Best Friend: Your Weirdness and Stupidity

–H-sekian konser Mocca di Bandung–

M : Jangan lupa bawa es, Mak.

E : ?

M : Biar ngga haus. Kan ada mocca. Enak diminum dingin pake es.

E : Iya tuh ya. Bawa yang banyak, Mel. Biar PUAS.

*Ngakak*

One thing you have to know from best friend: Ngga peduli seberapa weirdnya kamu, dia selalu bisa menimpali usaha kamu untuk terlihat lucu.

Karena dia menghargai kamu.

–E dan A Lagi jalan menuju kostnya A di malam hari–

*Ngakak*

E : Bun, bun. (Melihat ke arah seekor kucing yang tergeletak di pinggir jalan, lalu menunjukkannya kepada A)

A : (Melihat ke arah yang ditunjuk E)

E : Itu kucing mati atau kucing?

A : #$@$^&@%&!(&@*#^

*Ngakak*

Again: Ngga peduli seberapa bodoh kamu, seberapa aneh lidah kamu menyebutkan sesuatu karena ke-tidak-sinkronan antara otak dan lidah kamu, dia mampu menganggapnya sebagai sebuah lelucon yang menggembirakan. Karena dia menerima seberapapun kebodohan kamu.

Dia menghargai kamu.

***

Di atas adalah sedikit penggalan jokes yang biasa kami lontarkan. (Kami boleh dibaca: Keluarga Selalu Tertawa) note: tadinya mau namain Geng Selalu Tertawa, tapi kalo Geng itu aneh aja asosiasinya bisa sama seperti geng-geng alay atau geng-geng menyeramkan lainnya. Gue ngga tahu pasti sih filosofi nama Selalu Tertawa ini, tapi deretan kata inilah yang bertengger dalam nama group chat kami, gue dan para Agen.

Oke, gue mau cerita dulu betapa busuknya gue hingga akhirnya gue perlahan masuk ke sini.

Awalnya, gue bahkan tidak pernah berpikir untuk bersatu dengan mereka. Gue kenal mereka bukan sebagai mereka, tetapi sebagai Agen A, Agen Ay, Agen E, Agen Fr, dan Agen S. Bener-bener satu per satu dari mereka.

Pertama, gue kenal satu buntelan lemak yang biasa dipanggil “Emak”. Dia orang pertama yang gue kenal di antara mereka, karena saat PMB, Emak duduk tepat di sebelah gue, dan isi pikiran kami berdua ternyata sama. Bukti:

–Ketika diajarkan salah satu lagu yang semua anak Psikologi Unpad tahu–

Kakak tingkat : *nyontohin lagunya ke adik-adik* *nyanyi* ……. Menuntut ilmu dan bercinta… menuntut ilmu dan bercinta….

E & M : *saling lirik* *ngikik*

(Kalo yang pikirannya kotor pasti ngakak juga…..)

Lalu gue kenal dengan Agen S, yang kerap gue sapa dengan sebutan “Ser”. Jangan dipanjangin jadi “seeerr” yaa! Nanti goyang aja. LOL. Gue mengenal dia karena barisan kami dekat juga, dan kami sama-sama anak bidik misi. Senasib gitu deh, karena sama-sama tinggal di asrama, meski asrama kami beda. Nah, dengan Ser, gue dekat lebih awal dibanding dengan keempat lainnya yang sudah buat keluarga (you know that I mean) dengan nama “Akpol Biru” yang gue lupa filosofi namanya apaan, padahal Empok pernah cerita.

