is like a birds can’t fly. Dia punya sayap, tapi ngga bisa terbang. Tapi bukan berarti dia ngga bisa. Mungkin dia baru lahir, newbie, mungkin sayapnya patah, dia butuh recovery.

Sama seperti kita, seorang manusia yang harus berajar biar bisa. Learning is all about practice. Teori untuk pegangan perlu banget, tapi ngga afdol, ngga sempurna kalau kita ngga pernah praktik, mencobanya secara langsung.

Untuk bisa mempraktikkan ke-empat skil bahasa inggris gue, gue sudah menemukan banyak cara. Pada akhirnya akan otodidak, sih. Tapi gue yakin bahwa ini akan kepake banget, khususnya buat gue sebagai penulis. Siapa tau gitu gue bisa bikin novel plus plus isinya bahasa inggris semua haha.

READING

Sebelum bisa menuliskan kata, kita harus bisa membaca dulu. Dengan kita membaca, pastinya kita punya bayangan akan tulisan yang akan kita buat. Gampangnya, ketika kita baca, kita bisa tahu apa isi teksnya kan? Syukur-syukur bikin reviewnya.

Oke. Gue akan membaca dan membuat review minimal satu artikel berbahasa inggris setiap dua minggu sekali. Action plan numb. 1. Artikelnya bebas. Sebagai bukti, gue akan membuat postingan berisi artikel dan reviewnya (dalam bahasa indonesia) di blog gue ini, dan gue share ke beberapa akun media sosial gue, seperti biasa.

Yang ngga kalah penting dari pemahaman membaca adalah tahu arti dari setiap kata dalam bacaan yanggasih? Itu sebabnya, gue juga harus memperkaya vocabulary. Gue akan mencatat kata yang bagi gue asing, ditambah dengan artinya. Action plan numb 2. Sebagai bukti, dalam postingan artikel gue akan gue tambah dengan catatan tambahan vocab yang gue dapat.

Harapannya, dengan gue melakukan dua hal ini, daftar vocab yang gue pahami bertambah, dan kemampuan membaca gue meningkat.

WRITING

Gimana caranya menulis yang baik dan benar kalau kita ngga paham pola kalimatnya? YAPS! Gue harus memperkaya tenses dong? Gue harus seriously belajar grammar kan? Oke. Gue akan membuat catatan besar tentang tenses, dan pola-pola tertentu seperti adjectives, noun, verb, etc. Action plan numb 3. Polanya, akan gue pelajari lewat satu web belajar bahasa inggris yang bagus dan lengkap banget yaitu http://www.learnenglish.de/

Bukan cuma masalah grammar, we can also improve our speaking and listening skill. Web ini akan sangat membantu gue dalam belajar yeah!

Gue akan membuat catatan pola dalam kertas yang besar, dan akan gue tempel di tembok kamar gue. Sambil menghapal dan memahami, gue akan buat satu tulisan full in english setiap satu bulan sekali yang akan gue post dan share. Tulisannya berupa apapun. Puisi, cerita, apapun.

LISTENING

To improve my listening skill, I’ll use two best english learning websites to learn, yaitu duolingo dan swearlineDua ini keren banget! Selain design web yang menarik, kita juga bisa langsung mengetes kemampuan listening kita.

Kalau di duolingo, ngga terbatas bahasa inggris aja, tapi juga bahasa-bahasa lain. Semua bahasa asing. Di duolingo juga kita bisa belajar mengasah seluruh kemampuan kita, karena exercise yang diujikan memang improve seluruh kemampuan berbahasa kita. Belajar di duolingo seru banget! Ngga cuma tulisan yang kita tahu, cara membacanya juga secara otomatis terdengar ketika kita memilih jawaban.

Di duolingo juga ada sistem leveling dan koin. Bikin makin semangat buat belajar kan?

Selanjutnya di swearline, kita belajar kata yang rada-rada, dalam arti kasar atau umpatan-umpatan gitu lah, yang bisa dipakai di semua tingkatan (wajar), sampai yang offensive. Di sini kita belajar penggunaan kata yang tepat deh pokoknya.

Kalau denger swearline, gue bawaannya ngakak sumpah. Gue baru dengar dua episode sih. Apalagi yang bikin gue ngakak selain sesuatu hal yang berbau seks? Nah. Di swearline ini kita jadi tahu istilah-istilah yang medalam mengenai seks. Ini di episode satu dan dua ya. Sisanya gue belum denger.

Yang paling bikin ngakak sih karena ada dua host yang membawakan talkshow gitu. Pokoknya pembahasannya seru deh! Rame!

Untuk tahu kita paham atau engga sama pembahasan dan istilah-istilah yang dipakai, ngga perlu khawatir! Di sini ada test yang langsung dinilai kok. Sabi banget buat kamu yang mau belajar!

Untuk ini, gue akan membuka akun duolingo gue dan mengerjakan exercisesnya setiap hari hingga melebihi terget yang gue cantumkan, yaitu lebih dari 30 XP. Action plan numb 4. XP itu poinnya gitu deh.

Selanjutnya, gue akan membuka akun swearline dan mendengarkan audionya sambil mencatat kata dan arti dari kata yang asing bagi gue dan mengerjakan soal yang ada. Hanya satu audio dalam satu bulan, karena panjang audionya hampir satu jam, lumayan memakan waktu.

SPEAKING

Praktik yang sebenernya ada di sini sih. Seberapa OK kita dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris. Nah, di duolingo kita bisa banget belajar mengucapkan kata yang benar, karena di exercisenya, kita bisa berbicara dan langsung dikoreksi pengucapannya.

Oke. Gue akan membuat minimal satu rekaman dalam bahasa inggris yang akan gue post dan share di akun media sosial gue. Bisa berupa lagu, bisa juga puisi atau cerita.

DEAL? Semuanya, DEAL?

DEAL!

Action plan ini akan gue laksanakan mulai minggu depan dan akan gue abadikan keberhasilan setiap pengerjaannya. Lewat foto, lewat postingan di berbagai akun, lewat memori gue.

FIGHTING FOR RESOLUTION NUMBER SIX!