Welcome, August!

take your marketing to the next level!

I hate being alone, so I started to talk with stranger.

–NN

Aku benci kesendirian yang mengutuk, membuat pedih, menjadikanku ciut seperti biji yang mengering.Aku benci merindu namun entah… rasanya tiada yang merinduku sedalam aku merindunya. Eh. Aku merindu siapa? Tak ada, rasanya. Semua terlihat begitu sama. Penuh tawa. Ya. Rasa ini masih baik, keluhan belum nampak seperti biasanya. Sangat baik.

Selamat datang, agustus! Bulan yang paling kucinta, bulan paling menggiurkan, bulan pengawal sejarah kehidupanku di dunia.

Aku lahir sendiri, pun mati sendiri. Namun jangan biarkan kesendirian meresapi relung nadiku, Tuhan. Semoga.

Selamat bulan agustus!

Welcome, July!

Welcome, july!

Aku ingin menjadi bunga. Kelak indahku disukai dimana-mana. Pesta pernikahan, kebun depan rumah, meja makan, wisuda…

Aku ingin menjadi bunga, yang percaya pada lebahnya. Membantu menyeimbangkan tubuh, tanpa usaha besar. Ya, tugas lebah. Kumbang pun. Serangga lain pun.

Aku ingin menjadi bunga. Kelak rekah menawanku begitu menunjukkan keanggunan, kesucian, kenikmatan bagi mata dan rasa siapapun.

Aku ingin menjadi bunga. Tumbuh mekar di tanah gempur yang mendukung. Mati ringkih tanpa asupan air dan matahari.

Aku ingin menjadi bunga. Dicintai dan diharapkan. Dikagumi dan dinginkan.

Aku ingin menjadi bunga. Menyambut pecintanya dengan pesona, tanpa kerutan, tanpa lipatan.

Aku ingin menjadi bunga.

Kelak rekahku menyentuh raga menuai jiwa.

Dicintai, namanya.

In the end of march

tumblr_static_tumblr_static_ckfz979bhz40o0s0s8ocwsws0_640

Source: tumblr.com

Gue memulainya dengan sangat antusias karena kejelasan pikir (setidaknya meurut gue) yang gue punya, dan anggukan serta deru berisik kesayangan-kesayangan gue yang menunjukkan keoptimisan. Siapa disangka jalannya tidak akan pernah se-ideal yang dipikir?

Gue seorang yang berperan sebagai leader suatu perkumpulan banyak kepala…. dan ini curahan hati gue.

Gue menyayangi dengan sangat kepentingan yang gue pilih ini, demi apapun. Dulunya, gue pikir ini adalah suatu kebanggaan hakiki. Bisa menjadi seseorang yang sangat dipercaya itu kebanggaan terbesar, karena gue dilihat, gue dibutuhkan, gue ada…

Siapa yang kira menjadi seorang leader akan semenyenangkan sekaligus semenyebalkan ini, ketika harapan belum sesuai kenyataan, hingga kita harus belajar tabah menurunkan ego? Even sebelumnya sudah disetujui, bahkan ada yang disebut dengan: PERJANJIAN.

Lama-lama akan ada slogan “perjanjian ada untuk tidak ditepati”, terinsprasi dari peraturan ada untuk dilanggar haha. Semoga tidak terjadi.

Ini baru awal, dan semua masih menyesuaikan dengan tugas baru, termasuk gue. Ibaratnya… mesin yang baru keluar dari pabrik, sedang uji coba, dipanasin, agar sesuai dengan fungsinya. Begitu pula sekumpulan manusia ini, yang sedang sama-sama menyesuaikan diri.

Mau gue apa, mau mereka apa,

sifat gue gimana, sifat mereka gimana,

kesibukan gue apa, kesibukan mereka apa,

batas kerja gue segimana, batas kerja mereka segimana….

Sedang dicoba untuk bisa klop, dan gue harus mengerti. Mereka pun begitu, sehingga pada saatnya nanti, kita semua bisa berkumpul menjadi satu titik temu yang dinamakan: keinginan bersama.

Maret ini, seperti biasa, gejolak emosi yang meraung minta diturut tetap ada. Namun alam belum memihak sepenuhnnya, karena belum adanya kesesuaian tadi. Antara harapan dan realita yang belum menemukan titik temu.