Gue lupa tepatnya kenal siapa dulu di antara Agen A, Agen Ay, dan Agen Fr. Pokoknya, gue memulainya dengan sering jalan sama Agen A yang gue panggil dengan sebutan “Empok”. Hobi kami sama, belanja. Tapi selera kami beda, tentu saja. Kalo sama, kita rebutan baju kali ya? Haha. Meski sering belanja bareng, yang gue heran adalah: Dia ngajak gue belanja, tapi dalam pengeluaran, hampir selalu gue yang lebih tekor. Entah gue terlalu boros atau dia terlalu hemat, atau keduanya…

Sama Agen Ay alias Si Songek juga sama. Kami kerapkali meghabiskan hari bersama. Jalan-jalan, nonton (selera film kita hampir sama. melow-melow norak gitu), kecuali haunting pakaian bareng-bareng. Selera berpakaian gue dengan Songek cukup berbeda.

Nah terakhir si Agen FR alias Tae. Agen paling lempeng, yang kalo ngomong kayak orang nyimeng. Presentasi kedekatan kami ngga sebesar kedekatan gue dengan Agen A, tapi hanya dengannya lah gue pertama kalinya berhasil menangis tersedu-sedu di depan Favorit. Kedua kalinya gue menangis tersedu-sedu di hadapan beberapa dari mereka, ketika makan di Soyul, karena gue yang sedang sensitif. Setelah itu, gue tidak mengingat ada atau tidaknya satu tetes air mata yang jatuh.

Lewan mengenal (mungkin lebih tepatnya mendekati) satu persatu dari mereka, gue akhirnya berhasil masuk ke keluarga ini. Kocak, sih.

Menurut Empok, gue masuk ke grup karena dia kasihan sama gue karena gue ngebanyol tentang mereka di grup kelas. Karena KASIHAN, tandai. Tapi gue ngga percaya. Habis, ngomongnya sambil ketawa. WEEE.

Yang kocak lagi, ketika gue akhirnya dimasukin ke grup, gue ngga kaget, gue ngga schock, gue ngga lebay. Malahan gue ngga langsung accept grupnya alih-alih “sok jual mahal”, padahal gue udah ngode mulu buat dimasukin ke grup.

Seripah juga masuk, dan tangtarangtaanggg! Lengkap deh kami ber-6!

NYIHAU

LENGKAP!

Testimony(et):

E : (ngomel) Gue masih punya ETIS.

Semua : !#!27%(^@)((@^^@$!#@$!%#

*NGAKAK*


 E : (muka berlipet habis ngerjain psisos 3) Nih, keringki berpakarnya udah jadi.

F & M : !@$!%#^&$@&%@&@(*@)@!(_#

*NGAKAK*


 E : (dii kelas) Nenek gue tuh kalo bilang nonton jadi nongton, kalo bilang roti coklat jadi roti soklat.

*NGAKAK*


An : (duduk di kasur, nunjuk kamar mandi, jelasin ke kami kalau lampu kamar mandinya mati) Lampu kamar gue mandi.

Semua : !@$%@*^*)(@^^@$@%^@^

*NGAKAK*


 E & M : Si, boneng. Si, si boneng.

*BONENG*

 

http://mukakeroppi.tumblr.com/post/139665308100

Saking banyaknya kelucuan yang kami ber-6 rasakan bareng, gue sampai lupa kelucuan apa aja itu. Dan…. Cerita ini masih akan berlanjut, karena dunia masih berputar, jarum jam masih bergerak ke kanan, hari masih akan berganti… dan perjalanan kami bersama menuju langit yang lebih tinggi masih tiga semester lagi. Maksimal! Aamiin!


Source : HERE.

ExtrABSURDinary (Part. 1)

Masih ingat para Agen? Yang belum tahu, boleh cek dulu nih di postingan gue berjudul Agen Hidup. Mereka, teman-teman yang gue kenal di perantauan, karena kepentingan yang sama. Ngerjain tugas, mengeluh akan nilai, saling menyemangati, daann… anything that bestfriends do to their bestfriends. 