Sebagai orang yang berekspektasi, tentunya manusia harus siap kecewa, hingga akhirnya menurukan standar. Itu yang gue pelajari, termasuk feedback dari satu kepala yang padanya gue sangat mengucapkan terima kasih. “Jangan terlalu ideal.” Oke, gue turunin standar, dan semoga dengan standar yang se-begini, tidak akan ada lagi yang merasa terbebani, termasuk diri gue sendiri.

Gue ngga mau menekan, karena tujuan gue di awal pun adalah meningkatkan well being semuanya. Gue ingin mereka bahagia sudah masuk ke dalam lubang (yang mungkin didefinisikan berbeda tiap orang) ini, di mana gue yakin, awalnya ekpektasi mereka sama tingginya seperti gue, dan bahkan mungkin mereka tidak pernah sekalipun membayangkan bahwa hidup mereka akan dipusingkan oleh kerja yang berat padahal belum tentu mereka dapat keuntungan.

Gue mau kita bisa saling komitmen, dan membuat diri kita nyaman satu sama lain :’)

Gue mau kita menganggap semua ini adalah pelajaran, hingga kita menemukan satu jawaban dari pertanyaan, “untuk apa gue di sini?”

Gue mau semua terbuka. Biar kita sama-sama tahu kebutuhan kita apa.

.

.

Dan gue bener-bener bersyukur karena dapet banyak feedback (meski seringkali gue mengawali pembelajaran ini dengan pertanyaan menyekik, “memangnya gue sesalah apa?”). Gue bersyukur karena… manager gue bukan hanya sekedar kelinci piaraan yang cuma bisa diem ketika dicubit-cubit, digendong-gendong, diatur sama manjikannya.

Seistimewa itu loh, mereka sampai-sampai gue kewalahan menampung ide-ide brilliant yang ada di kepala mereka. Se-dinamis itu loh, perputaran kehidupan perkumpulan kita karena semuanya berperan dan ngga ada lagi yang, “Oke, menurut gue gini, lo harus gini.” dan dibalas dengan anggukan. Ngga ada. Yang ada, “kayaknya enaknya gini deh….” atau, “aku sanggupnya gini…” atau, “mendingan gini deh. soalnya….”

Itu suatu kemajuan yang sangat.

In the end of march…

Dan gue merasa buruk sekaligus sebangga itu. Buruknya: Oh, gue belum sempurna, bahkan mendekati, sebagai seorang leader. Bangganya: Gue merasa lebih sempurna karena ada kepala-kepala kalian,  wahai yang bekerja sama dengan gue.

In the end of march…

Gue akan belajar terus, untuk bisa melihat dan merasakan.

In the end of march…

Masih ada 8 bulan lagi, dan gue ingin mengakhirinya dengan senyuman, dengan keinginan untuk tidak pisah. Bukan hanya karena kebanggaan yang didapat ketika bersama, tapi karena ada rasa yang lain, yang didefinisikan berbeda tiap orangnya.

Mungkin pada part tertentu, ada yang jijik atau ngakak, tapi itu semua adalah curahan hati yang ingin gue sampaikan 🙂

Well, satu kata terakhir di postingan ini…

Yuk bonding! Biar semakin kieu! (lipet dua jari telunjuk jadi satu)

Welcome, March!

Best Friends

Ada semut di atas bentangan kabel hitam yang memanjang, dan ia sadar akan tangan di dekatnya…

“Kenapa?” Ia melengos, berhenti sebentar.

“Apa yang ingin kamu gapai di ujung?”

“Semua yang manis.”

Gue ngga pernah tahu sih, semut kepikiran seks apa engga, kepikiran bertahan hidup untuk keluarganya apa engga, tapi gue tahu dia suka semua yang manis. Itu ideal buat dia, sesuatu yang dia suka, sesuatu yang membuatnya ada dan bertahan.

Welcome, march!

I want my own ideal, God, for everything! 

–Self–

Semoga idealisme gue, tingkat keegoisan gue menurun, di maret ini hingga seterusnya, membuat segala sesuatu di depan gue terlihat fine dan serba mendukung. Gue harus bangun dan melihat kenyataan, demi masa depan yang cerah. Idealisme cuma ada di mimpi, kecuali dia bisa toleran di kehidupan nyata. 

Idealisme ngga boleh bikin gue dan orang lain sakit mental!