Gue lupa, lupa banget gimana caranya gue bisa kenal sama mereka. Kalau sama Agen E sih, jelas. Waktu PMB kami sebelahan barisannya. Terus ngakak bareng pas sama-sama nyanyiin Hymne Psikologi Unpad, karena liriknya gini, “Menuntut ilmu, dan bercinta… Menuntut ilmu dan BERCINTA…” Kami yang otaknya ngga pernah bener, ngakak di tengah teman-teman yang sedang nyanyi.

Semua yang kami lakukan, ngga serius. Walau sering ngambek-ngambekan (Agen A dan Agen E paling sering. OK. Gue juga), tapi kami bak cairan detergen yang butuh air, lalu dikocok-kocok untuk mengeluarkan busa, hingga akhirnya bisa menghilangkan kuman-kuman di baju.

Ngga instan kan? Ngga bisa berdiri sendiri kan? Saling butuh dorongan kan?

Kami itu bak elemen bumi yang menyatu dan bekerja sama untuk membuat segalanya indah. Kami beda, jelas. Ada yang paling kotor otaknya kayak gue, ada yang polos (entah sok polos) kayak Agen Ay. Ada yang fashionista banget kayak Agen A, sampai yang nista banget kayak Agen E, ada. LOL.

Kami datang dari latar belakang keluarga yang berbeda, menghasilkan kepribadian yang beda pula, jelas. Tapi kami bertahan sejauh ini, gue yakin alasannya satu. Karena di dalam diri kami sudah muncul mekanisme yang namanya ‘butuh’ satu sama lain.

Di grup, kita butuh diwaro kan? Di kehidupan nyata, kalau curhat, butuh ditanggepin kan? Ngelucu juga butuh ditanggepin kan? Itu kami. Gue dan Agen gue.

Berikut gue tampilkan keabsurdan obrolan kami. Seringnya sih (setiap saat, sih) memang ngalor ngidul gini kami kalo ngomong. Tanpa arah, tapi tujuan jelas. Untuk ngakak bareng. Haha.

http://mukakeroppi.tumblr.com/post/136732280910

Rekaman ini diambil waktu kami mau ngerjain Kontes, yang berawal kesibukan kami masing-masing. Gue, Agen E dan Agen Fr ngerjain PST. Sisanya yaa ada yang mantengin laptop, ada yang main HP. Dan di detik-detik terakhir, waktu si Agen Ay bilang, “Yuk mau mulai kapan kontesnya?” Kami hening, sampai ada yang bilang, “Sebenernya gue ngga ngerti kita harus ngapain.”

Dan…. 20 menit kemudian kami semua ngantuk, dan tewas….

Suara paling dekat, paling ngebass dan paling desah, itu gue. Terus yang mengawali pembahasan prejudice, itu suara Agen E. Lalu yang bilang, “Muka Evy tuh ya sama kayak stiker…..” itu Agen A, Agen paling merdu suaranya. Terus yang suaranya mendayu, melambai dengan tingkat gairah di bawah 30%, sambil bilang, “E..Vy, Evy….” itu suaranya Agen Fr. LOL. Suara Agen Ay ngga terdengar,  karena kalau ngga salah doi lagi sibuk mantengin laptopnya ngerjain sesuatu gitu malam itu. Suara Agen S juga ngga ada. Jelas, karena memang ngga ada doi di malam itu.

Seabsurd itu pembahasan kami. Dari mulai gue nyanyi, Agen E yang sibuk sama PST, terus tau-tau stiker, dibahas pula sama Agen E. Lalu latah, lalu kami ngakak. Terus iklan sepeda, yang berujung iklan YOSAN (emang ada iklannya?). Ngakak.

Dan gue sedang ngakak terpingkal-pingkal sekarang! ROTFL banget lahhhh!!

Kangen deh. Selamat KKN buat Agen E, Agen S, dan Agen Fr! Pulang bawa jodoh yaaaa! Hahahaaa. Selamat liburan juga buat Agen A dan Agen Ay! Ke nangor bawa oleh-oleh yaaa! Pengen banget kerak telor sebenernya gue. E& kode keras ke Agen A. Hahaha.